Jurnal
Pencarian Pengobatan Krioterapi pada Wanita IVA Positif
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 3 No. 3 (2019) · hlm. 479–491
- ISSN
- 2541-5581, 2541-5603
- Terbit
- 2019-07-31
- Penerbit
- Universitas Negeri Semarang
- Bahasa
- eng
Abstrak
Abstrak IVA positif merupakan ditemukannya bercak putih (acetowhite) pada ephitelium serviks. Krioterapi merupakan pengobatan dengan menghancurkan sel abnormal. Di Kota Semarang ada 50 wanita IVA positif yang dirujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjutan untuk mendapatkan pengobatan. Dari 50 wanita IVA Positif, 14 diantaranya melakukan pengobatan Krioterapi dan 36 diantaranya melakukan pengobatan sendiri, beberapa tidak melakukan rujukan atau pengobatan meski ada keluhan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pencarian pengobatan Krioterapi pada wanita IVA positif. Jenis penelitian ini analitik observasional dengan desain cross-sectional yang melibatkan 50 sampel. Instrumen yang digunakan dengan angket. Analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan (p=0,003), keyakinan terhadap Krioterapi (p=0,045), ketersediaan pengobatan Krioterapi (p=0,006) dan tidak ada hubungan antara pendidikan (p=0,099), status pekerjaan (p=0,211), pendapatan (p=1,000), akses layanan Krioterapi (p=0,746) dan penilaian kesehatan yang dirasakan (p=1,000) dengan pencarian pengobatan Krioterapi pada wanita IVA positif. Saran untuk peneliti selanjutnya dapat menggunakan kajian penelitian kualitatif untuk mendapatkan informasi yang lebih detail terkait pencarian pengobatan Krioterapi pada wanita IVA Positif. Abstract Positive VIA is the incidence of white patches (acetowhite) in the cervical epithelium. Cryotherapy is a treatment by destroying abnormal cells. In Semarang City there were 50 positive VIA women who were referred to advanced health facilities to get treatment. Of the 50 positive VIA women, 14 of them did Cryotherapy treatment and 36 of them did self-medication, some did not take referrals or treatment despite complaints. The purpose of this study was to determine the factors associated with the search for cryotherapy treatment for IVA positive women. This type of research was observational analytic with a cross-sectional design involving 50 samples. Instruments used with questionnaires. Data analysis using Chi-square test. The results showed a relationship between knowledge (p=0.003), confidence in cryotherapy (p=0.045), availability of cryotherapy treatment (p=0.006) and no relationship between education (p=0.099), employment status (p=0.211), income (p=1,000), access to cryotherapy services (p=0.746) and perceived health assessment (p=1,000) with the search for cryotherapy treatment for VIA positive women. Suggestions for future researchers can use qualitative research studies to obtain more detailed information regarding the search for cryotherapy for Positive VIA women.
Jaringan kolaborasi para penulis
40 penulis · 67 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- State University of Semarang
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Arulita Ika Fibriana | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Putri Nur Tamalla | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Mahalul Azam | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Triana Ayu Hapsari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Elisa Happy Amalia | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Andita Kusumaningrum | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Gita Dheasabel | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Hauna Anja Ramadhanty | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Hamimah Hamimah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Lu'luk Ni'matutstsania | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Asti Widyastuti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sofwan Indarjo | State University of Semarang | 1 |
| Irwan Budiono | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Lukman Fauzi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Maulina Istighfaroh | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Zahra Amalia Gardyna | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Anna Nugrahani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Dita Erviana | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Herry Koesyanto | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sifa Ul Janah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Alfi Nurjanah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Frimadewi Kharisma Pradani PH | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Hikmah Ayu Isnadia | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Adinda Yustika Seftiani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sholihatul Mukarromah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Yunita Kristina Kambu | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Vinna Fitri Anis Annisa | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sofi Astrianti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Arumia Prasya Atikassyifa | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Kurnia Rahmawati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Novia Tri Wardani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ayu Nabiha Septiyani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Safira Almadani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Anis Kiswanti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Yetik Marlinda | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Maskuniawan Maskuniawan | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Rizqi Farasari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sugiharto Sugiharto | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.