Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Tren Pneumonia Balita di Kota Semarang Tahun 2012-2018

HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 3 No. 3 (2019) · hlm. 407–416

DOI
10.15294/higeia.v3i3.30266
ISSN
2541-5581, 2541-5603
Terbit
2019-07-31
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Abstrak Provinsi Jawa Tengah menempati urutan ketiga dengan kasus tertinggi pneumonia balita di Indonesia pada tahun 2013 hingga 2017 setelah Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur. Sedangkan, Kota Semarang berada di posisi ketiga berturut pada tahun 2016 dan 2017. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2019 dengan tujuan untuk mengetahui gambaran tren penderita pneumonia balita di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan non reaktif data sekunder yang diperoleh di Dinas Kesehatan Kota Semarang. Desain pada penelitian ini yaitu desain epidemiologi deskriptif. Pada penelitian ini menggunakan analisis univariat dengan menggunakan distribusi frekuensi. Populasi pada penelitian ini seluruh jumlah penderita yang tercatat di Dinas Kesehatan Kota Semarang tahun 2012-2018. Sampel yang berperan merupakan seluruh anggota populasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penderita pneumonia balita di Kota Semarang tahun 2012 hingga 2018 mengalami naik turun. Jumlah tertertinggi pada tahun 2015 yaitu sebesar 6.770 kasus, sedangkan terendah pada tahun 2014 yaitu 3.289 kasus. Simpulan pada penelitian ini adalah bahwa terdapat tren naik pada jumlah penderita pneumonia balita di Kota Semarang tahun 2012 hingga 2018. Kata Kunci: Tren, Pneumonia Balita Abstract Central Java Province in third ranks highest cases of pneumonia toddler in Indonesia from 2013 to 2017 after West Java and East Java. Whereas, Semarang City was in third position is continously in 2016 and 2017. This research was conducted in the 2019 with the purpose to know the description of trends in sufferers of pneumonia toddlers in Semarang City. This research uses a nonreactive secondary data obtained in the Health Service Semarang City. Design in this research is descriptive epidemiologic design. In this research using univariate analysis with frequency distribution. The population in this research is the whole number of sufferers of the disease were recorded in the Health Service Semarang City 2012-2018. Samples which act constitutes the entire member population. The results of this research showed that the sufferers of pneumonia toddler in the Semarang City in 2012 until 2018 experience up and down. The highest number in 2015 is 6,770 cases, while the lowest in 2014 is 3,289 cases. Summary in this study there is a rising trend in the number of sufferers of pneumonia toddlers in Semarang City in 2012 until 2018. Keyword: Trend, Pneumonia Toddler

