Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Manajemen Bencana Gunung Merapi Berbasis Masyarakat

HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 4 No. Special (2020) · hlm. 203–214

DOI
10.15294/higeia.v4iSpecial
ISSN
2541-5581, 2541-5603
Terbit
2020-10-01
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Abstrak Jumlah bencana alam di Yogyakarta dari 2010-2019 sebanyak 309 kejadian dimana bencana alam terbesarnya adalah letusan Gunung Merapi 2010 yang menyebabkan menyebabkan 1.705 jiwa luka-luka, 332 jiwa meninggal, 4.874 jiwa gangguan psikologis dan kerugiannya mencapai 7,3 triliun rupiah.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan program Destana sebagai upaya manajemen bencana berbasis masyarakat di Kawasan Rawan Bencana III yaitu Desa Glagaharjo. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif melalui pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini terdiri dari informan utama yaitu Kepala Seksi Mitigasi Bencana BPBD Sleman dan Kepala Desa Glagaharjo, serta informan pendukung yaitu perwakilan masyarakat yang terlibat dalam penanganan bencana. Instrumen yang digunakan adalah lembar checklist dan panduan wawancara. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa implementasi komponen Desa Tangguh Bencana di Desa Glagaharjo adalah sarana prasarana (AS=33.3%; ATS=66.7%), penyelamatan dan evakuasi (AS=100%), pengelolaan sistem informasi(AS=100%), regulasi (AS=100%), perencanaan (AS=100%), kelembagaan (AS=80%; ATS=20%), pendanaan (AS=100%), pengembangan kapasitas (AS=85.7%; ATS=14.3%) dan penyelenggaraan penanggulangan bencana (AS=50%; ATS=16.7%; TA=33.3%). Total rekapitulasi indikator-indikator Desa Tangguh Bencana (AS=80%; ATS=14.3%; TA=5.7%). Simpulan dari penelitian ini adalah Desa Glagaharjo sudah cukup tangguh dalam menghadapi bencana Gunung Merapi dimana 80% indikator Desa Tangguh Bencana telah terlaksana. Abstract The number of natural disasters in Yogyakarta over the period 2010-2019 was 309 times, with the biggest natural disaster was the eruption of Merapi in 2010 which caused 246 died, 410.388 were displaced and lost by IDR 7.3 trillion. The purpose of this study was to determine the implementation of Disaster Resilient Village program as a community based disaster management effort in Disaster Prone Areas III in Glagaharjo Village. The type of this research was descriptive study through a quantitative and qualitative approach. The subjects of this study consists of the principal informants, the section chief of the disaster mitigation in BPBD Sleman and the village head Glagaharjo, and the support informants among the community representative involved in the treatment of the disaster. The instruments used were checklist and interview guides. Data validity test used source triangulation techniques. Data were analized with data reduction, data presentation, and verification. The results indicated that the implementation of Disaster Resilient Village components in Glagaharjo Village were the infrastructure (AS=33.3%; ATS=66.7%), rescue and evacuation (AS=100%), information systems manajement (AS=100%), regulation (AS=100%), planning (AS=100%), institutional (AS=80%; ATS=20%), funding (AS=100%), capacity development (AS=85.7%; ATS=14.3%) and disaster management arrangements (AS=50%; ATS=16.7%; TA=33.3%). The total recapitulation of Disaster Resilient Village indicators are AS=80%; ATS=14.3%; TA=5.7%). The conclusion of this study that the village of Glagaharjo is resilient enough in the face of Merapi eruption, of which 80 % indicators of Disaster Resilient Village have been implemented.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 106 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Anik Setyo WahyuningsihAfiliasi tidak diketahui10
Ummi Nur Laila SulistyaniAfiliasi tidak diketahui6
Risa Anggita PutriAfiliasi tidak diketahui4
Sugiharto SugihartoAfiliasi tidak diketahui3
Herry KoesyantoAfiliasi tidak diketahui3
Hanif Satria FebrianandaAfiliasi tidak diketahui3
Aza Putri AnisaAfiliasi tidak diketahui3
Ayu Fadilah WahidAfiliasi tidak diketahui3
Lutfi MuzaqiAfiliasi tidak diketahui3
Widya Hary CahyatiAfiliasi tidak diketahui3
Laura Marulia SubrotoAfiliasi tidak diketahui2
Fitra Aulia RahmaAfiliasi tidak diketahui2
Della FitrianaAfiliasi tidak diketahui2
Alfiana Ainun NisaAfiliasi tidak diketahui2
Rafidha Nur AlifahAfiliasi tidak diketahui2
Luvi Lia NursucilowatiAfiliasi tidak diketahui2
Octavia RahayuAfiliasi tidak diketahui2
Yuliati YuliatiAfiliasi tidak diketahui2
Sofwan IndarjoState University of Semarang2
Efa NugrohoAfiliasi tidak diketahui2
Fitri IndrawatiAfiliasi tidak diketahui1
Nur Rizqi SeptianaAfiliasi tidak diketahui1
Nunuk SafitriAfiliasi tidak diketahui1
Sutianik RomadhoniAfiliasi tidak diketahui1
