Jurnal
Kinerja Petugas Surveilans Kesehatan dalam Upaya Penanggulangan Demam Berdarah Dengue
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 2 No. 2 (2018) · hlm. 260–271
- ISSN
- 2541-5581, 2541-5603
- Terbit
- 2018-04-30
- Penerbit
- Universitas Negeri Semarang
- Bahasa
- eng
Abstrak
Abstrak Pemerintah Kota Semarang melakukan upaya pengendalian kasus DBD dengan pembentukan Petugas Surveilans Kesehatan (Gasurkes) DBD sesuai Perda Kota Semarang Nomor 5 Tahun 2010. Kelurahan Meteseh dan Kelurahan Tembalang merupakan dua kelurahan yang menyumbang IR tertinggi. IR Kelurahan Meteseh tahun 2015 sebanyak 236,24/100.000 dan tahun 2016 sebanyak 241,96/100.000. IR Kelurahan Tembalang tahun 2015 sebanyak 246,22/100.000 dan tahun 2016 sebanyak 504,39/100.000. Tujuan penelitian untuk menganalisis kinerja Gasurkes dalam upaya penanggulangan DBD di kelurahan endemis. Jenis penelitian merupakan penelitian kualitatif dengan rancangan deskriptif diperoleh dengan wawancara mendalam kepada 4 informan utama dan 7 informan triangulasi ditentukan dengan teknik purposive sampling. Hasil menunjukkan pengetahuan Gasurkes kurang baik, terdapat persepsi baik, kurangnya motivasi, belum diberlakukannya imbalan, dukungan lingkungan sosial ekonomi politik yang belum optimal, proses kepemimpinan yang belum optimal, beban kerja yang belum merata, tenaga yang belum mencukupi dan sarana yang sudah mencukupi. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa kinerja Gasurkes dalam upaya penanggulangan DBD di kelurahan endemis belum optimal. Abstract Semarang government made efforts to control DHF cases with the formation of health surveillance officers (Gasurkes) according to semarang city local regulation number 5 of 2010. Meteseh and tembalang urban village contributed the highest IR. The IR of Meteseh urban village in 2015 were 236,24/100.000 and 241,96/100.000 in 2016. The IR of Tembalang Village in 2015 were 246,22/100.000 and 504,39/100.000 in 2016. The purpose of this research was to analyze the performance of in effort to prevent DHF in endemic village. The type of this research was qualitative research with descriptive design obtained by in-depth interview to 4 main informant and 7 triangulation informant were determined by purposive sampling technique. The result showed that the knowledge of Gasurkes was not good, there was good perception, lack of motivation, unenacted reward, socio-economic environment support not optimal, leadership process had not optimal, uneven workload, insufficient staff and sufficient facilities. The conclusions of the research showed that the performance of Gasurkes in the effort of DHF prevention in endemic village had not optimal. Keyword: Performance, Gasurkes, DHF Effort Prevention
Jaringan kolaborasi para penulis
40 penulis · 81 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- State University of Semarang
- Universitas Raharja
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Efa Nugroho | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Bertakalswa Hermawati | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Sofwan Indarjo | State University of Semarang | 2 |
| Agus Raharjo | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Oktia Woro Kasmini H | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Aer Sondari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ayu Imade Rosdiana | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Aminatuz Zuhriyah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Triyanik Istikomah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Isna Lutfiyatul Faizah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Intan Nurjannah Pratiwi Trisna | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ais Dafitri | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nur Azizah | Universitas Raharja | 1 |
| Bunga Ifatun Nisa | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Laila Dwi Darmayanti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Mahalul Azam | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Anastasia Kinanti Sekar | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Namira Aulia Rahmakusuma | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Yunita Riyani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Fiki Hidayati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| iga kusuma wardhani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Tri Hartiyanti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Masykur_ Sahid | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Taufiq Hidayah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Okfian Setiaji | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Andry Akhiruyanto | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nurnamira Nurnamira | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nasuka Nasuka | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Assagaf Tonangi Guntur | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sultan Akbar Ibrahim | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Alfiana Ainun Nisa | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Erry H Kamka | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Erina Slamet Saputri | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Dwi Yunanto Hermawan | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Heny Widyaningrum | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Eko Farida | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Aurima Hanun Kusuma | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Muhamad Syaiful Bachri Al Yunus | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.