Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Program Pengendalian Leptospirosis di Kota Semarang

HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 3 No. 4 (2019) · hlm. 612–624

DOI
10.15294/higeia.v3i4.31039
ISSN
2541-5581, 2541-5603
Terbit
2019-11-25
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Abstrak Kasus leptospirosis di Kota Semarang tahun 2018 sebanyak 55 kasus dan 14 meninggal. Berdasarkan Buku Saku Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Triwulan 3 Tahun 2018 Case Fatality Rate (CFR) Kota Semarang sebesar 26,7%, melebihi CFR Provinsi Jawa Tengah sebesar 21,3% dan Kota Semarang berada di peringkat ketiga tertinggi kasus leptospirosis di Jawa Tengah. Tingginya leptospirosis di Kota Semarang disebabkan perilaku masyarakat, manajemen pengendalian lingkungan, leptospirosis merupakan Neglected Infectious Diseases (NIDs), terdapat kendala pengendalian leptospirosis di Kota Semarang. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pelaksanaan program pengendalian leptospirosis di Kota Semarang tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan fokus penelitian pada 5 puskesmas yang mengalami peningkatan kasus dan kematian akibat leptospirosis, informan penelitian berjumlah 21 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukan perencanaan program telah dilaksanakan namun terdapat kendala anggaran, sinkronisasi waktu, dan SDM. Pengorgnasisasian di Puskesmas Lamper Tengah belum sesuai dengan Pedoman Lokakarya Mini Puskesmas dan terdapat kendala SDM di Puskesmas Ngesrep. Dari segi pelaksanaan 9 kegiatan program pengendalian leptospirosis telah terlaksana namun masih terdapat kendala dari 6 kegiatan program pengendalian leptospirosis di Kota Semarang tahun 2018. Abstract There were 55 Leptospirosis cases and 14 died in Semarang in 2018. Based on Central Java Province Health Pocket Book for the 3rd Quarter of 2018, Semarang Case Fatality Rate (CFR) was 26.7%, exceeded the Central Java Province's CFR which has 21.3% cases and Semarang was the third of highest leptospirosis case in Central Java. The leptospirosis case in Semarang was caused by community behavior, environmental control management, leptospirosis was being neglected Infectious Diseases (NIDs), there were constraints in controlling leptospirosis in Semarang. The purpose of this study was to determine the evaluation of the leptospirosis control program in Semarang City in 2018 which included planning, organizing, and implementing. This type of research was descriptive qualitative with the focus of research on 5 health centers which have increased and death cases due to leptospirosis. Informant of the study amounted to 13 people, selected by purposive sampling technique. Types of data collected by interviews and observations. Data were analyzed qualitatively. The results of this study showed that program planning has been carried out and there were the problem with the budget, time synchronization, and HR. The organizing at Lamper Tengah Community Health Center was not in accordance with the Puskesmas Mini Workshop Guidelines and there were problems with human resources at the Ngesrep Health Center. In the terms of the implementation, 9 leptospirosis control program has been carried out, however there were obstacles from the 6 activities of the leptospirosis control program in Semarang City in 2018.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 108 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Widya Hary CahyatiAfiliasi tidak diketahui5
Irwan BudionoAfiliasi tidak diketahui4
Mahalul AzamAfiliasi tidak diketahui3
Ari YuniastutiState University of Semarang3
Dina Nur Anggraini NingrumAfiliasi tidak diketahui3
Galuh Nita PrameswariAfiliasi tidak diketahui2
Puput EdiyarsariAfiliasi tidak diketahui2
Setya RahayuAfiliasi tidak diketahui2
Tandiyo RahayuAfiliasi tidak diketahui2
Vilda Ana Veria SetyawatiAfiliasi tidak diketahui2
Yuni WijayantiAfiliasi tidak diketahui2
Sofwan IndarjoState University of Semarang2
Ida Leida MariaAfiliasi tidak diketahui1
Sri Achadi NugraheniAfiliasi tidak diketahui1
Saniya Ilma ArifaAfiliasi tidak diketahui1
Janu PurwonoAfiliasi tidak diketahui1
Farissa UlfaAfiliasi tidak diketahui1
Shefi UmiasihAfiliasi tidak diketahui1
Ginka VigarethaAfiliasi tidak diketahui1
Mir'atus Sa'diyah MaulidahAfiliasi tidak diketahui1
Efa NugrohoAfiliasi tidak diketahui1
Alfiana Ainun NisaAfiliasi tidak diketahui1
Rafidha Nur AlifahAfiliasi tidak diketahui1
Silmina NahdaAfiliasi tidak diketahui1
Christian Suan Fernando TariganAfiliasi tidak diketahui1
