Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Pelayanan KB di Jawa Tengah

HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 5 No. 3 (2021)

DOI
10.15294/higeia.v5i3.49552
ISSN
2541-5581, 2541-5603
Terbit
2021-10-29
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

COVID-19 telah dinyatakan sebagai pandemi dunia oleh WHO. Untuk menghadapi wabah tersebut dilakukan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sebagai pencegahan penularan COVID-19. Kondisi ini menyebabkan pembatasan dalam pelayanan KB. Tujuan penelitian ini menganalisis perbedaan layanan KB sebelum dan sesudah era pandemi COVID-19. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Responden penelitian adalah semua pasangan usia subur (PUS) di Jawa Tengah tahun 2019 dan 2020. Penelitian berdasarkan data sekunder dari laporan statistik rutin perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah tahun 2020 dan 2021. Hasil penelitian menyatakan bahwa era pandemi COVID-19 berdampak terhadap pelayanan KB di Jawa Tengah, yaitu terjadinya penurunan pelayanan KB. Jumlah kepesertaan KB aktif mengalami penurunan dan kenaikan selama era pandemi COVID-19. Hal tersebut terlihat dari penurunan jumlah kepesertaan KB aktif pada metode kontrasepsi suntikan, pil, MOW, dan MOP serta kenaikan jumlah kepesertaan KB aktif pada metode kontrasepsi IUD, implan, dan kondom. Rekomendasi pemerintah khususnya BKKBN terus berupaya mengadakan terobosan-terobosan untuk kegiatan pelayanan KB serentak dalam berbagai program. Masyarakat dapat mematuhi kebijakan dan mengikuti berbagai layanan KB yang ada sehingga dapat mengantisipasi kasus baby boom pasca pandemi COVID-19.

Jaringan kolaborasi para penulis

5 penulis · 6 tautan kepenulisan bersama

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Sigit Ambar WidyawatiAfiliasi tidak diketahui1
Yuliaji SiswantoAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Pelayanan KB di Jawa Tengah</dc:title>
	<dc:creator>Wijayanti, Urip Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Nindiyastuti, Nadia Ayu Irma</dc:creator>
	<dc:creator>Najib, Najib</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">COVID-19 telah dinyatakan sebagai pandemi dunia oleh WHO. Untuk menghadapi wabah tersebut dilakukan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sebagai pencegahan penularan COVID-19. Kondisi ini menyebabkan pembatasan dalam pelayanan KB. Tujuan penelitian ini menganalisis perbedaan layanan KB sebelum dan sesudah era pandemi COVID-19. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Responden penelitian adalah semua pasangan usia subur (PUS) di Jawa Tengah tahun 2019 dan 2020. Penelitian berdasarkan data sekunder dari laporan statistik rutin perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah tahun 2020 dan 2021. Hasil penelitian menyatakan bahwa era pandemi COVID-19 berdampak terhadap pelayanan KB di Jawa Tengah, yaitu terjadinya penurunan pelayanan KB. Jumlah kepesertaan KB aktif mengalami penurunan dan kenaikan selama era pandemi COVID-19. Hal tersebut terlihat dari penurunan jumlah kepesertaan KB aktif pada metode kontrasepsi suntikan, pil, MOW, dan MOP serta kenaikan jumlah kepesertaan KB aktif pada metode kontrasepsi IUD, implan, dan kondom. Rekomendasi pemerintah khususnya BKKBN terus berupaya mengadakan terobosan-terobosan untuk kegiatan pelayanan KB serentak dalam berbagai program. Masyarakat dapat mematuhi kebijakan dan mengikuti berbagai layanan KB yang ada sehingga dapat mengantisipasi kasus baby boom pasca pandemi COVID-19.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2021-10-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/49552</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/higeia.v5i3.49552</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development); Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021</dc:source>
	<dc:source>2541-5581</dc:source>
	<dc:source>2541-5603</dc:source>
	<dc:source>10.15294/higeia.v5i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/49552/20244</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)</dc:rights>
</oai_dc:dc>