Jurnal
Faktor Risiko Lingkungan Kejadian Kusta
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 2 No. 3 (2018) · hlm. 352–362
- ISSN
- 2541-5581, 2541-5603
- Terbit
- 2018-10-26
- Penerbit
- Universitas Negeri Semarang
- Bahasa
- eng
Abstrak
Abstrak Jumlah penderita kusta di kota Semarang pada tahun 2017 sebanyak 68 dan di Puskesmas Bandarharjo sebanyak 33 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara faktor risiko lingkungan dengan kejadian kusta di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo tahun 2018. Penelitian dilakukan pada Mei 2018. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan kasus-kontrol. Besar sampel masing-masing kelompok adalah 29 responden, diambil dengan teknik purposive sampling. Data diolah menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan antara ketinggian lantai (p-value= 0,008), kepadatan hunian kamar (p-value= 0,002), luas ventilasi (p-value= 0,015), kebiasaan membuka jendela (p-value= 0,032), jenis lantai (p-value= 0,007), jenis dinding (p-value= 0,004), riwayat kontak serumah (p-value= 0,002) dan status ekonomi (p-value= 0,002) dengan kejadian kusta. Ketinggian lantai, kepadatan hunian kamar kamar, luas ventilasi rumah, kebiasaan membuka jendela rumah, jenis lantai, jenis dinding, riwayat kontak serumah dan status ekonomi merupakan faktor risiko kejadian kusta di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo. Abstract The number of leprosy patients in the city of Semarang in 2017 was 68 cases and at Bandarharjo Health Center was 33 cases. The purpose of this study was to determine the relationship between environmental risk factors with the incidence of leprosy in Bandarharjo Health Center’s work area in 2018. The study was conducted in May 2018. This research was analytic observational with case-control approach. The samples of each case and control groups were 29 taken by purposive sampling. Data were processed using chi-square test and logistic regression. The result shows that there was correlation between floor height (p-value= 0,008), occupancy density (p-value= 0,002), ventilation area (p-value= 0,015), habit of opening window (p-value= 0,032), floor type (p-value= 0,007), type of wall (p-value= 0,004), household contact history (p-value= 0,002) and economic status (p-value= 0,002) with the incidence of leprosy. Floor height, occupancy density, ventilation area, habit of opening window, floor type, type of wall, household contact history and economic status were risk factors of leprosy in Bandarharjo Health Center’s work area. Keyword: Risk Factors, Environment, Incidence of leprosy
Jaringan kolaborasi para penulis
40 penulis · 116 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- State University of Semarang
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Mahalul Azam | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Widya Hary Cahyati | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Arum Siwiendrayanti | State University of Semarang | 2 |
| Adinda Mayhana Pramesti | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Irwan Budiono | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Tandiyo Rahayu | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Oktia Woro Kasmini Handayani | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Widya Hari Cahyati | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Alfiana Ainun Nisa | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Eram Tunggul Pawenang | State University of Semarang | 1 |
| Ferry Nurhandoko | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Hapsari Dyah Ayuhani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nur Rohmawati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Hasty Widyastari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Diah Indriyani Novtasari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Erika Prihatiningsih | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Muhammad Hakam Arifin | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ina Yuliana | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nita Suryaningsih | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Lukman Fauzi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ahsana Sayidatil Arifah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Chyntia Olyvia Rizki Herwianti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Rizky Zidni Fadhilah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Melinda Pebriyana Hastari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Maria Magdalena Dewi S | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Efa Nugroho | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Linuria Asra Laily | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Annisa Novanda Maharani Utami | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Cahyani Wulan Suci | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Tutuk Wijayantiningrum | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Puput Ediyarsari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Windy Widyanti Kusuma | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Arika Widya Rahmawati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Lutfi Muzaqi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Fifti Istiklaili | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Tri Prapto Kurniawan | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Agus Sapta Eka Waluya | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Diyan Argani Kusumaningtyas | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.