Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Spasiotemporal Demam Berdarah Dengue berdasarkan House Index, Kepadatan Penduduk dan Kepadatan Rumah

HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 4 No. 2 (2020) · hlm. 168–177

DOI
10.15294/higeia.v4i2.32507
ISSN
2541-5581, 2541-5603
Terbit
2020-05-01
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Abstrak Puskesmas Gambirsari merupakan daerah dengan angka kesakitan DBD tertinggi se-Kota Surakarta dari 5 tahun terakhir. Faktor lingkungan dan demografi dinilai cukup terlibat dalam terjadinya kasus DBD. Diperlukan upaya pencegahan DBD dengan menggambarkan pola persebaran kasus, faktor demografi maupun faktor lingkungan secara luas dan spesifik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan secara spasiotemporal kejadian DBD berdasarkan variabel HI, kepadatan penduduk, dan kepadatan rumah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskritif menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel yang digunakan adalah seluruh total populasi yang berjumlah 334 penderita DBD. Pengambilan titik koordinat menggunakan aplikasi GPS. Analisis data menggunakan analisis univarat dan analisis spasial. Hasil analisis spasiotemporal menunjukkan gambaran spasial secara temporal variabel penelitian dengan kejadian DBD. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kasus DBD tahun 2015 hingga Maret 2019 lebih endemis terjadi di RW yang memiliki kepadatan penduduk sedang, kepadatan rumah sedang serta HI yang rendah. Analisis buffer zone pada tahun 2019 daerah yang masuk kedalam area buffer adalah RW 8, RW 23, RW 17 dan RW 31. Abstract Gambirsari Public Health Center is the area with the highest DHF morbidity rate in the city of Surakarta from 2015 to 2017. Factors affecting the incidence of DHF in 2015 to March 2019 are house index, population density and house density. Efforts to prevent dengue fever spatially to describe the pattern of distribution of cases, demographic factors and environmental factors broadly and specifically in all work areas of the health center. This type of research is a descriptive study using a cross-sectional approach. The sampling technique is cluster sampling with 92 samples. Retrieval of the coordinates using the GPS application. Data analysis uses univarat analysis and spatial analysis. The results of the spatial-temporal analysis show the temporal picture of the study variables temporally with the incidence of DHF. The conclusion in this study is the case of DHF in 2015 to March 2019 more endemic in RWs that have moderate population density, moderate house density and low house index. Analysis of the buffer zone in 2019 the areas included in the buffer area are RW 8, RW 23, RW 17 and RW 31. Keywords: Spasiotemporal, population density, house density, HI

Jaringan kolaborasi para penulis

33 penulis · 54 tautan kepenulisan bersama

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Universitas Bina Sarana Informatika
  • State University of Semarang
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Bertakalswa HermawatiAfiliasi tidak diketahui3
Jayanti Evananda FebrianAfiliasi tidak diketahui2
Yunita Dyah Puspita SantikAfiliasi tidak diketahui2
Fitri IndrawatiAfiliasi tidak diketahui2
Anisa FitriInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Arvia Dhitya MaharhaniAfiliasi tidak diketahui2
Abdul HamidUniversitas Bina Sarana Informatika1
Kim GlorieAfiliasi tidak diketahui1
Devita Uzlah SibaraniAfiliasi tidak diketahui1
Sherly GusnawanAfiliasi tidak diketahui1
Hermi Nur LaelaAfiliasi tidak diketahui1
Arum SiwiendrayantiState University of Semarang1
Fitriana PuspitaraniAfiliasi tidak diketahui1
Isnaningsih IsnaningsihAfiliasi tidak diketahui1
Fitriyana FitriyanaAfiliasi tidak diketahui1
Rudatin WindraswaraAfiliasi tidak diketahui1
Annisa Arum Kartika DewiAfiliasi tidak diketahui1
Atiya InayahAfiliasi tidak diketahui1
Siti Yuliana SyafriatiAfiliasi tidak diketahui1
Aswi Nur SyahbaniAfiliasi tidak diketahui1
Ragil AndrianiAfiliasi tidak diketahui1
Isnaini Alfazcha ZukhrufAfiliasi tidak diketahui1
Azizah Nur AbdillahAfiliasi tidak diketahui1
Afifah Maulidia Az Zahro'Afiliasi tidak diketahui1
Dela Putri WulandariAfiliasi tidak diketahui1
Nanda Putri DewantiAfiliasi tidak diketahui1
Siti Lailatin NasifahAfiliasi tidak diketahui1
Ella Wahyu IrawanAfiliasi tidak diketahui1
Erna Zuliana MuanifahAfiliasi tidak diketahui1
Intan Tasya Az ZahraAfiliasi tidak diketahui1
Dwi Salsabilla PutriAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Spasiotemporal Demam Berdarah Dengue berdasarkan House Index, Kepadatan Penduduk dan Kepadatan Rumah</dc:title>
	<dc:creator>Kusumawati, Nila</dc:creator>
	<dc:creator>Sukendra, Dyah Mahendrasari</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak
Puskesmas Gambirsari merupakan daerah dengan angka kesakitan DBD tertinggi se-Kota Surakarta dari 5 tahun terakhir. Faktor lingkungan dan demografi dinilai cukup terlibat dalam terjadinya kasus DBD. Diperlukan upaya pencegahan DBD dengan menggambarkan pola persebaran kasus, faktor demografi maupun faktor lingkungan secara luas dan spesifik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan secara spasiotemporal kejadian DBD berdasarkan variabel HI, kepadatan penduduk, dan kepadatan rumah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskritif menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel yang digunakan adalah seluruh total populasi yang berjumlah 334 penderita DBD. Pengambilan titik koordinat menggunakan aplikasi GPS. Analisis data menggunakan analisis univarat dan analisis spasial. Hasil analisis spasiotemporal menunjukkan gambaran spasial secara temporal variabel penelitian dengan kejadian DBD. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kasus DBD tahun 2015 hingga Maret 2019 lebih endemis terjadi di RW yang memiliki kepadatan penduduk sedang, kepadatan rumah sedang serta HI yang rendah. Analisis buffer zone pada tahun 2019 daerah yang masuk kedalam area buffer adalah RW 8, RW 23, RW 17 dan RW 31.
Abstract
Gambirsari Public Health Center is the area with the highest DHF morbidity rate in the city of Surakarta from 2015 to 2017. Factors affecting the incidence of DHF in 2015 to March 2019 are house index, population density and house density. Efforts to prevent dengue fever spatially to describe the pattern of distribution of cases, demographic factors and environmental factors broadly and specifically in all work areas of the health center. This type of research is a descriptive study using a cross-sectional approach. The sampling technique is cluster sampling with 92 samples. Retrieval of the coordinates using the GPS application. Data analysis uses univarat analysis and spatial analysis. The results of the spatial-temporal analysis show the temporal picture of the study variables temporally with the incidence of DHF. The conclusion in this study is the case of DHF in 2015 to March 2019 more endemic in RWs that have moderate population density, moderate house density and low house index. Analysis of the buffer zone in 2019 the areas included in the buffer area are RW 8, RW 23, RW 17 and RW 31.
&amp;nbsp;
Keywords :&amp;nbsp;Spasiotemporal, population density, house density, HI </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2020-05-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/32507</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/higeia.v4i2.32507</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development); Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020; 168-177</dc:source>
	<dc:source>2541-5581</dc:source>
	<dc:source>2541-5603</dc:source>
	<dc:source>10.15294/higeia.v4i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/32507/15894</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)</dc:rights>
</oai_dc:dc>