Jurnal
Analisis Spasial Kasus Leptospirosis Berdasarkan Faktor Epidemiologi dan Faktor Risiko Lingkungan
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 4 No. 4 (2020) · hlm. 587–598
- ISSN
- 2541-5581, 2541-5603
- Terbit
- 2020-10-31
- Penerbit
- Universitas Negeri Semarang
- Bahasa
- eng
Abstrak
Abstrak Leptospirosis merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan bakteri Leptospira. Wilayah kerja Puskesmas Karangtengah merupakan daerah endemis leptospirosis. Pada tahun 2018 jumlah kasus leptospirosis di wilayah kerja Puskesmas Karangtengah mencapai 13 kasus (IR 18,95 per 100.000 penduduk). Faktor penularan letospirosis diantaranya adalah faktor epidemiologi dan faktor lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran spasial kasus leptopsirosis berdasar faktor epidemiologi dan faktor risiko lingkungan di Wilayah Kerja Puskesmas Karangtengah Kabupaten Demak. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel yang ditetapkan sebesar 13 sampel dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis spasial dengan metode ANN, buffer, dan overlay. Hasil penelitian menunjukkan pola persebaran kasus leptospirosis di wilayah kerja puskesmas Karangtengah adalah cluster atau mengelompok. Sebanyak 54% responden berjenis kelamin laki-laki, 46% responden memiliki pekerjaan beresiko, 61% responden tempat tinggalnya memiliki riwayat banjir, 39% responden tempat tinggalnya memiliki riwayat rob, 38% responden tinggal pada jarak >200 meter dari sawah, 54 % memiliki kondisi selokan yang buruk, dan 61% responden memiliki kondisi tempat pembuangan sampah yang buruk. Abstract Leptospirosis is acute infectious disease caused by Leptospira bacteria. Working area of Karangtengah Health Care is endemic area of leptospirosis. In 2018 the number of leptospirosis cases reached 13 cases (IR 18,95/ 100.000 population). Risk factor of Leptospirosis among others are epideiological factors and enviromental factors. The study aim to find out the spatial describe of leptospirosis cases from epidemiological factors and enviromental factors in working area of Karangtengah Health Care. This is a quantitative descriptive research. Sample were set at 13 samples using total sampling technique. Data were analyzed by using univariate analysis and spatial analysis with ANN, buffer, and overlay method. The result of the study find out that distribution pattern of leptospirosis cases in working area of Karangtengah Health Care is cluster. A total of 54% respondents were male sex, 46% of respondents had a risk job, 61% of respondent’s house had a flood history, 39% of respondent’s house had a rob history, 38% of respondent’s house were at a distance of >200 meters from fields. 54% of respondent’s drain were not good, and 61% of respondent’s garbage disposal facilities were not good.
Jaringan kolaborasi para penulis
40 penulis · 67 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- State University of Semarang
- Institut Agama Islam Negeri Kendari
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Bertakalswa Hermawati | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Yunita Dyah Puspita Santik | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Fitri Indrawati | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Jayanti Evananda Febrian | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Anisa Fitri | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 2 |
| Arvia Dhitya Maharhani | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Devita Uzlah Sibarani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sherly Gusnawan | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Hermi Nur Laela | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Arum Siwiendrayanti | State University of Semarang | 1 |
| Fitriana Puspitarani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Isnaningsih Isnaningsih | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Fitriyana Fitriyana | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Rudatin Windraswara | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Annisa Arum Kartika Dewi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Atiya Inayah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Siti Yuliana Syafriati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nila Kusumawati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Aswi Nur Syahbani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ragil Andriani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Azizah Nur Abdillah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Afifah Maulidia Az Zahro' | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Dela Putri Wulandari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nanda Putri Dewanti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Siti Lailatin Nasifah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ella Wahyu Irawan | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Erna Zuliana Muanifah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Intan Tasya Az Zahra | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Dwi Salsabilla Putri | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nur Arifatun Nuzzilah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sinta Dwi Habsari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Eram Tunggul Pawenang | State University of Semarang | 1 |
| Ririn Wardani Zuhruf | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Fiki Ghoniatussilmi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Rizky Ayu Fandika | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Agcrista Permata Kusuma | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Widya Hary Cahyati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Yunita Dyah PS | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.