Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Zona Kerentanan Kejadian Leptospirosis Ditinjau dari Sisi Lingkungan

HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 2 No. 3 (2018) · hlm. 498–509

DOI
10.15294/higeia.v2i3.23624
ISSN
2541-5581, 2541-5603
Terbit
2018-10-30
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Abstrak Leptospirosis merupakan infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Salah satu faktor yang mempengaruhi kejadian Leptospirosis di wilayah Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang tahun 2014-2018 adalah faktor risiko lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan penentuan zona kerentanan faktor risiko lingkungan kejadian Leptospirosis berupa keberadaan tanda-tanda tikus, wilayah tergenang pasca hujan, keberadaan sungai, tempat pembuangan sampah sementara, keberadaan selokan/parit di wilayah Kecamatan Gajahmungkur. Jenis penelitian ini berupa penelitian deskriptif kuantitatif berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan objek penelitian faktor risiko lingkungan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei tahun 2018. Hasil penelitian penentuan zona kerentanan faktor risiko lingkungan kejadian Leptospirosis di Kecamatan Gajahmungkur menunjukkan bahwa variabel penelitian yang diteliti banyak terjadi pada 3 kelurahan yaitu Kelurahan Sampangan, Kelurahan Bendan Ngisor, dan Kelurahan Bendan Duwur. Pada 3 kelurahan tersebut sangat rentan terhadap penyebaran bakteri Leptospira pada lingkungan. Simpulan penelitian adalah bahwa penentuan titik zona kerentanan merata di seluruh Kecamatan Gajahmungkur. Keberadaan tanda-tanda tikus merupakan faktor risiko lingkungan yang sangat rentan terhadap variabel lainnya. Abstract Leptospirosis is an acute infection caused by Leptospira bacteria. One of the factors influencing the incidence of Leptospirosis in Gajahmungkur District of Semarang City 2014-2018 is environmental risk factor. This study aimed to explain the determination of vulnerability zone of Leptospirosis environmental risk factors in the form of existence of rat’s signs, water logged area after rain, the existence of river, temporary garbage disposal, and the existence of ditch in Gajahmungkur district area. It was a quantitative descriptive study using Geographic Information System (GIS) with environmental risk factors as objects. This study was conducted on May 2018. The results showed that the variables studied were occur in 3 urban villages,i.e. Sampangan, Bendan Ngisor and Bendan Duwur. They are highly full vulnerable to the spread of Leptospira bacteria in the environment. It can be concluded that the determination of vulnerability zone is evenly distributed throughout Gajahmungkur district. The presence of rats signs is an environmental risk factor that affects other variables. Keyword: Environmental factors, susceptibility zones, Leptospirosis