Sri Ratna RahayuAfiliasi tidak diketahui1
Al Asyhar Aahyu AzadyAfiliasi tidak diketahui1
Galuh Nita PrameswariAfiliasi tidak diketahui1
Nurida Choirinisa ArfiyanaAfiliasi tidak diketahui1
Ratih BerlianaAfiliasi tidak diketahui1
Kristiana Wulan SariAfiliasi tidak diketahui1
Wisda Fahmi SaputraAfiliasi tidak diketahui1
Eko HarjantoAfiliasi tidak diketahui1
Al Fitra Salim As-SyifaAfiliasi tidak diketahui1
Dyah Ayu PramusantiAfiliasi tidak diketahui1
Lidya Nathalia PatandungAfiliasi tidak diketahui1
Intan Farida Sukma DewiAfiliasi tidak diketahui1
Fransisca BonitaAfiliasi tidak diketahui1
Rizky Dwi PrasetyoAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Manajemen Bencana Gunung Merapi Berbasis Masyarakat</dc:title>
	<dc:creator>Qoidah, Nurul</dc:creator>
	<dc:creator>Widowati, Evi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak
Jumlah bencana alam di Yogyakarta dari 2010-2019 sebanyak 309 kejadian dimana bencana alam terbesarnya adalah letusan Gunung Merapi 2010 yang menyebabkan&amp;nbsp; menyebabkan 1.705 jiwa luka-luka, 332 jiwa meninggal, 4.874 jiwa gangguan psikologis dan kerugiannya mencapai 7,3 triliun rupiah.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan program Destana sebagai upaya manajemen bencana berbasis masyarakat di Kawasan Rawan Bencana III yaitu Desa Glagaharjo. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif melalui pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini terdiri dari informan utama yaitu Kepala Seksi Mitigasi Bencana BPBD Sleman dan Kepala Desa Glagaharjo, serta informan pendukung yaitu perwakilan masyarakat yang terlibat dalam penanganan bencana. Instrumen yang digunakan adalah lembar checklist dan panduan wawancara. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa implementasi komponen Desa Tangguh Bencana di Desa Glagaharjo adalah sarana prasarana (AS=33.3%; ATS=66.7%), penyelamatan dan evakuasi (AS=100%), pengelolaan sistem informasi(AS=100%), regulasi (AS=100%), perencanaan (AS=100%), kelembagaan (AS=80%; ATS=20%), pendanaan (AS=100%), pengembangan kapasitas (AS=85.7%; ATS=14.3%) dan penyelenggaraan penanggulangan bencana (AS=50%; ATS=16.7%; TA=33.3%). Total rekapitulasi indikator-indikator Desa Tangguh Bencana (AS=80%; ATS=14.3%; TA=5.7%). Simpulan dari penelitian ini adalah Desa Glagaharjo sudah cukup tangguh dalam menghadapi bencana Gunung Merapi dimana 80% indikator Desa Tangguh Bencana telah terlaksana.
Abstract
The number of natural disasters in Yogyakarta over the period 2010-2019 was 309 times, with the biggest natural disaster was the eruption of Merapi in 2010 which caused 246 died, 410.388 were displaced and lost by IDR 7.3 trillion. The purpose of this study was to determine the implementation of Disaster Resilient Village program as a community based disaster management effort in Disaster Prone Areas III in Glagaharjo Village. The type of this research was descriptive study through a quantitative and qualitative approach. The subjects of this study consists of the principal informants, the section chief of the disaster mitigation in BPBD Sleman and the village head Glagaharjo, and the support informants among the community representative involved in the treatment of the disaster. The instruments used were checklist and interview guides. Data validity test used source triangulation techniques. Data were analized with data reduction, data presentation, and verification. The results indicated that the implementation of Disaster Resilient Village components in Glagaharjo Village were the infrastructure (AS=33.3%; ATS=66.7%), rescue and evacuation (AS=100%), information systems manajement (AS=100%), regulation (AS=100%), planning (AS=100%), institutional (AS=80%; ATS=20%), funding (AS=100%), capacity development (AS=85.7%; ATS=14.3%) and disaster management arrangements (AS=50%; ATS=16.7%; TA=33.3%). The total recapitulation of Disaster Resilient Village indicators are AS=80%; ATS=14.3%; TA=5.7%). The conclusion of this study that the village of Glagaharjo is resilient enough in the face of Merapi eruption, of which 80 % indicators of Disaster Resilient Village have been implemented.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2020-10-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/39351</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/higeia.v4iSpecial 1.39351</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development); Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020; 203-214</dc:source>
	<dc:source>2541-5581</dc:source>
	<dc:source>2541-5603</dc:source>
	<dc:source>10.15294/higeia.v4iSpecial 1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/39351/17029</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)</dc:rights>
</oai_dc:dc>