Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Komunikasi Kesehatan terkait COVID-19: Perspektif Mahasiswa Kedokteran

HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 5 No. 3 (2021)

DOI
10.15294/higeia.v5i2.41073
ISSN
2541-5581, 2541-5603
Terbit
2021-08-31
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

COVID-19 menyebar dengan cepat ke seluruh belahan dunia. Saat ini COVID-19 telah menjadi kedaruratan dalam bidang kesehatan masyarakat. Edukasi, isolasi, pencegahan, pengendalian penularan, dan pengobatan orang yang terinfeksi adalah langkah penting dalam mengendalikan penyakit menular seperti COVID-19. Penyebaran informasi yang benar sangat penting untuk dilakukan karena masih banyak berita bohong yang diyakini masyarakat. Melibatkan mahasiswa kedokteran dalam melakukan komunikasi kesehatan kepada masyarakat sesuai dengan kompetensi mereka bisa menjadi salah satu upaya yang bisa dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi perspektif mahasiswa kedokteran terhadap komunikasi kesehatan terkait COVID-19. Penelitian dengan jenis observasional deskriptif secara cross-sectional dilakukan pada 228 responden yang merupakan mahasiswa kedokteran dari Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Data dikumpulkan menggunakan angket/kuesioner daring Google Form. Hasilnya didapatkan bahwa sebanyak 87,7% responden berminat dan 97,4% responden merasa mahasiswa kedokteran perlu berperan aktif dalam komunikasi kesehatan sesuai kompetensinya pada masa pandemi COVID-19, namun 74,5% responden belum pernah ikut berkontribusi dalam kegiatan tersebut. Sebanyak 69,3% responden menjawab bahwa merasa tidak mampu adalah hambatan bagi mereka dalam melaksanakan kegiatan tersebut. Topik penularan dan pencegahan COVID-19 adalah yang paling banyak dipilih (71,9%) untuk diberikan dalam komunikasi kesehatan yang dilakukan oleh mahasiswa kedokteran. Masyarakat adalah target sasaran edukasi yang paling banyak dipilih (54%) oleh responden, dengan pemberian edukasi setiap waktu (48%) dan media sosial (97%) sebagai media yang dipilih untuk komunikasi kesehatan. Sebagian besar responden berminat untuk melakukan komunikasi kesehatan terkait COVID-19, namun kebanyakan belum pernah ikut berkontribusi karena merasa tidak mampu. Untuk itu, peran penting mahasiswa kedokteran dalam komunikasi kesehatan sebagai edukasi selama masa pandemi COVID-19 perlu ditunjang dengan adanya pelatihan dan pendampingan bagi mahasiswa kedokteran mengenai komunikasi kesehatan terkait COVID-19 sehingga mereka memiliki bekal yang cukup untuk terjun ke masyarakat.

Jaringan kolaborasi para penulis

17 penulis · 52 tautan kepenulisan bersama

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Universitas Syiah Kuala
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Jesica MoudyAfiliasi tidak diketahui2
Maria Tri DianiAfiliasi tidak diketahui1
Nur Qholifah Maharani Aprilia PutriAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad SyukriUniversitas Syiah Kuala1
Rahmatillah RazakAfiliasi tidak diketahui1
Huntari HarahapAfiliasi tidak diketahui1
Armaidi DarmawanAfiliasi tidak diketahui1
Esa Indah AyudiaAfiliasi tidak diketahui1
FairuzAfiliasi tidak diketahui1
MiftahurrahmaAfiliasi tidak diketahui1
Wahyu Indah AuroraAfiliasi tidak diketahui1
FitriyantiAfiliasi tidak diketahui1
Melisa Yuni NirmalasariAfiliasi tidak diketahui1
Deasy NoviaAfiliasi tidak diketahui1
Lisa PitriantiAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Komunikasi Kesehatan terkait COVID-19: Perspektif Mahasiswa Kedokteran</dc:title>
	<dc:creator>Florettira, Mutiara Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Syakurah, Rizma Adlia</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">COVID-19 menyebar dengan cepat ke seluruh belahan dunia. Saat ini COVID-19 telah menjadi kedaruratan dalam bidang kesehatan masyarakat. Edukasi, isolasi, pencegahan, pengendalian penularan, dan pengobatan orang yang terinfeksi adalah langkah penting dalam mengendalikan penyakit menular seperti COVID-19. Penyebaran informasi yang benar sangat penting untuk dilakukan karena masih banyak berita bohong yang diyakini masyarakat. Melibatkan mahasiswa kedokteran dalam melakukan komunikasi kesehatan kepada masyarakat sesuai dengan kompetensi mereka bisa menjadi salah satu upaya yang bisa dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi perspektif mahasiswa kedokteran terhadap komunikasi kesehatan terkait COVID-19. Penelitian dengan jenis observasional deskriptif secara cross-sectional dilakukan pada 228 responden yang merupakan mahasiswa kedokteran dari Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Data dikumpulkan menggunakan angket/kuesioner daring Google Form. Hasilnya didapatkan bahwa sebanyak 87,7% responden berminat dan 97,4% responden merasa mahasiswa kedokteran perlu berperan aktif dalam komunikasi kesehatan sesuai kompetensinya pada masa pandemi COVID-19, namun 74,5% responden belum pernah ikut berkontribusi dalam kegiatan tersebut. Sebanyak 69,3% responden menjawab bahwa merasa tidak mampu adalah hambatan bagi mereka dalam melaksanakan kegiatan tersebut. Topik penularan dan pencegahan COVID-19 adalah yang paling banyak dipilih (71,9%) untuk diberikan dalam komunikasi kesehatan yang dilakukan oleh mahasiswa kedokteran. Masyarakat adalah target sasaran edukasi yang paling banyak dipilih (54%) oleh responden, dengan pemberian edukasi setiap waktu (48%) dan media sosial (97%) sebagai media yang dipilih untuk komunikasi kesehatan. Sebagian besar responden berminat untuk melakukan komunikasi kesehatan terkait COVID-19, namun kebanyakan belum pernah ikut berkontribusi karena merasa tidak mampu. Untuk itu, peran penting mahasiswa kedokteran dalam komunikasi kesehatan sebagai edukasi selama masa pandemi COVID-19 perlu ditunjang dengan adanya pelatihan dan pendampingan bagi mahasiswa kedokteran mengenai komunikasi kesehatan terkait COVID-19 sehingga mereka memiliki bekal yang cukup untuk terjun ke masyarakat.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2021-08-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/41073</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/higeia.v5i2.41073</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development); Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021</dc:source>
	<dc:source>2541-5581</dc:source>
	<dc:source>2541-5603</dc:source>
	<dc:source>10.15294/higeia.v5i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/41073/20237</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)</dc:rights>
</oai_dc:dc>