Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Gambaran Kondisi Fasilitas Sanitasi Lingkungan Pasar Tradisional di Kota Semarang Tahun 2022

HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 7 No. 2 (2023) · hlm. 303–311

DOI
10.15294/higeia.v7i2.63501
ISSN
2541-5581, 2541-5603
Terbit
2023-04-30
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Abstrak Pasar merupakan tempat umum dimana dapat menjadi penyebab terjadinya penularan penyakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kondisi fasilitas sanitasi lingkungan pasar tradisional di Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian dilaksanakan pada bulan September dan November tahun 2022. Jumlah sampel yaitu 30 pasar yang ditentukan menggunakan cluster random sampling dan teori Cohen (2007). Data dianalisis secara univariat. Hasil penelitian diperoleh pasar tradisional di Kota Semarang yang tidak memenuhi syarat kesehatan berdasarkan Permenkes Nomor 17 Tahun 2020 Tentang Pasar Sehat dan Standar Nasional Indonesia (SNI) 8152:2021 Tentang Pasar Rakyat yaitu air untuk kebutuhan higiene dan sanitasi (60%), kamar mandi dan toilet (53%), pengelolaan sampah (13%), SPAL (3%), IPAL (100%), tempat cuci tangan (40%), pengendalian vektor dan binatang pembawa penyakit (87%), kualitas makanan dan bahan pangan (80%), dan desinfeksi pasar (0%). Seluruh pasar tradisional harus menerapkan fasilitas sanitasi sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit di lingkungan pasar. Abstract The market is a public place where it can be a cause of disease transmission. This study aims to describe the condition of environmental sanitation facilities in traditional markets in the city of Semarang. This type of research is a quantitative descriptive research. This research was conducted in September and November 2022. The number of samples was 30 markets which were determined using cluster random sampling and Cohen's theory (2007). Data were analyzed univariately. The results of the study obtained traditional markets in Semarang City that did not meet health requirements based on Permenkes Number 17 of 2020 concerning Healthy Markets and Indonesian National Standards (SNI) 8152:2021 Concerning People's Markets, namely water for hygiene and sanitation needs (60%), bathrooms and toilets (53%), waste management (13%), SPAL (3%), IPAL (100%), hand washing facilities (40%), vector control and disease-carrying animals (87%), quality of food and ingredients ( 80%), and market disinfection (0%). All traditional markets must implement sanitation facilities as an effort to prevent the spread of disease in the market environment.

Jaringan kolaborasi para penulis

25 penulis · 51 tautan kepenulisan bersama

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Arum SiwiendrayantiState University of Semarang2
Adinda Mayhana PramestiState University of Semarang2
‪Eram Tunggul Pawenang‬State University of Semarang1
Ferry NurhandokoAfiliasi tidak diketahui1
Hapsari Dyah AyuhaniState University of Semarang1
Hasty WidyastariState University of Semarang1
Diah Indriyani NovtasariState University of Semarang1
Ahsana Sayidatil ArifahState University of Semarang1
Rizky Zidni FadhilahState University of Semarang1
Melinda Pebriyana HastariState University of Semarang1
Maria Magdalena Dewi SAfiliasi tidak diketahui1
Windy Widyanti KusumaState University of Semarang1
Arika Widya RahmawatiState University of Semarang1
Lutfi MuzaqiState University of Semarang1
Fifti IstiklailiState University of Semarang1
Tri Prapto KurniawanAfiliasi tidak diketahui1
Agus Sapta Eka WaluyaAfiliasi tidak diketahui1
Diyan Argani KusumaningtyasState University of Semarang1
Deviyani DeviyaniState University of Semarang1
Tri SofiyaniState University of Semarang1
Hafiidh Ardi MeilanaState University of Semarang1
Dyah Ayu Kharismawati Nur IstiqlalState University of Semarang1
Devy Ega PangestiState University of Semarang1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Gambaran Kondisi Fasilitas Sanitasi Lingkungan Pasar Tradisional di Kota Semarang Tahun 2022</dc:title>
	<dc:creator>Rizki Herwianti, Chyntia Olyvia</dc:creator>
	<dc:creator>Wijayanti, Yuni</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak
Pasar merupakan tempat umum dimana dapat menjadi penyebab terjadinya penularan penyakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kondisi fasilitas sanitasi lingkungan pasar tradisional di Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian dilaksanakan pada bulan September dan November tahun 2022. Jumlah sampel yaitu 30 pasar yang ditentukan menggunakan cluster random sampling dan teori Cohen (2007). Data dianalisis secara univariat. Hasil penelitian diperoleh pasar tradisional di Kota Semarang yang tidak memenuhi syarat kesehatan berdasarkan Permenkes Nomor 17 Tahun 2020 Tentang Pasar Sehat dan Standar Nasional Indonesia (SNI) 8152:2021 Tentang Pasar Rakyat yaitu air untuk kebutuhan higiene dan sanitasi (60%), kamar mandi dan toilet (53%), pengelolaan sampah (13%), SPAL (3%), IPAL (100%), tempat cuci tangan (40%), pengendalian vektor dan binatang pembawa penyakit (87%), kualitas makanan dan bahan pangan (80%), dan desinfeksi pasar (0%). Seluruh pasar tradisional harus menerapkan fasilitas sanitasi sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit di lingkungan pasar.
&amp;nbsp;
Abstract
The market is a public place where it can be a cause of disease transmission. This study aims to describe the condition of environmental sanitation facilities in traditional markets in the city of Semarang. This type of research is a quantitative descriptive research. This research was conducted in September and November 2022. The number of samples was 30 markets which were determined using cluster random sampling and Cohen's theory (2007). Data were analyzed univariately. The results of the study obtained traditional markets in Semarang City that did not meet health requirements based on Permenkes Number 17 of 2020 concerning Healthy Markets and Indonesian National Standards (SNI) 8152:2021 Concerning People's Markets, namely water for hygiene and sanitation needs (60%), bathrooms and toilets (53%), waste management (13%), SPAL (3%), IPAL (100%), hand washing facilities (40%), vector control and disease-carrying animals (87%), quality of food and ingredients ( 80%), and market disinfection (0%). All traditional markets must implement sanitation facilities as an effort to prevent the spread of disease in the market environment.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2023-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/63501</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/higeia.v7i2.63501</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development); Vol 7 No 2 (2023): April 2023; 303-311</dc:source>
	<dc:source>2541-5581</dc:source>
	<dc:source>2541-5603</dc:source>
	<dc:source>10.15294/higeia.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/63501/24790</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)</dc:rights>
</oai_dc:dc>