Melina HaryonoAfiliasi tidak diketahui1
Nurul AnggraeniAfiliasi tidak diketahui1
Novita WijayantiAfiliasi tidak diketahui1
Natalia Desy PutriningtyasAfiliasi tidak diketahui1
Oktaviani Dwi IndrastiAfiliasi tidak diketahui1
Bertakalswa HermawatiAfiliasi tidak diketahui1
Widya Harry CahyatiAfiliasi tidak diketahui1
Sri SumartiningsihAfiliasi tidak diketahui1
Anies SetiowatiAfiliasi tidak diketahui1
Catur Erty SuksestyAfiliasi tidak diketahui1
Nurul QomariahAfiliasi tidak diketahui1
Sutiah SutiahAfiliasi tidak diketahui1
Fentri Heryati BudiantoAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Program Pengendalian Leptospirosis di Kota Semarang</dc:title>
	<dc:creator>Fauziah, Trisna Hani</dc:creator>
	<dc:creator>Handayani, Oktia Woro Kasmini</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak
Kasus leptospirosis di Kota Semarang tahun 2018 sebanyak 55 kasus dan 14 meninggal. Berdasarkan Buku Saku Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Triwulan 3 Tahun 2018 Case Fatality Rate (CFR) Kota Semarang sebesar 26,7%, melebihi CFR Provinsi Jawa Tengah sebesar 21,3% dan Kota Semarang berada di peringkat ketiga tertinggi kasus leptospirosis di Jawa Tengah. Tingginya leptospirosis di Kota Semarang disebabkan perilaku masyarakat, manajemen pengendalian lingkungan, leptospirosis merupakan Neglected Infectious Diseases (NIDs), terdapat kendala pengendalian leptospirosis di Kota Semarang. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pelaksanaan program pengendalian leptospirosis di Kota Semarang tahun 2018.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan fokus penelitian pada 5 puskesmas yang mengalami peningkatan kasus dan kematian akibat leptospirosis, informan penelitian berjumlah 21 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Data dianalisis secara kualitatif.
Hasil penelitian menunjukan perencanaan program telah dilaksanakan namun terdapat kendala anggaran, sinkronisasi waktu, dan SDM. Pengorgnasisasian di Puskesmas Lamper Tengah belum sesuai dengan Pedoman Lokakarya Mini Puskesmas dan terdapat kendala SDM di Puskesmas Ngesrep. Dari segi pelaksanaan 9 kegiatan program pengendalian leptospirosis telah terlaksana namun masih terdapat kendala dari 6 kegiatan program pengendalian leptospirosis di Kota Semarang tahun 2018.
Abstract
There were 55 Leptospirosis cases and 14 died in Semarang in 2018. Based on Central Java Province Health Pocket Book for the 3rd Quarter of 2018 , Semarang Case Fatality Rate (CFR) was 26.7%, exceeded the Central Java Province's CFR which has 21.3% cases and Semarang was the third of highest leptospirosis case in Central Java . The leptospirosis case in Semarang was caused by community behavior, environmental control management, leptospirosis was being neglected Infectious Diseases (NIDs), there were constraints in controlling leptospirosis in Semarang. The purpose of this study was to determine the evaluation of the leptospirosis control program in Semarang City in 2018 which included planning, organizing, and implementing.
This type of research was descriptive qualitative with the focus of research on 5 health centers which have increased and death cases due to leptospirosis. Informant of the study amounted to 13 people, selected by purposive sampling technique. Types of data collected by interviews and observations. Data were analyzed qualitatively.
The results of this study showed that program planning has been carried out and there were the problem with the budget, time synchronization, and HR. The organizing at Lamper Tengah Community Health Center was not in accordance with the Puskesmas Mini Workshop Guidelines and there were problems with human resources at the Ngesrep Health Center. In the terms of the implementation,&amp;nbsp; 9 leptospirosis control program has been carried out, however there were obstacles from the 6 activities of the leptospirosis control program in Semarang City in 2018.&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2019-11-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/31039</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/higeia.v3i4.31039</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development); Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019; 612-624</dc:source>
	<dc:source>2541-5581</dc:source>
	<dc:source>2541-5603</dc:source>
	<dc:source>10.15294/higeia.v3i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/31039/14687</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)</dc:rights>
</oai_dc:dc>