Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Faktor Kejadian Hipertensi pada Petani Penyemprot Bunga

HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 4 No. Special (2020) · hlm. 381–391

DOI
10.15294/higeia.v4iSpecial
ISSN
2541-5581, 2541-5603
Terbit
2020-10-12
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Abstrak Jumlah kejadian hipertensi di Kecamatan Bandungan adalah 1.922 kejadian. Sebagian besar penduduk Kecamatan Bandungan bekerja di sektor pertanian dengan jumlah 5.840 orang. Berdasarkan jumlah tersebut petani memiliki risiko terkena hipertensi sebanyak 32,9%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada petani penyemprot bunga. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 77 petani penyemprot bunga yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner terstruktur, panduan wawancara dan tensimeter. Teknik analisis data menggunakan analisi univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi adalah pengetahuan (OR=7,380; CI 95%=1,474-36,953), masa kerja (OR=3,600; CI 95%=1,248-10,383), jenis pestisida (OR=0,360; CI95%=0,129-1,007), waktu penyemprotan (OR=7,347; CI 95%=2,547-21,189), dan kelengkapan APD (OR=2,667; CI 95%=1,055-6,740. Sehingga dapat disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengen kejadian hipertensi pada petani penyemprot bunga adalah pengetahuan, masa kerja, jenis pestisida, waktu penyemprotan, dan kelengkapan APD. Abstract The numbers of hypertension incidents in Bandungan Subdistrict was 1.922. Most of the population of Bandungan subdistrict works in the agricultural sector with a total of 5.840 people. Based on this number farmers have a risk of getting hypertension as much as 32,9%. This study aimed to determine the factors associated with hypertension in flowers spray farmers. This research was observational analytic with cross sectional study. The sample in this study was 77 farmers using simple random samppling technique. The instrument used was a stuctured questionnaire, interview guides, and tensimeter. Data analysis techniques using univariate and bivariate analysis with chi square test. Results showed that the factors associated with hypertension are knowlegde (OR=7,380; CI 95%=1,474-36,953), years of service (OR=3,600; CI 95%=1,248-10,383), type of pesticide (OR=0,360; CI95%=0,129-1,007), spraying time (OR=7,347; CI 95%=2,547-21,189), and completness of PPE (OR=2,667; CI 95%=1,055-6,740). Therefore it could be concluded that the risk factors associated with hypertension are knowledge, years of service, type of pesticide, spraying time, and completness PPE.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 60 tautan kepenulisan bersama · 3 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Mahidol University
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Ali MasyharAfiliasi tidak diketahui3
Arum SiwiendrayantiState University of Semarang2
Shobiechah Aldillah WulandhariMahidol University2
Siti Lailatun NikmahAfiliasi tidak diketahui2
Syatriawan LaguraAfiliasi tidak diketahui2
Nadela JusticeaAfiliasi tidak diketahui2
Juniza Indah SetiawatiAfiliasi tidak diketahui2
Sofwan IndarjoState University of Semarang1
Dina WahyuniAfiliasi tidak diketahui1
Yuni WijayantiAfiliasi tidak diketahui1
Ferry NurhandokoAfiliasi tidak diketahui1
Adinda Mayhana PramestiAfiliasi tidak diketahui1
Miftakhul JanahAfiliasi tidak diketahui1
Herry KoesyantoAfiliasi tidak diketahui1
Rita MartiwiAfiliasi tidak diketahui1
Sugiharto SugihartoAfiliasi tidak diketahui1
Miana Ciputra HandariAfiliasi tidak diketahui1
Diah Putri LestianiAfiliasi tidak diketahui1
Noviyani Dwi RaharjantiAfiliasi tidak diketahui1
Nur Riezqiyah AfifahAfiliasi tidak diketahui1
Ardha Nur MajidaAfiliasi tidak diketahui1
Rizki OktavianiAfiliasi tidak diketahui1
Aliefta Rochma PrajaningtyastitiAfiliasi tidak diketahui1
Dwi AndrianiAfiliasi tidak diketahui1
Alfia Nur HayatiAfiliasi tidak diketahui1
Nurik FetianaAfiliasi tidak diketahui1
Putri Soviana IlfaAfiliasi tidak diketahui1
Rizky Eli MintariAfiliasi tidak diketahui1
Meila Himmatul 'UlyaAfiliasi tidak diketahui1
Ganis Kesuma WardaniAfiliasi tidak diketahui1
Laras WidyastutiAfiliasi tidak diketahui1
Putri FitasariAfiliasi tidak diketahui1
Santika DewiAfiliasi tidak diketahui1
Wevri ApriliaAfiliasi tidak diketahui1
Shahrani Deviana AliAfiliasi tidak diketahui1
Safira Aufi FauziyahAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad Azil MaskurAfiliasi tidak diketahui1
Nadhira Madania DimartiAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Faktor Kejadian Hipertensi pada Petani Penyemprot Bunga</dc:title>
	<dc:creator>Nikmah, Sinta Saadatun</dc:creator>
	<dc:creator>Pawenang, Eram Tunggul</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak
Jumlah kejadian hipertensi di Kecamatan Bandungan adalah 1.922 kejadian. Sebagian besar penduduk Kecamatan Bandungan bekerja di sektor pertanian dengan jumlah 5.840 orang. Berdasarkan jumlah tersebut petani memiliki risiko terkena hipertensi sebanyak 32,9%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada petani penyemprot bunga. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 77 petani penyemprot bunga yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner terstruktur, panduan wawancara dan tensimeter. Teknik analisis data menggunakan analisi univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi adalah pengetahuan (OR=7,380; CI 95%=1,474-36,953), masa kerja (OR=3,600; CI 95%=1,248-10,383), jenis pestisida (OR=0,360; CI95%=0,129-1,007), waktu penyemprotan (OR=7,347; CI 95%=2,547-21,189), dan kelengkapan APD (OR=2,667; CI 95%=1,055-6,740. Sehingga dapat disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengen kejadian hipertensi pada petani penyemprot bunga adalah pengetahuan, masa kerja, jenis pestisida, waktu penyemprotan, dan kelengkapan APD.&amp;nbsp;
Abstract
The numbers of hypertension incidents in Bandungan Subdistrict was 1.922. Most of the population of Bandungan subdistrict works in the agricultural sector with a total of 5.840 people. Based on this number farmers have a risk of getting hypertension as much as 32,9%. This study aimed to determine the factors associated with hypertension in flowers spray farmers. This research was observational analytic with cross sectional study. The sample in this study was 77 farmers using simple random samppling technique. The instrument used was a stuctured questionnaire, interview guides, and tensimeter. Data analysis techniques using univariate and bivariate analysis with chi square test. Results showed that the factors associated with hypertension are knowlegde (OR=7,380; CI 95%=1,474-36,953), years of service (OR=3,600; CI 95%=1,248-10,383), type of pesticide (OR=0,360; CI95%=0,129-1,007), spraying time (OR=7,347; CI 95%=2,547-21,189), and completness of PPE (OR=2,667; CI 95%=1,055-6,740). Therefore it could be concluded that the risk factors associated with hypertension are knowledge, years of service, type of pesticide, spraying time, and completness PPE.
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2020-10-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/33975</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/higeia.v4iSpecial 2.33975</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development); Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020; 381-391</dc:source>
	<dc:source>2541-5581</dc:source>
	<dc:source>2541-5603</dc:source>
	<dc:source>10.15294/higeia.v4iSpecial 2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/33975/17915</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)</dc:rights>
</oai_dc:dc>