Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Higiene Sanitasi Kantin dan Tingkat Kepadatan Lalat dengan Keberadaan Escherichia coli pada Jajanan

HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 4 No. Special (2020) · hlm. 426–436

DOI
10.15294/higeia.v4iSpecial
ISSN
2541-5581, 2541-5603
Terbit
2020-10-12
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

E.coli merupakan salah satu penyebab kejadian diare dan keracunan makanan. Di Jawa Tengah, tahun 2017 KLB keracunan makanan menduduki peringkat pertama dan diare menduduki peringkat ketiga. KLB keracunan pangan di lembaga pendidikan paling banyak terjadi di SD/MI (15 kejadian). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara higiene sanitasi kantin dan tingkat kepadatan lalat dengan keberadaan E.coli pada jajanan di kantin Sekolah Dasar di Kecamatan Gunungpati. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada Juli – Agustus 2019. Sampel penelitian ini berjumlah 30 sekolah yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Hasil menunjukkan bahwa kondisi penyimpanan makanan jadi (p=0,011), lokasi kantin (p=0,045), dan higiene penjamah (p=0,024) berhubungan dengan keberadaan E. coli pada jajanan. Sedangkan kondisi tempat cuci tangan (p= 0,314), tempat cuci peralatan (p=0,749), tempat penyimpanan bahan makanan (p=1,000), penyimpanan peralatan (p=1,000), dan tingkat kepadatan lalat (p=0,094) tidak berhubungan dengan keberadaan E. coli. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara tempat penyimpanan makanan jadi, lokasi kantin dan higiene penjamah dengan keberadaan E.coli.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 90 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Mahalul AzamAfiliasi tidak diketahui3
Widya Hary CahyatiAfiliasi tidak diketahui3
Arum SiwiendrayantiState University of Semarang2
Adinda Mayhana PramestiAfiliasi tidak diketahui2
Irwan BudionoAfiliasi tidak diketahui2
Tandiyo RahayuAfiliasi tidak diketahui2
Oktia Woro Kasmini HandayaniAfiliasi tidak diketahui2
Widya Hari CahyatiAfiliasi tidak diketahui2
‪Eram Tunggul Pawenang‬State University of Semarang1
Ferry NurhandokoAfiliasi tidak diketahui1
Hapsari Dyah AyuhaniAfiliasi tidak diketahui1
Nur RohmawatiAfiliasi tidak diketahui1
Hasty WidyastariAfiliasi tidak diketahui1
Diah Indriyani NovtasariAfiliasi tidak diketahui1
Siswanti SiswantiAfiliasi tidak diketahui1
Erika PrihatiningsihAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad Hakam ArifinAfiliasi tidak diketahui1
Ina YulianaAfiliasi tidak diketahui1
Lukman FauziAfiliasi tidak diketahui1
Alfiana Ainun NisaAfiliasi tidak diketahui1
Ahsana Sayidatil ArifahAfiliasi tidak diketahui1
Chyntia Olyvia Rizki HerwiantiAfiliasi tidak diketahui1
Rizky Zidni FadhilahAfiliasi tidak diketahui1
Melinda Pebriyana HastariAfiliasi tidak diketahui1
Maria Magdalena Dewi SAfiliasi tidak diketahui1
Windy Widyanti KusumaAfiliasi tidak diketahui1
Arika Widya RahmawatiAfiliasi tidak diketahui1
Lutfi MuzaqiAfiliasi tidak diketahui1
Fifti IstiklailiAfiliasi tidak diketahui1
Tri Prapto KurniawanAfiliasi tidak diketahui1
Agus Sapta Eka WaluyaAfiliasi tidak diketahui1
Diyan Argani KusumaningtyasAfiliasi tidak diketahui1
Rezqy Laili MunthariAfiliasi tidak diketahui1
Pangesty Tisna Wahyu NurcahyaniAfiliasi tidak diketahui1
Ayu Tri IsmiatiAfiliasi tidak diketahui1
Agita Kusuma DewiAfiliasi tidak diketahui1
Deviyani DeviyaniAfiliasi tidak diketahui1
Tri SofiyaniAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Higiene Sanitasi Kantin dan Tingkat Kepadatan Lalat dengan Keberadaan  Escherichia coli pada Jajanan</dc:title>
	<dc:creator>Suryaningsih, Nita</dc:creator>
	<dc:creator>Wijayanti, Yuni</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">E.coli merupakan salah satu penyebab kejadian diare dan keracunan makanan. Di Jawa Tengah, tahun 2017 KLB keracunan makanan menduduki peringkat pertama dan diare menduduki peringkat ketiga. KLB keracunan pangan di lembaga pendidikan paling banyak terjadi di SD/MI (15 kejadian). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara higiene sanitasi kantin dan tingkat kepadatan lalat dengan keberadaan E.coli pada jajanan di kantin Sekolah Dasar di Kecamatan Gunungpati. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada Juli – Agustus 2019. Sampel penelitian ini berjumlah 30 sekolah yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Hasil menunjukkan bahwa kondisi penyimpanan makanan jadi (p=0,011), lokasi kantin (p=0,045), dan higiene penjamah (p=0,024) berhubungan dengan keberadaan E. coli pada jajanan. Sedangkan kondisi tempat cuci tangan (p= 0,314), tempat cuci peralatan (p=0,749), tempat penyimpanan bahan makanan (p=1,000), penyimpanan peralatan (p=1,000), dan tingkat kepadatan lalat (p=0,094) tidak berhubungan dengan keberadaan E. coli. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara tempat penyimpanan makanan jadi, lokasi kantin dan higiene penjamah dengan keberadaan E.coli.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2020-10-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">text</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/35493</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/higeia.v4iSpecial 2.35493</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development); Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020; 426-436</dc:source>
	<dc:source>2541-5581</dc:source>
	<dc:source>2541-5603</dc:source>
	<dc:source>10.15294/higeia.v4iSpecial 2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/35493/17919</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)</dc:rights>
</oai_dc:dc>