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 78 tautan kepenulisan bersama · 3 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Mahidol University
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
‪Eram Tunggul Pawenang‬State University of Semarang2
Yuni WijayantiAfiliasi tidak diketahui2
Adinda Mayhana PramestiAfiliasi tidak diketahui2
Anik Setyo WahyuningsihAfiliasi tidak diketahui2
Sofwan IndarjoState University of Semarang1
Shobiechah Aldillah WulandhariMahidol University1
Ferry NurhandokoAfiliasi tidak diketahui1
Dyah Mahendrasari SukendraAfiliasi tidak diketahui1
Fitriana PuspitaraniAfiliasi tidak diketahui1
Widya Hary CahyatiAfiliasi tidak diketahui1
Siti Ainun NadhirohAfiliasi tidak diketahui1
Dian FitrianaAfiliasi tidak diketahui1
Ike RahayuAfiliasi tidak diketahui1
Tri Putri Nur MilatiAfiliasi tidak diketahui1
Citra Ayu AnandaAfiliasi tidak diketahui1
Ghinan Khairun NisaAfiliasi tidak diketahui1
Chofifatul UlyaAfiliasi tidak diketahui1
Resafina Melinda SadomoAfiliasi tidak diketahui1
Shanti Dwi RahmawatiAfiliasi tidak diketahui1
Zidni FauziyahAfiliasi tidak diketahui1
Agyta KarantikaAfiliasi tidak diketahui1
Linanda Amalia PertiwiAfiliasi tidak diketahui1
Lukmanul KhakimAfiliasi tidak diketahui1
Lutfi MuzaqiAfiliasi tidak diketahui1
Fifti IstiklailiAfiliasi tidak diketahui1
Tri Prapto KurniawanAfiliasi tidak diketahui1
Agus Sapta Eka WaluyaAfiliasi tidak diketahui1
Diyan Argani KusumaningtyasAfiliasi tidak diketahui1
Dina MudrikahAfiliasi tidak diketahui1
Mita OktafianAfiliasi tidak diketahui1
Palupi Wahyu UtamiAfiliasi tidak diketahui1
Marliana Eka Puji LestariAfiliasi tidak diketahui1
Dewi Ratih RamadhaniAfiliasi tidak diketahui1
M. Nur Alvin MubarokAfiliasi tidak diketahui1
Inda Zumalat Dawil MaulidahAfiliasi tidak diketahui1
Kurnia RahmawatiAfiliasi tidak diketahui1
Siti FatimahAfiliasi tidak diketahui1
Agnes Intan IrianiAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Zona Kerentanan Kejadian Leptospirosis Ditinjau dari Sisi Lingkungan</dc:title>
	<dc:creator>Nurhandoko, Fery</dc:creator>
	<dc:creator>Siwiendrayanti, Arum</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak
Leptospirosis merupakan infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Salah satu faktor yang mempengaruhi kejadian Leptospirosis di wilayah Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang tahun 2014-2018 adalah faktor risiko lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan penentuan zona kerentanan faktor risiko lingkungan kejadian Leptospirosis berupa keberadaan tanda-tanda&amp;nbsp; tikus, wilayah tergenang pasca hujan, keberadaan sungai, tempat pembuangan sampah sementara, keberadaan selokan/parit di wilayah Kecamatan Gajahmungkur. Jenis penelitian ini berupa penelitian deskriptif kuantitatif berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan objek penelitian faktor risiko lingkungan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei tahun 2018. Hasil penelitian penentuan zona kerentanan faktor risiko lingkungan kejadian Leptospirosis di Kecamatan Gajahmungkur menunjukkan bahwa variabel penelitian yang diteliti banyak terjadi pada 3 kelurahan yaitu Kelurahan Sampangan, Kelurahan Bendan Ngisor, dan Kelurahan Bendan Duwur. Pada 3 kelurahan tersebut sangat rentan terhadap penyebaran bakteri Leptospira pada lingkungan. Simpulan penelitian adalah bahwa penentuan titik zona kerentanan merata di seluruh Kecamatan Gajahmungkur. Keberadaan tanda-tanda tikus merupakan faktor risiko lingkungan yang sangat rentan terhadap variabel lainnya.
&amp;nbsp;Abstract
Leptospirosis is an acute infection caused by Leptospira bacteria. One of the factors influencing the incidence of Leptospirosis in Gajahmungkur District of Semarang City 2014-2018 is environmental risk factor. This study aimed to explain the determination of vulnerability zone of Leptospirosis environmental risk factors in the form of existence of rat’s signs, water logged area after rain, the existence of river, temporary garbage disposal, and the existence of ditch in Gajahmungkur district area. It was a quantitative descriptive study using Geographic Information System (GIS) with environmental risk factors as objects. This study was conducted on May 2018. The results showed that the variables studied were occur in 3 urban villages,i.e. Sampangan, Bendan Ngisor and Bendan Duwur. They are highly full vulnerable to the spread of Leptospira bacteria in the environment. It can be concluded that the determination of vulnerability zone is evenly distributed throughout Gajahmungkur district. The presence of rats signs is an environmental risk factor that affects other variables.
&amp;nbsp;Keyword :&amp;nbsp;Environmental factors, susceptibility zones, Leptospirosis</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2018-10-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">text</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/23624</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/higeia.v2i3.23624</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development); Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA; 498-509</dc:source>
	<dc:source>2541-5581</dc:source>
	<dc:source>2541-5603</dc:source>
	<dc:source>10.15294/higeia.v2i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/23624/11730</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)</dc:rights>
</oai_dc:dc>