Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Perilaku Masyarakat dalam Penggunaan Temephos

HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 3 No. 1 (2019) · hlm. 155–163

DOI
10.15294/higeia.v3i1.28665
ISSN
2541-5581, 2541-5603
Terbit
2019-01-31
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

DBD adalah masalah di Indonesia. Pada tahun 2017 IR DBD sebesar 18,14/100.000 dengan jumlah penderita sebanyak 299 kasus. Kota Semarang adalah daerah endemis DBD. Gunungpati adalah kecamatan yang memiliki insiden DBD tinggi, yang setiap tahun selalu ditemukan penderita DBD. Gunungpati adalah daerah yang sangat potensial untuk DBD, karena memiliki mobilitas penduduk yang tinggi, perilaku PSN yang kurang memadai, dan beberapa petugas kesehatan menjual abate (temephos) tanpa memberi tahu dosis yang sesuai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap terhadap praktik masyarakat dalam penggunaan temephos untuk memberantas larva Aedes aegypti. Jenis penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang berada di Kelurahan Sekaran, Patemon, Kalisegoro, dan Sukorejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang pada tahun 2018. Besar sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 200 sampel, dengan ketentuan masing-masing Kelurahan diwakili oleh 50 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan praktik masyarakat dalam penggunaan temephos (p=0,0001), serta ada hubungan antara sikap dengan praktik masyarakat dalam penggunaan temephos (p=0,0001).

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 103 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Diponegoro University
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Oktia Woro Kasmini HandayaniAfiliasi tidak diketahui5
Intan ZainafreeAfiliasi tidak diketahui5
Dina Nur Anggraini NingrumAfiliasi tidak diketahui4
Mahalul AzamAfiliasi tidak diketahui3
Evi WidowatiAfiliasi tidak diketahui3
Ari YuniastutiState University of Semarang3
Yuni WijayantiAfiliasi tidak diketahui3
Sri Ratna RahayuAfiliasi tidak diketahui3
Wandah WibawantoAfiliasi tidak diketahui2
Natalia Desy PutriningtyasAfiliasi tidak diketahui2
Margareta RahayuningsihAfiliasi tidak diketahui2
Russiska RussiskaAfiliasi tidak diketahui2
Hanif Pandu SuhitoAfiliasi tidak diketahui2
Casmuti CasmutiAfiliasi tidak diketahui2
Eko FaridaAfiliasi tidak diketahui2
Lukman FauziAfiliasi tidak diketahui2
Fitri IndrawatiAfiliasi tidak diketahui2
Dyah Mahendrasari SukendraAfiliasi tidak diketahui2
Selvia Mayka SyahputriAfiliasi tidak diketahui1
Karima Jafina Azka AnjaliAfiliasi tidak diketahui1
Agus RiyantoDiponegoro University1
Devita Uzlah SibaraniAfiliasi tidak diketahui1
Ika UtamiAfiliasi tidak diketahui1
Tri Septa AnggrainiAfiliasi tidak diketahui1
Arum SiwiendrayantiState University of Semarang1
Siti Ainun NadhirohAfiliasi tidak diketahui1
Eka Radiyani OktaviaAfiliasi tidak diketahui1
Fatehah Rahma AgustinAfiliasi tidak diketahui1
Nandito Mapian MagaiAfiliasi tidak diketahui1
Sigit Ambar WidyawatiAfiliasi tidak diketahui1
Ni'mal MunaAfiliasi tidak diketahui1
Mirnawati MirnawatiAfiliasi tidak diketahui1
Nurfitriani NurfitrianiAfiliasi tidak diketahui1
Febriana Maya ZulfiariniAfiliasi tidak diketahui1
Merlinda Permata SariAfiliasi tidak diketahui1
Daryati DaryatiAfiliasi tidak diketahui1
Annisa Putri FatmasariAfiliasi tidak diketahui1
Aldi Nugroho SetyopambudiAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Perilaku Masyarakat dalam Penggunaan Temephos</dc:title>
	<dc:creator>Cahyati, Widya Hary</dc:creator>
	<dc:creator>Siyam, Nur</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">DBD adalah masalah di Indonesia. Pada tahun 2017 IR DBD sebesar 18,14/100.000 dengan jumlah penderita sebanyak 299 kasus. Kota Semarang adalah daerah endemis DBD. Gunungpati adalah kecamatan yang memiliki insiden DBD tinggi, yang setiap tahun selalu ditemukan penderita DBD. Gunungpati adalah daerah yang sangat potensial untuk DBD, karena memiliki mobilitas penduduk yang tinggi, perilaku PSN yang kurang memadai, dan beberapa petugas kesehatan menjual abate (temephos) tanpa memberi tahu dosis yang sesuai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap terhadap praktik masyarakat dalam penggunaan temephos untuk memberantas larva Aedes aegypti. Jenis penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang berada di Kelurahan Sekaran, Patemon, Kalisegoro, dan Sukorejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang pada tahun 2018. Besar sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 200 sampel, dengan ketentuan masing-masing Kelurahan diwakili oleh 50 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan praktik masyarakat dalam penggunaan temephos (p=0,0001), serta &amp;nbsp;ada hubungan antara sikap dengan praktik masyarakat dalam penggunaan temephos (p=0,0001).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2019-01-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/28665</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/higeia.v3i1.28665</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development); Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019; 155-163</dc:source>
	<dc:source>2541-5581</dc:source>
	<dc:source>2541-5603</dc:source>
	<dc:source>10.15294/higeia.v3i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/28665/12719</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)</dc:rights>
</oai_dc:dc>