Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Analisis Spasial Tuberkulosis Paru Ditinjau dari Faktor Demografi dan Lingkungan

HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 2 No. 3 (2018) · hlm. 429–440

DOI
10.15294/higeia.v2i3.18339
ISSN
2541-5581, 2541-5603
Terbit
2018-10-26
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Abstrak Kecamatan Bergas merupakan kecamatan yang memiliki angka prevalensi tuberkulosis paru yang meningkat yaitu dari 38/100.000 penduduk menjadi 40,47/100.000 penduduk pada tahun 2016. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2017 dan bertujuan untuk menganalisis kejadian TB Paru secara spasial yang ditinjau dari faktor demografi dan lingkungan di wilayah kerja Puskesmas Bergas Kabupaten Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian explanatory research dengan menggunakan desain cross sectional. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis spasial. Berdasarkan analisis spasial, faktor demografi yang mempengaruhi kejadian TB paru di wilayah kerja Kecamatan Bergas yaitu kepadatan penduduk tinggi, kepadatan rumah yang tinggi, ketinggian wilayah, dan area buffer zone radius 2 km keberadaan industri. Simpulan penelitian ini yaitu kasus TB paru lebih banyak ditemukan di daerah dengan kepadatan penduduk tinggi, kepadatan rumah tinggi, ketinggian wilayah rendah dan buffer zone radius 2 km dari industri. Abstract Bergas was a sub-district that had an increased prevalence of pulmonary tuberculosis, which was from 38/ 100,000 population to 40.47/ 100,000 population in 2016. This study was conducted in 2017 and aims to analyze the incidence of pulmonary TB spatially in terms of demographic factors and environment in the work area of ​​Bergas Public Health Center, Semarang Regency. This research was an explanatory research used cross sectional design. Data analysis used univariate analysis and spatial analysis. Based on spatial analysis, demographic factors that influence the incidence of pulmonary TB in the work area of ​​Bergas Subdistrict were high population density, high house density, area height, and buffer zone area of ​​2 km radius of industrial presence. The conclusions of this study were that pulmonary TB cases were more common in areas with high population density, high house density, low altitude areas and a buffer zone of 2 km radius from the industry Keyword: Spatial Analysis, Pulmonary TB, Demographic Factors, Environment

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 99 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Luqman AlwiAfiliasi tidak diketahui3
Diah Rahmah PermatasariAfiliasi tidak diketahui3
Bertakalswa HermawatiAfiliasi tidak diketahui2
Dyah Mahendrasari SukendraAfiliasi tidak diketahui2
Aufiena Nur Ayu MerzistyaAfiliasi tidak diketahui2
Ari YuniastutiState University of Semarang2
Evi WidowatiAfiliasi tidak diketahui2
Palgunadi PalgunadiAfiliasi tidak diketahui2
Annisa Aulia SavitriAfiliasi tidak diketahui2
Ikhsan RamadhanAfiliasi tidak diketahui2
Jacklyn Mahardeka Putri ShermanAfiliasi tidak diketahui2
Nasywa Vebhe PranandariAfiliasi tidak diketahui2
Widya Kusuma WardhaniAfiliasi tidak diketahui2
Jemima Pradipta ApituleyAfiliasi tidak diketahui2
Anik Setyo WahyuningsihAfiliasi tidak diketahui1
Ummi Nur Laila SulistyaniAfiliasi tidak diketahui1
Widiana FebriantiAfiliasi tidak diketahui1
Santika Setya UtamiAfiliasi tidak diketahui1
Donna Ayuk TriyantoAfiliasi tidak diketahui1
Arindita ReinissaAfiliasi tidak diketahui1
Yuli YanaAfiliasi tidak diketahui1
Dini Eka AnggraeniAfiliasi tidak diketahui1
Nurmawati NurmawatiAfiliasi tidak diketahui1
Devi TriandariAfiliasi tidak diketahui1
Harizatul QudsiahAfiliasi tidak diketahui1
Al Asyhar Aahyu AzadyAfiliasi tidak diketahui1
Mira Andri AstutiAfiliasi tidak diketahui1
Mahalul AzamAfiliasi tidak diketahui1
Trinanda Agustina Sapta NingrumAfiliasi tidak diketahui1
Ismah Dwi CahyaniAfiliasi tidak diketahui1
Alya AgustiniAfiliasi tidak diketahui1
Anisa Yulia NafsiAfiliasi tidak diketahui1
Umy Hani ShalamahAfiliasi tidak diketahui1
Wiwid KomalasariAfiliasi tidak diketahui1
Ni'matul UlumiaAfiliasi tidak diketahui1
Yunita Dyah Puspita SantikAfiliasi tidak diketahui1
Arvia Dhitya MaharhaniAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Spasial Tuberkulosis Paru Ditinjau dari Faktor Demografi dan Lingkungan</dc:title>
	<dc:creator>Nugrahany, Alfina Dewi</dc:creator>
	<dc:creator>Rahayu, Sri Ratna</dc:creator>
	<dc:creator>Indrawati, Fitri</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak
Kecamatan Bergas merupakan kecamatan yang memiliki angka prevalensi tuberkulosis paru yang meningkat yaitu dari 38/100.000 penduduk menjadi 40,47/100.000 penduduk pada tahun 2016. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2017 dan bertujuan untuk menganalisis kejadian TB Paru secara spasial yang ditinjau dari faktor demografi dan lingkungan di wilayah kerja Puskesmas Bergas Kabupaten Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian explanatory research dengan menggunakan desain cross sectional. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis spasial. Berdasarkan analisis spasial, faktor demografi yang mempengaruhi kejadian TB paru &amp;nbsp;di wilayah kerja Kecamatan Bergas yaitu kepadatan penduduk tinggi, kepadatan rumah yang tinggi, ketinggian wilayah, dan area buffer zone radius 2 km keberadaan industri. Simpulan penelitian ini yaitu kasus TB paru lebih banyak ditemukan di daerah dengan kepadatan penduduk tinggi, kepadatan rumah tinggi, ketinggian wilayah rendah dan buffer zone radius 2 km dari industri.
&amp;nbsp;Abstract
Bergas was a sub-district that had an increased prevalence of pulmonary tuberculosis, which was from 38/ 100,000 population to 40.47/ 100,000 population in 2016. This study was conducted in 2017 and aims to analyze the incidence of pulmonary TB spatially in terms of demographic factors and environment in the work area of ​​Bergas Public Health Center, Semarang Regency. This research was an explanatory research used cross sectional design. Data analysis used univariate analysis and spatial analysis. Based on spatial analysis, demographic factors that influence the incidence of pulmonary TB in the work area of ​​Bergas Subdistrict were high population density, high house density, area height, and buffer zone area of ​​2 km radius of industrial presence. The conclusions of this study were that pulmonary TB cases were more common in areas with high population density, high house density, low altitude areas and a buffer zone of 2 km radius from the industry
Keyword :&amp;nbsp;Spatial Analysis, Pulmonary TB, Demographic Factors, Environment</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2018-10-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Text</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/https%3A%2F%2Fdoi.org%2F10.15294%2Fhigeia%2Fv2i3%2F18339</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/higeia.v2i3.18339</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development); Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA; 429-440</dc:source>
	<dc:source>2541-5581</dc:source>
	<dc:source>2541-5603</dc:source>
	<dc:source>10.15294/higeia.v2i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/https%3A%2F%2Fdoi.org%2F10.15294%2Fhigeia%2Fv2i3%2F18339/11743</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)</dc:rights>
</oai_dc:dc>