Jurnal
Perilaku Pencegahan Penularan HIV/AIDS pada Wanita Pekerja Seks (WPS) Usia Remaja
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 5 No. 1 (2021) · hlm. 63–71
- ISSN
- 2541-5581, 2541-5603
- Terbit
- 2021-02-19
- Penerbit
- Universitas Negeri Semarang
- Bahasa
- eng
Abstrak
Abstrak Jumlah kasus AIDS di Kabupaten Batang tahun 2017 sebanyak 34 kasus, meningkat bila dibandingkan dengan tahun 2016 sebanyak 32 kasus. Wanita Pekerja Seks (WPS) merupakan kasus tertinggi berdasarkan jenis pekerjaan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran perilaku pencegahan WPS usia remaja terhadap penularan penyakit HIV/AIDS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Informan penelitian ini adalah wanita pekerja seks usia remaja dengan jumlah 6 informan. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan dan sikap mengenai HIV/AIDS cukup baik, tetapi praktiknya masih buruk. Semua informan merasa pekerjaan mereka berisiko tinggi namun ada kepercayaan jika meminum jamu dapat mencegah IMS dan HIV/AIDS. Hambatan yang dirasakan yaitu tidak adanya stok kondom gratis, sulit melakukan negosiasi kondom, pengaruh alkohol, dan adanya biaya yang harus dikeluarkan untuk melakukan skrining IMS dan tes VCT. Saran untuk LSM dan layanan kesehatan yaitu memperluas intervensi tentang bahaya serta upaya pencegahan penularan HIV/AIDS kepada WPS. Abstract The number of AIDS cases in Batang Regency in 2017 was found as many as 34 cases, increased when compared to 2016 as many as 32 cases. Female Sex Workers (FSW) is the highest case by type of work. The purpose of this study is to determine the description of the behavior of adolescent FSW prevention towards transmission of HIV/AIDS. This study uses a qualitative. The informant determination uses purposive sampling techniques. The informants of this study are 6 female teenage sex workers. The results show the knowledge and the attitude of HIV/AIDS is quite good, but the practice is still bad. All informants feel their work risk is high but there is a belief that taking herbal medicine can prevent STIs and HIV/AIDS. The perceived obstacles are the absence of free condom stock, the difficulties in negotiating condoms, the influence of alcohol, and the costs involved in screening for STIs and VCT testing. Suggestions for NGOs and health services are to expand interventions on hazards and efforts to prevent transmission of HIV/AIDS to Female Sex Workers (FSW).
Jaringan kolaborasi para penulis
40 penulis · 67 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- State University of Semarang
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Arulita Ika Fibriana | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Putri Nur Tamalla | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Mahalul Azam | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Triana Ayu Hapsari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Elisa Happy Amalia | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Andita Kusumaningrum | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Gita Dheasabel | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Maria Indriana | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Hauna Anja Ramadhanty | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Hamimah Hamimah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Asti Widyastuti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sofwan Indarjo | State University of Semarang | 1 |
| Irwan Budiono | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Lukman Fauzi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Maulina Istighfaroh | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Zahra Amalia Gardyna | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Anna Nugrahani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Dita Erviana | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Herry Koesyanto | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sifa Ul Janah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Alfi Nurjanah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Frimadewi Kharisma Pradani PH | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Hikmah Ayu Isnadia | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Adinda Yustika Seftiani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sholihatul Mukarromah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Yunita Kristina Kambu | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Vinna Fitri Anis Annisa | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sofi Astrianti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Arumia Prasya Atikassyifa | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Kurnia Rahmawati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Novia Tri Wardani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ayu Nabiha Septiyani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Safira Almadani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Anis Kiswanti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Yetik Marlinda | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Maskuniawan Maskuniawan | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Rizqi Farasari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sugiharto Sugiharto | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.