Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Implementasi Kebijakan Permenkes Nomor 67 Tahun 2016 tentang Penanggulangan Tuberkulosis

HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 2 No. 2 (2018) · hlm. 307–319

DOI
10.15294/higeia.v2i2.21291
ISSN
2541-5581, 2541-5603
Terbit
2018-04-30
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

ABSTRAK TB merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dan salah satu penyebab kematian, sehingga perlu dilaksanakan program penanggulangan TB secara berkesinambungan. Tujuan penelitian adalah menganalisis implementasi kebijakan tentang penanggulangan TB di Kota Tegal. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik pengambilan informan secara purposive sampling. Informan utama yaitu pengelola program TB di fasyankes dan petugas analis di fasyankes. Uji validitas dengan triangulasi sumber kepada pengelola program TB Dinkes Kota Tegal, kepala fasyankes dan paseien tuberkulosis.Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan implementasi kebijakan ini belum berjalan secara maksimal. Dari empat variabel yang berpengaruh dalam pelaksanaan implementasi kebijakan yaitu kemampuan implementor kebijakan; sumber daya; hubungan organisai; dan kondisi lingkungan, masih terdapat dua variabel yang belum berjalan secara maksimal sehingga menghambat pelaksanaan implementasi ini. Dua hal tersebut adalah sumber daya kebijkan yang belum sepenuhnya terpenuhi, dan kurangnya dukungan masyarakat dalam penanggulangan TB. Saran yang diberikan yaitu melanjutkan pelaksanaan program penanggulangan tuberkulosis di puskesmas Kota Tegal yang telah terlaksana agar program tersebut dapat terus berjalan secara maksimal. ABSTRACT TB is a contagious disease that is still a public health problem and one of the causes of death, so that the need for continuous TB prevention program. The purpose of this research is to analyze the implementation of policy on TB prevention in Tegal City. This research type is qualitative research with technique of taking informant by purposive sampling. The main informants are TB program managers in fasyankes and analyst officers in fasyankes. Validity test with triangulation of source to TB program manager of Tegal City Health Office, head of fasyankes and paseien tuberculosis. The result of the research shows that the implementation of this policy implementation has not run maximally yet. Of the four influential variables in the implementation of policy implementation: the ability of policy implementers; resource; organizational relationships; and environmental conditions, there are still two variables that have not run optimally thereby hampering implementation of this implementation. Two of these are unfulfilled policy resources, and lack of community support for TB control. Suggestion given is continuing the implementation of tuberculosis prevention program at puskesmas of Tegal City which has been done so that the program can keep running maximally. Keyword: Implementation, Policy, Countermeasures, Tuberculosis

