Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Penatalaksanaan Program Pengendalian Tuberkulosis Multi Drug Resistant

HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 4 No. Special (2020) · hlm. 887–897

DOI
10.15294/higeia.v4iSpecial
ISSN
2541-5581, 2541-5603
Terbit
2020-12-30
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Abstrak Multidrug Resistance Tuberculosis TB (atau TB MDR) adalah salah satu jenis resistensi bakteri TB terhadap minimal dua obat anti TB lini pertama, yaitu Isoniazid dan Rifampicin yang merupakan dua obat TB yang paling efektif. Pengobatan TB Resistan Obat ditetapkan menjadi bagian dari program Pengendalian TB nasional. Total kasus Tuberkulosis Multi Drug Resistant (TB MDR) di Kota Semarang dari tahun 2014 s.d tahun 2018 sebanyak 165 kasus. Dikaitkan dengsan proporsi kejadian TB MDR pada kasus TB Baru dan TB Kambuh di tahun 2018 terdapat 71 kasus baru TB MDR. Angka kesembuhan kasus TB Kota Semarang dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir tidak pernah mencapai target nasional, yang tertinggi sebesar 65% CR di tahun 2017, yang terendah sebesar 64 % di tahun 2013. Rata-rata pencapaian CR pertahunnya baru sebesar 18,32% di bawah target CR nasional. Puskesmas Bandarharjo merupakan salah satu fasilitas kesehatan tingkat pertama yang telah melaksanakan program pengendalaian TB MDR. Pasien yang terdata pada tahun 2019 sebanyak 10 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penatalaksanaan program pengendalian Tuberkulosis Multi Drug Resistant (TB MDR) di Puskesmas Bandarharjo Kota Semarang. Jenis dan rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripstif kualitatif. Penelitian dilakukan pada bulan oktober sampai dengan novemver 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penatalaksanaan program pengendalian TB MDR di Puskesmas Bandarharjo sudah dilaksanakan dengan baik tetapi belum maksimal. Hal ini dilihat dari kurangnya tersedia sarana dan prasarana yang mendukung, serta tidak adanya penyuluhan yang diberikan kepada petugas TB dan PMO. Abstract Multidrug Resistance Tuberculosis TB (or MDR TB) is one type of TB bacterial resistance to at least two first-line anti-TB drugs, namely Isoniazid and Rifampicin which are the two most effective TB drugs. Drug-resistant TB treatment is determined to be part of the national TB Control program. Total cases of Multi Drug Resistant Tuberculosis (MDR TB) in Semarang City from 2014 to 2018 were 165 cases. Associated with the proportion of MDR TB cases in New TB and Kambuh TB cases in 2018 there were 71 new MDR TB cases. The cure rate of Semarang City TB cases in the past 5 (five) years has never reached the national target, the highest of 65% CR in 2017, the lowest of 64% in 2013. The average annual CR achievement is only 18, 32% below the national CR target. The Bandarharjo Health Center is one of the first-level health facilities that has implemented an MDR TB control program. There are 10 patients recorded in 2019. The purpose of this study was to determine the management of the Multi Drug Resistant Tuberculosis (MDR TB) control program at the Bandarharjo Health Center in Semarang City. The type and design of the study used in this study is qualitative descriptive. The study was conducted from October to November 2019. The results showed that the management of the MDR TB control program at the Bandarharjo Puskesmas was well implemented but not yet optimal. This can be seen from the lack of available supporting facilities and infrastructure, as well as the lack of counseling given to TB and PMO officers.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 104 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Sri Ratna RahayuAfiliasi tidak diketahui3
Dyah Mahendrasari SukendraAfiliasi tidak diketahui3
Bertakalswa HermawatiAfiliasi tidak diketahui2
Mahalul AzamAfiliasi tidak diketahui2
Yunita Dyah Puspita SantikAfiliasi tidak diketahui2
Evi WidowatiAfiliasi tidak diketahui1
Anik Setyo WahyuningsihAfiliasi tidak diketahui1
Ummi Nur Laila SulistyaniAfiliasi tidak diketahui1
Luqman AlwiAfiliasi tidak diketahui1
Palgunadi PalgunadiAfiliasi tidak diketahui1
Annisa Aulia SavitriAfiliasi tidak diketahui1
Diah Rahmah PermatasariAfiliasi tidak diketahui1
Ikhsan RamadhanAfiliasi tidak diketahui1
Jacklyn Mahardeka Putri ShermanAfiliasi tidak diketahui1
Nasywa Vebhe PranandariAfiliasi tidak diketahui1
Widya Kusuma WardhaniAfiliasi tidak diketahui1
Jemima Pradipta ApituleyAfiliasi tidak diketahui1
Widiana FebriantiAfiliasi tidak diketahui1
Santika Setya UtamiAfiliasi tidak diketahui1
Donna Ayuk TriyantoAfiliasi tidak diketahui1
Arindita ReinissaAfiliasi tidak diketahui1
Nurmawati NurmawatiAfiliasi tidak diketahui1
Alfina Dewi NugrahanyAfiliasi tidak diketahui1
