Jurnal
Efektivitas Biaya Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 2 No. 4 (2018) · hlm. 622–633
- ISSN
- 2541-5581, 2541-5603
- Terbit
- 2018-10-31
- Penerbit
- Universitas Negeri Semarang
- Bahasa
- eng
Abstrak
Abstrak Biaya yang dihabiskan untuk penyakit katastropik hingga semester I tahun 2017 telah mencapai Rp 12,7 trilliun atau 24,81% dari total biaya rumah sakit. Jumlah peserta Prolanis Puskesmas Karangduren sebanyak 46 peserta dengan RPPRB sebesar 92,60% dan Patrang sebanyak 45 orang dengan RPPRB sebesar 42,96%. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas biaya Prolanis pada Puskesmas Karangduren dan Patrang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian dilakukan pada bulan September 2017 sampai dengan Oktober 2017. Data diperoleh dengan studi dokumentasi dan wawancara pada penanggung jawab Prolanis, bagian keuangan JKN dan tata usaha. Hasil penelitian menunjukkan input Prolanis pada Puskesmas Karangduren dan Patrang yakni ketersediaan SDM dan dana untuk Prolanis yang tidak keluar, serta kegiatan home visit belum terlaksana karena tidak adanya dana untuk transport petugas dan kurangnya SDM home visit. Hanya peserta Prolanis Puskesmas Patrang dengan riwayat hipertensi telah mencapai indikator 75%. Simpulan penelitian ini adalah efektivitas biaya Prolanis Puskesmas Karangduren lebih efektif dibandingkan Puskesmas Patrang. Abstract The cost was spent for catastrophic disease until first semester of 2017 have reached Rp 12.7 trillion or 24.81% of the total cost hospital. The amount participants of Prolanis Karangduren primary health care was 46 participants with RPPRB of 92.60% and Patrang was 45 participants with RPPRB of 42.96%. The purpose of this study was to analyze the cost effectiveness of Prolanis at Karangduren and Patrang primary health care. The study was a descriptive design. This study was conducted from September until October 2017. Data was collected by documentation and interview of Prolanis officer, finance JKN and administration staff. The results showed Prolanis input on Karangduren and Patrang primary health care were the availability of human resources and the fund that do come out,, and home visit activity had not been done yet. Only Prolanis participants of Patrang primary health care with the history of hypertension has reached 75% indicator every month. The cost effectiveness Prolanis Karangduren primary health care more effective was compared to Patrang primary health care. Keyword: Prolanis, Program, Cost Effectiveness
Jaringan kolaborasi para penulis
30 penulis · 54 tautan kepenulisan bersama · 2 lintas organisasi
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- Universitas Indraprasta PGRI
- State University of Malang
- National Research and Innovation Agency
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Rezky Permata Sari | Universitas Indraprasta PGRI | 2 |
| Anna Rufaidah | Universitas Indraprasta PGRI | 2 |
| Dwiki Yessi Farantika | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Wachidatul Linda Yuhanna | State University of Malang | 1 |
| Raras Setyo Retno | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Tusyanah Tusyanah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Rizka Andriyati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Edy Suryanto | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Moch Faizal Rachmadi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Lucia Muslimin | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Andi Tenrigau Bangsawan | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Bravianty Agustine Praja | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Yennike Tri Herawati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| R. Susanti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Siti Harnina Bintari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Erna Andriaswati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Michael Jeremi Purwanto | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Khusnul Khotimah | National Research and Innovation Agency | 1 |
| Deky Aji Suseno | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Yozi Aulia Rahman | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Fafurida Fafurida | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Usrek Tani Utina | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| . Supriyadi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Muhammad Alfreda Daib Insan Labib | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Semaun Al Usman | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Istiqomatul Hayati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Adham bin Aman | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.