Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Praktik Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas

HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 4 No. 3 (2020) · hlm. 435–447

ISSN
2541-5581, 2541-5603
Terbit
2020-07-29
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

ABSTRAK Puskesmas Pandanaran merupakan puskesmas dengan cakupan pemberian ASI eksklusif terendah se-Kota Semarang tahun 2017 sebesar 29.77% (170 bayi) dan tahun 2018 mengalami peningkatan menjadi 40,88% (139 bayi) namun belum memenuhi target 65%. Tujuan penelitian untuk mengetahuii faktor yang berhubungan dengan praktik pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Pandanaran. Desain penelitian menggunakan mixed method. Jenis penelitian adalah observasionall analitik, desain cross sectional. Sampel ditetapkan sebesar 64 ibu menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian yakni kuesioner dan pedoman wawancara. Data kuantitatif dianalisis menggunakan uji chi square dan regresi logistik. Data kualitatif disajikan dalam bentuk narasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan pengetahuan (p=0,001), sikap (p=0,014), pekerjaan (p=0,005), paritas (p=0,004), pelaksanaan IMD (p=0,001), dukungan keluarga (p=0,001), dukungan petugas kesehatan (p=0,004), dukungan kader posyandu (p=0,001) dan tidak terdapat hubungan pendidikan, umur ibu (p=0,702), kondisi kesehatan ibu (p=0,33). Simpulan penelitian ini, pengetahuan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap praktik pemberian ASI eksklusif. ABSTRACT Pandanaran Community Health Center is a health center with the lowest coverage of exclusive breastfeeding in Semarang City in 2017 amounting to 29.77% (170 babies) and in 2018 increased to 40.88% (139 babies) but did not meet the 65% target. The purpose of the study was to determine the factors associated with the practice of exclusive breastfeeding. The research design uses mixed method. This type of research is observationall analytic withdesign cross sectional. The sample at 64 mothers using a simple random sampling technique. The research instruments were questionnaires and interview guidelines. Quantitative data were analyzed using chi square and logistic regression. Qualitative data is presented in narrative form. The results showed that there was a relationship of knowledge(p=0,001), attitude(p=0,014), employment(p=0,005), parity(p=0,004), implementation of IMD(p=0,001), family support(p=0,001), support health workers(p=0.004), support for posyandu cadres(p=0,001) and were not asossiated educationall relationship, maternal age(p=0.702), maternal health condition(p=0.33). Conclusion of this study, knowledge is the most influential factor in the practice of exclusive breastfeeding.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 79 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Oktia Woro Kasmini HandayaniState University of Semarang3
Mahalul AzamAfiliasi tidak diketahui2
Yuni WijayantiAfiliasi tidak diketahui2
Lukman FauziAfiliasi tidak diketahui2
Alfiana Ainun NisaAfiliasi tidak diketahui2
Bertakalswa HermawatiAfiliasi tidak diketahui2
Eko FaridaAfiliasi tidak diketahui2
Igadhini VitriyanaAfiliasi tidak diketahui1
Komala Dewi SetiowatiAfiliasi tidak diketahui1
Audiva Cahya AsriAfiliasi tidak diketahui1
Pradita NurmaliaAfiliasi tidak diketahui1
Tandiyo RahayuAfiliasi tidak diketahui1
Sofwan IndarjoState University of Semarang1
Muhammad AzinarAfiliasi tidak diketahui1
Maulina IstighfarohAfiliasi tidak diketahui1
Zahra Amalia GardynaAfiliasi tidak diketahui1
Anna NugrahaniAfiliasi tidak diketahui1
Cahyani Wulan SuciAfiliasi tidak diketahui1
Adzra Syifa AndhiniAfiliasi tidak diketahui1
Akhmad Samsu DukhaAfiliasi tidak diketahui1
Citra Indah SariAfiliasi tidak diketahui1
Raudya Kamillia InsaniAfiliasi tidak diketahui1
Sipa AlfitrianAfiliasi tidak diketahui1
Vicky Vidira Sukma JeniAfiliasi tidak diketahui1
Azizul Wildan RamadhaniAfiliasi tidak diketahui1
Afifa Ghina AthayaAfiliasi tidak diketahui1
Risqi Ayu SafitriAfiliasi tidak diketahui1
Zubaidah Puan ElsyahAfiliasi tidak diketahui1
Iin ArdianaAfiliasi tidak diketahui1
Erika FebriaraAfiliasi tidak diketahui1
Hanna Damai YolandaAfiliasi tidak diketahui1
. JamilaAfiliasi tidak diketahui1
Afi Elsha VeryanaAfiliasi tidak diketahui1
Gayatri Sekar PertiwiAfiliasi tidak diketahui1
Nita SariAfiliasi tidak diketahui1
Andesta SariAfiliasi tidak diketahui1
Lilik Nur Indah SariAfiliasi tidak diketahui1
Avinn AgustinaAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Praktik Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas</dc:title>
	<dc:creator>Octaviyani, Melly</dc:creator>
	<dc:creator>Budiono, Irwan</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK
Puskesmas Pandanaran merupakan puskesmas dengan cakupan pemberian ASI eksklusif terendah se-Kota Semarang tahun 2017 sebesar 29.77% (170 bayi) dan tahun 2018 mengalami peningkatan menjadi 40,88% (139 bayi) namun belum memenuhi target 65%. Tujuan penelitian untuk mengetahuii faktor yang berhubungan dengan praktik pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Pandanaran. Desain penelitian menggunakan mixed method. Jenis penelitian adalah observasionall analitik, desain cross sectional. Sampel ditetapkan sebesar 64 ibu menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian yakni kuesioner dan pedoman wawancara. Data kuantitatif dianalisis menggunakan uji chi square dan regresi logistik. Data kualitatif disajikan dalam bentuk narasi.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan pengetahuan (p=0,001), sikap (p=0,014), pekerjaan (p=0,005), paritas (p=0,004), pelaksanaan IMD (p=0,001), dukungan keluarga (p=0,001), dukungan petugas kesehatan (p=0,004), dukungan kader posyandu (p=0,001) dan tidak terdapat hubungan pendidikan, umur ibu (p=0,702), kondisi kesehatan ibu (p=0,33). Simpulan penelitian ini, pengetahuan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap praktik pemberian ASI eksklusif.
&amp;nbsp;
ABSTRACT
Pandanaran Community Health Center is a health center with the lowest coverage of exclusive breastfeeding in Semarang City in 2017 amounting to 29.77% (170 babies) and in 2018 increased to 40.88% (139 babies) but did not meet the 65% target. The purpose of the study was to determine the factors associated with the practice of exclusive breastfeeding. The research design uses mixed method. This type of research is observationall analytic withdesign cross sectional. The sample at 64 mothers using a simple random sampling technique. The research instruments were questionnaires and interview guidelines. Quantitative data were analyzed using chi square and logistic regression. Qualitative data is presented in narrative form.
The results showed that there was a relationship of knowledge(p=0,001), attitude(p=0,014), employment(p=0,005), parity(p=0,004), implementation of IMD(p=0,001), family support(p=0,001), support health workers(p=0.004), support for posyandu cadres(p=0,001) and were not asossiated educationall relationship, maternal age(p=0.702), maternal health condition(p=0.33). Conclusion of this study, knowledge is the most influential factor in the practice of exclusive breastfeeding.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2020-07-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/32282</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development); Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020; 435-447</dc:source>
	<dc:source>2541-5581</dc:source>
	<dc:source>2541-5603</dc:source>
	<dc:source>10.15294/higeia.v4i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/32282/16608</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)</dc:rights>
</oai_dc:dc>