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 91 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Diponegoro University
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Oktia Woro Kasmini HandayaniAfiliasi tidak diketahui5
Intan ZainafreeAfiliasi tidak diketahui5
Nur SiyamAfiliasi tidak diketahui4
Dina Nur Anggraini NingrumAfiliasi tidak diketahui4
Mahalul AzamAfiliasi tidak diketahui3
Evi WidowatiAfiliasi tidak diketahui3
Ari YuniastutiState University of Semarang3
Yuni WijayantiAfiliasi tidak diketahui3
Wandah WibawantoAfiliasi tidak diketahui2
Natalia Desy PutriningtyasAfiliasi tidak diketahui2
Margareta RahayuningsihAfiliasi tidak diketahui2
Russiska RussiskaAfiliasi tidak diketahui2
Hanif Pandu SuhitoAfiliasi tidak diketahui2
Sri Ratna RahayuAfiliasi tidak diketahui2
Casmuti CasmutiAfiliasi tidak diketahui2
Eko FaridaAfiliasi tidak diketahui2
Selvia Mayka SyahputriAfiliasi tidak diketahui1
Karima Jafina Azka AnjaliAfiliasi tidak diketahui1
Agus RiyantoDiponegoro University1
Devita Uzlah SibaraniAfiliasi tidak diketahui1
Ika UtamiAfiliasi tidak diketahui1
Tri Septa AnggrainiAfiliasi tidak diketahui1
Arum SiwiendrayantiState University of Semarang1
Siti Ainun NadhirohAfiliasi tidak diketahui1
Eka Radiyani OktaviaAfiliasi tidak diketahui1
Fatehah Rahma AgustinAfiliasi tidak diketahui1
Nandito Mapian MagaiAfiliasi tidak diketahui1
Sigit Ambar WidyawatiAfiliasi tidak diketahui1
Ni'mal MunaAfiliasi tidak diketahui1
Mirnawati MirnawatiAfiliasi tidak diketahui1
Nurfitriani NurfitrianiAfiliasi tidak diketahui1
Febriana Maya ZulfiariniAfiliasi tidak diketahui1
Tika MaelaniAfiliasi tidak diketahui1
Karnowo HasanAfiliasi tidak diketahui1
Tri WahyuniAfiliasi tidak diketahui1
Susi NuryantiAfiliasi tidak diketahui1
Habibah Yulia RestiAfiliasi tidak diketahui1
Annisa PramitasariAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Tren Pneumonia Balita di Kota Semarang Tahun 2012-2018</dc:title>
	<dc:creator>Sari, Merlinda Permata</dc:creator>
	<dc:creator>Cahyati, Widya Hary</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak
Provinsi Jawa Tengah menempati urutan ketiga dengan kasus tertinggi pneumonia balita di Indonesia pada tahun 2013 hingga 2017 setelah Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur. Sedangkan, Kota Semarang berada di posisi ketiga berturut pada tahun 2016 dan 2017. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2019 dengan tujuan untuk mengetahui gambaran tren penderita pneumonia balita di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan non reaktif data sekunder yang diperoleh di Dinas Kesehatan Kota Semarang. Desain pada penelitian ini yaitu desain epidemiologi deskriptif. Pada penelitian ini menggunakan analisis univariat dengan menggunakan distribusi frekuensi. Populasi pada penelitian ini seluruh jumlah penderita yang tercatat di Dinas Kesehatan Kota Semarang tahun 2012-2018. Sampel yang berperan merupakan seluruh anggota populasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penderita pneumonia balita di Kota Semarang tahun 2012 hingga 2018 mengalami naik turun. Jumlah tertertinggi pada tahun 2015 yaitu sebesar 6.770 kasus, sedangkan terendah pada tahun 2014 yaitu 3.289 kasus. Simpulan pada penelitian ini adalah bahwa terdapat tren naik pada jumlah penderita pneumonia balita di Kota Semarang tahun 2012 hingga 2018.
Kata Kunci: Tren, Pneumonia Balita
Abstract
Central Java Province in third ranks highest cases of pneumonia toddler in Indonesia from 2013 to 2017 after West Java and East Java. Whereas, Semarang City was in third position is continously in 2016 and 2017. This research was conducted in the 2019 with the purpose to know the description of trends in sufferers of pneumonia toddlers in Semarang City. This research uses a nonreactive secondary data obtained in the Health Service Semarang City. Design in this research is descriptive epidemiologic design. In this research using univariate analysis with frequency distribution. The population in this research is the whole number of sufferers of the disease were recorded in the Health Service Semarang City 2012-2018. Samples which act constitutes the entire member population. The results of this research showed that the sufferers of pneumonia toddler in the Semarang City in 2012 until 2018 experience up and down. The highest number in 2015 is 6,770 cases, while the lowest in 2014 is 3,289 cases. Summary in this study there is a rising trend in the number of sufferers of pneumonia toddlers in Semarang City in 2012 until 2018.
Keyword: Trend, Pneumonia Toddler</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2019-07-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/30266</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/higeia.v3i3.30266</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development); Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019; 407-416</dc:source>
	<dc:source>2541-5581</dc:source>
	<dc:source>2541-5603</dc:source>
	<dc:source>10.15294/higeia.v3i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/30266/14024</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)</dc:rights>
</oai_dc:dc>