Jurnal
Program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 4 No. 3 (2020) · hlm. 423–434
- ISSN
- 2541-5581, 2541-5603
- Terbit
- 2020-07-29
- Penerbit
- Universitas Negeri Semarang
- Bahasa
- eng
Abstrak
Abstrak Puskesmas Bonang I merupakan puskesmas dengan jumlah penderita filariasis tertinggi di Kabupaten Demak, pada tahun 2016 (8 kasus), 2017 (10 kasus), dan 2018 (12 kasus), sedangkan cakupan minum obat pencegahan filariasis pada tahun 2016 – 2018 mengalami penurunan, yaitu 87%, 85,64 %, dan 84,88% sasaran yang meminum obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) filariasis di Puskesmas Bonang I Kabupaten Demak. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini berjumlah 9 orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara semi terstruktur dengan analisis data deskriptif. Hasil penelitian menunjukan pelaksanaan program belum optimal seperti, pada sosialisasi sudah diselenggarakan, namun tingkat kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang program masih kurang. Informasi pelaksanaan program belum tersampaikan secara maksimal. Sumber daya manusia dari aspek kader masih kurang. Serta belum adanya pengawasan atas obat yang diminum di rumah, untuk memastikan obat sudah diminum oleh sasaran. Kesimpulan penelitian ini yaitu program POPM filariasis di Puskesmas Bonang I sudah berjalan namun belum optimal. Abstract Bonang I health center is the health center with the highest number of patients with filariasis in Demak Regency, 8 cases in 2016, 10 cases in 2017 and 12 cases in 2018, while the coverage of taking filariasis prevention drugs in 2016 - 2018 has decreased, namely 87%, 85.64%, and 84.88% of the targets were taking drugs. The purpose of this study was to analyze the implementation of the filariasis Mass Drug Administration (MDA) program in the Bonang I health center, Demak. This type of research is descriptive qualitative research. There were 9 informants in this study who were selected through a purposive sampling technique. The instrument used was a semi-structured interview guide with descriptive data analysis. The results showed that the implementation of the program was not optimal as in socialization, but the level of awareness and understanding of the community about the program was still lacking. Information on program implementation has not been conveyed to the fullest. Human resources in terms of cadres are still lacking. And there is no supervision of drugs taken at home, to ensure the drugs have been taken by the target. The conclusion of this study is that the POPM filariasis program at Puskesmas Bonang I is already running but is not yet optimal.
Jaringan kolaborasi para penulis
40 penulis · 102 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- Institut Agama Islam Negeri Kendari
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Sri Ratna Rahayu | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Bertakalswa Hermawati | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Dyah Mahendrasari Sukendra | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Evi Widowati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Anik Setyo Wahyuningsih | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ummi Nur Laila Sulistyani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Luqman Alwi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Palgunadi Palgunadi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Annisa Aulia Savitri | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Diah Rahmah Permatasari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ikhsan Ramadhan | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Jacklyn Mahardeka Putri Sherman | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nasywa Vebhe Pranandari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Widya Kusuma Wardhani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Jemima Pradipta Apituley | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Widiana Febrianti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Santika Setya Utami | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Donna Ayuk Triyanto | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Arindita Reinissa | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nurmawati Nurmawati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Alfina Dewi Nugrahany | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Harizatul Qudsiah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Mira Andri Astuti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Mahalul Azam | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Trinanda Agustina Sapta Ningrum | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ismah Dwi Cahyani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Umy Hani Shalamah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Wiwid Komalasari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ni'matul Ulumia | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Anisa Fitri | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Yunita Dyah Puspita Santik | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Arvia Dhitya Maharhani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Malikhatul Mustafidah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Istiqomah Istiqomah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Meiska Anggita Ratnaningtyas | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nita Safaatul Insiyah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Rizki Fauziah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Alissa Ikrima Munawwaroh | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.