Jurnal
FAKTOR RISIKO MAKROSOMIA DI INDONESIA
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 6 No. 1 (2022)
- ISSN
- 2541-5581, 2541-5603
- Terbit
- 2022-01-31
- Penerbit
- Universitas Negeri Semarang
- Bahasa
- eng
Abstrak
Abstrak Berdasarkan hasil Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 diperoleh bahwa angka makrosomia di Indonesia mengalami penurunan hingga 0,5% dibandingkan 5 tahun sebelumnya, namun angka kematian bayi makrosomia mengalami peningkatan 0,1%. Sementara itu, komplikasi persalinan yang dialami ibu meningkat dari 35% menjadi 41%. Jumlah sampel berat lahir yang diteliti sebanyak 9395 sampel dengan pendekatan cross sectional yang kemudian dianalisis secara univariat dan bivariate dengan uji Chi-Square.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian makrosomia menurut data SDKI 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin (p= 0,001 PR=1,48 95% CI=1,14-1,92), penggunaan alat kontrasepsi (p=0,001;PR=0,78 95%CI=0,64-0,94), serta paritas(p=0,01; PR=1,74 95%CI=1,31-2,30) memilik hubungan yang signifikan terhadap kejadian makrosomia. Kelahiran kembar, kepemilikan asuransi kesehatan, keinginan kehamilan, usia ibu, satus pernikahan, dan pendidikan ibu tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian makrosomia. Abstract Based on the results of the 2017 Indonesian Health Demographic Survey (IDHS), it was found that the macrosomia rate in Indonesia decreased by 0.5% compared to the previous 5 years, but the macrosomia infant mortality rate increased by 0.1%. Meanwhile, childbirth complications experienced by mothers increased from 35% to 41%. The number of birth weight samples studied were 9395 samples with a cross sectional approach which were then analyzed univariately and bivariately with the Chi-Square test. This study aims to determine the risk factors for macrosomia according to the 2017 IDHS data. The results showed that gender (p= 0.001 PR=1.48 95% CI=1.14-1.92), use of contraceptives (p = 0.001; PR = 0.78 95% CI = 0.64-0.94), and parity (p = 0.01; PR = 1.74 95% CI = 1.31-2.30) significant for the incidence of macrosomia. Multiple births, possession of health insurance, desire for pregnancy, maternal age, marital status, and maternal education did not have a significant relationship with the incidence of macrosomia. Keywords: Macrosomia, IDHS, risk factors
Jaringan kolaborasi para penulis
40 penulis · 128 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- State University of Semarang
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Maulina Istighfaroh | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Sri Ratna Rahayu | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Irwan Budiono | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Tandiyo Rahayu | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Robby Akbariandi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Mahalul Azam | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Yuni Wijayanti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Alfiana Ainun Nisa | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Seti Tyas Kusumawardani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Andry Akhiruyanto | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Taufiq Hidayah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Faiqotunnuriyah Faiqotunnuriyah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Adinda Yustika Seftiani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Avida Febiani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Afrilia Khusnul Fitriani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Lidya Angelina | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nur Siyam | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Retno Wulandari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Eky Fadhildansyah Azhar | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sofwan Indarjo | State University of Semarang | 1 |
| Muhammad Azinar | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Zahra Amalia Gardyna | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Anna Nugrahani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Wulan Istri Hastari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Alviar Wahdaniah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Indra Dwi Jayanti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Syarifah Kamalia Putri Ardhana | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Selva Dwi Prahasti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Rizki Mailiana | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Rhanindra Aviana Yumna Shafira | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Silvi Yanti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Diah Hasanah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Wita Istiqomah Tristanti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Widya Hary Cahyati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Michael Yong Hwa Chia | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sukma Anandyaguna | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Putri Royan Diva | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ngakan Putu Djaja Semadi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.