Jurnal
Perilaku Merokok pada Remaja Umur 13-14 Tahun
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 2 No. 3 (2018) · hlm. 396–405
- ISSN
- 2541-5581, 2541-5603
- Terbit
- 2018-10-26
- Penerbit
- Universitas Negeri Semarang
- Bahasa
- eng
Abstrak
Abstrak Merokok masih menjadi masalah kesehatan di kalangan remaja. Diperkirakan dari 70 juta anak Indonesia, 37% diantaranya adalah perokok. Remaja adalah tahap dimana masih mencari jati diri, ingin mencoba hal baru, dan mudah terpengaruh terhadap lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Candirejo pada Bulan Desember 2017. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran perilaku merokok pada remaja. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dengan desain studi crossectional. Sampel yang ditetapkan sebesar 30 sampel dengan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 14 (46%) adalah perokok. Alasan merokok dikarenakan pengaruh teman, serta keinginan ingin mencoba. Umur pertama kali merokok yaitu sebanyak 2 (7%) remaja mulai merokok sejak SD umur 10 tahun, sebanyak 8 (27%) remaja laki-laki mulai merokok sejak SMP umur 13-14 tahun, dan 1 (3%) orang remaja mulai merokok sejak SMA umur 16 tahun. Simpulan penelitian ini yaitu faktor yang mempengaruhi remaja merokok diantaranya jenis kelamin, teman sebaya, lingkungan sekitar dan hasrat ingin mencoba. Abstract Smoking is still a health problem among teenagers. It was estimated that from 70 million Indonesian children, 37% of them are smokers. Teenagers were in the stage still looking for identity, want something new, and easy to tell the environment. This research was conducted in Candirejo Village in December 2017. The purpose of this research was to know the behavior of smoking in adolescent. The type of this research was quantitative descriptive with crossectional study design. The sample was 30 samples with simple random sampling technique. The instrument used a questionnaire. The results showed that as many as 14 (46%) are smokers with priority seizures due to friend integration, as well as usability. The first time smokers were as many as 2 (7%) teenagers started smoking since elementary school age 10 years, as many as 8 (27%) of teenagers started smoking since junior age 13-14 years, and 1 (3%) teens start smoking since high school is 16 years old. The conclusions of this study are the factors that affect teenagers, peers, the environment and other desires. Keyword: Behavior, Smoking, Teenagers
Jaringan kolaborasi para penulis
40 penulis · 89 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- State University of Semarang
- Universitas Halu Oleo
- Diponegoro University
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Oktia Woro Kasmini Handayani | Afiliasi tidak diketahui | 5 |
| Intan Zainafree | Afiliasi tidak diketahui | 5 |
| Nur Siyam | Afiliasi tidak diketahui | 4 |
| Dina Nur Anggraini Ningrum | Afiliasi tidak diketahui | 4 |
| Mahalul Azam | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Evi Widowati | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Ari Yuniastuti | State University of Semarang | 3 |
| Yuni Wijayanti | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Wandah Wibawanto | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Natalia Desy Putriningtyas | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Margareta Rahayuningsih | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Russiska Russiska | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Hanif Pandu Suhito | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Sri Ratna Rahayu | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Casmuti Casmuti | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Eko Farida | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Edy Karno | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Abdullah Igo B.D | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Rusni Fitri Y. Rusman | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| M Aldi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Zaenal HM | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Noviani Munsir | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Andi Niartiningsih | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Muhtazib Muhtazib | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nurul Hidayah Nur | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Muamal Gadafi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Mukhsar Mukhsar | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Fahinu Fahinu | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Mukti Zainuddin | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Alfa F. P. Nelwan | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Selvia Mayka Syahputri | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Karima Jafina Azka Anjali | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Agus Riyanto | Diponegoro University | 1 |
| Devita Uzlah Sibarani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ika Utami | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Tri Septa Anggraini | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.