Harizatul QudsiahAfiliasi tidak diketahui1
Mira Andri AstutiAfiliasi tidak diketahui1
Trinanda Agustina Sapta NingrumAfiliasi tidak diketahui1
Ismah Dwi CahyaniAfiliasi tidak diketahui1
Alya AgustiniAfiliasi tidak diketahui1
Umy Hani ShalamahAfiliasi tidak diketahui1
Ni'matul UlumiaAfiliasi tidak diketahui1
Anisa FitriInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Arvia Dhitya MaharhaniAfiliasi tidak diketahui1
Malikhatul MustafidahAfiliasi tidak diketahui1
Istiqomah IstiqomahAfiliasi tidak diketahui1
Meiska Anggita RatnaningtyasAfiliasi tidak diketahui1
Nita Safaatul InsiyahAfiliasi tidak diketahui1
Rizki FauziahAfiliasi tidak diketahui1
Alissa Ikrima MunawwarohAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penatalaksanaan Program Pengendalian Tuberkulosis Multi Drug Resistant</dc:title>
	<dc:creator>Komalasari, Wiwid</dc:creator>
	<dc:creator>Indrawati, Fitri</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak
Multidrug Resistance Tuberculosis TB (atau TB MDR) adalah salah satu jenis resistensi bakteri TB terhadap minimal dua obat anti TB lini pertama, yaitu Isoniazid dan Rifampicin yang merupakan dua obat TB yang paling efektif. Pengobatan TB Resistan Obat ditetapkan menjadi bagian dari program Pengendalian TB nasional. Total kasus Tuberkulosis Multi Drug Resistant (TB MDR) di Kota Semarang dari tahun 2014 s.d tahun 2018 sebanyak 165 kasus. Dikaitkan dengsan proporsi kejadian TB MDR pada kasus TB Baru dan TB Kambuh di tahun 2018 terdapat 71 kasus baru TB MDR. Angka kesembuhan kasus TB Kota Semarang dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir tidak pernah mencapai target nasional, yang tertinggi sebesar 65% CR di tahun 2017, yang terendah sebesar 64 % di tahun 2013. Rata-rata pencapaian CR pertahunnya baru sebesar 18,32% di bawah target CR nasional. Puskesmas Bandarharjo merupakan salah satu fasilitas kesehatan tingkat pertama yang telah melaksanakan program pengendalaian TB MDR. Pasien yang terdata pada tahun 2019 sebanyak 10 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penatalaksanaan program pengendalian Tuberkulosis Multi Drug Resistant (TB MDR) di Puskesmas Bandarharjo Kota Semarang. Jenis dan rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripstif kualitatif. Penelitian dilakukan pada bulan oktober sampai dengan novemver 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penatalaksanaan program pengendalian TB MDR di Puskesmas Bandarharjo sudah dilaksanakan dengan baik tetapi belum maksimal. Hal ini dilihat dari kurangnya tersedia sarana dan prasarana yang mendukung, serta tidak adanya penyuluhan yang diberikan kepada petugas TB dan PMO.
&amp;nbsp;
Abstract
Multidrug Resistance Tuberculosis TB (or MDR TB) is one type of TB bacterial resistance to at least two first-line anti-TB drugs, namely Isoniazid and Rifampicin which are the two most effective TB drugs. Drug-resistant TB treatment is determined to be part of the national TB Control program. Total cases of Multi Drug Resistant Tuberculosis (MDR TB) in Semarang City from 2014 to 2018 were 165 cases. Associated with the proportion of MDR TB cases in New TB and Kambuh TB cases in 2018 there were 71 new MDR TB cases. The cure rate of Semarang City TB cases in the past 5 (five) years has never reached the national target, the highest of 65% CR in 2017, the lowest of 64% in 2013. The average annual CR achievement is only 18, 32% below the national CR target. The Bandarharjo Health Center is one of the first-level health facilities that has implemented an MDR TB control program. There are 10 patients recorded in 2019. The purpose of this study was to determine the management of the Multi Drug Resistant Tuberculosis (MDR TB) control program at the Bandarharjo Health Center in Semarang City. The type and design of the study used in this study is qualitative descriptive. The study was conducted from October to November 2019. The results showed that the management of the MDR TB control program at the Bandarharjo Puskesmas was well implemented but not yet optimal. This can be seen from the lack of available supporting facilities and infrastructure, as well as the lack of counseling given to TB and PMO officers.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2020-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/37527</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/higeia.v4iSpecial 4.37527</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development); Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020; 887-897</dc:source>
	<dc:source>2541-5581</dc:source>
	<dc:source>2541-5603</dc:source>
	<dc:source>10.15294/higeia.v4iSpecial 4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/37527/18010</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)</dc:rights>
</oai_dc:dc>