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 81 tautan kepenulisan bersama · 3 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Mahidol University
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Efa NugrohoAfiliasi tidak diketahui3
Bambang Budi RaharjoAfiliasi tidak diketahui2
Annisa Novanda Maharani UtamiAfiliasi tidak diketahui2
Bertakalswa HermawatiAfiliasi tidak diketahui2
Evi WidowatiAfiliasi tidak diketahui2
Oktia Woro Kasmini HandayaniAfiliasi tidak diketahui2
Arum SiwiendrayantiState University of Semarang1
‪Eram Tunggul Pawenang‬State University of Semarang1
Shobiechah Aldillah WulandhariMahidol University1
Rita AndayaniAfiliasi tidak diketahui1
Susi Dwi Maret TatiAfiliasi tidak diketahui1
Ayu Imade RosdianaAfiliasi tidak diketahui1
Aminatuz ZuhriyahAfiliasi tidak diketahui1
Aniesah AmieratunnisaAfiliasi tidak diketahui1
Khusnuddin KhusnuddinAfiliasi tidak diketahui1
Mmustafa Daru AffandiAfiliasi tidak diketahui1
Irwan BudionoAfiliasi tidak diketahui1
Lukman FauziAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad AzinarAfiliasi tidak diketahui1
Maulina IstighfarohAfiliasi tidak diketahui1
Zahra Amalia GardynaAfiliasi tidak diketahui1
Anna NugrahaniAfiliasi tidak diketahui1
Yulia SantiAfiliasi tidak diketahui1
Ratna AnjelikaAfiliasi tidak diketahui1
Septiana Rahma SantiAfiliasi tidak diketahui1
Diva Nadia H. SakkaAfiliasi tidak diketahui1
Linuria Asra LailyAfiliasi tidak diketahui1
Hayu Retno ParamestiAfiliasi tidak diketahui1
Rico Novian YuswantoroAfiliasi tidak diketahui1
Annisa Vira Nurul MutoharohAfiliasi tidak diketahui1
Fika Khikma FianaAfiliasi tidak diketahui1
Hamidah LismianaAfiliasi tidak diketahui1
Nur Aini AnisaAfiliasi tidak diketahui1
Hikmah Resti UlfianaAfiliasi tidak diketahui1
Nazla Nuril IlmiAfiliasi tidak diketahui1
Qurrotu AinyAfiliasi tidak diketahui1
Azi RiskiyantoAfiliasi tidak diketahui1
Annida Octavia RahmanAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Implementasi Kebijakan Permenkes Nomor 67 Tahun 2016 tentang Penanggulangan Tuberkulosis</dc:title>
	<dc:creator>Faradis, Naili Akrima</dc:creator>
	<dc:creator>Indarjo, Sofwan</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK
TB merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dan salah satu penyebab kematian, sehingga perlu dilaksanakan program penanggulangan TB secara berkesinambungan. Tujuan penelitian adalah menganalisis implementasi kebijakan tentang penanggulangan TB di Kota Tegal. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik pengambilan informan secara purposive sampling. Informan utama yaitu pengelola program TB di fasyankes dan petugas analis di fasyankes. Uji validitas dengan triangulasi sumber kepada pengelola program TB Dinkes Kota Tegal, kepala fasyankes dan paseien tuberkulosis.Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan implementasi kebijakan ini belum berjalan secara maksimal. Dari empat variabel yang berpengaruh dalam pelaksanaan implementasi kebijakan yaitu kemampuan implementor kebijakan; sumber daya; hubungan organisai; dan kondisi lingkungan, masih terdapat dua variabel yang belum berjalan secara maksimal sehingga menghambat pelaksanaan implementasi ini. Dua hal tersebut adalah sumber daya kebijkan yang belum sepenuhnya terpenuhi, dan kurangnya dukungan masyarakat dalam penanggulangan TB. Saran yang diberikan yaitu melanjutkan pelaksanaan program penanggulangan tuberkulosis di puskesmas Kota Tegal yang telah terlaksana agar program tersebut dapat terus berjalan secara maksimal.
&amp;nbsp;
ABSTRACT
TB is a contagious disease that is still a public health problem and one of the causes of death, so that the need for continuous TB prevention program. The purpose of this research is to analyze the implementation of policy on TB prevention in Tegal City. This research type is qualitative research with technique of taking informant by purposive sampling. The main informants are TB program managers in fasyankes and analyst officers in fasyankes. Validity test with triangulation of source to TB program manager of Tegal City Health Office, head of fasyankes and paseien tuberculosis. The result of the research shows that the implementation of this policy implementation has not run maximally yet. Of the four influential variables in the implementation of policy implementation: the ability of policy implementers; resource; organizational relationships; and environmental conditions, there are still two variables that have not run optimally thereby hampering implementation of this implementation. Two of these are unfulfilled policy resources, and lack of community support for TB control. Suggestion given is continuing the implementation of tuberculosis prevention program at puskesmas of Tegal City which has been done so that the program can keep running maximally.
&amp;nbsp;Keyword: Implementation, Policy, Countermeasures, Tuberculosis</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2018-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/21291</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/higeia.v2i2.21291</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development); Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA; 307-319</dc:source>
	<dc:source>2541-5581</dc:source>
	<dc:source>2541-5603</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/21291/10865</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)</dc:rights>
</oai_dc:dc>