Jurnal
Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Remaja Putri pada Sekolah Percontohan Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 7 No. 2 (2023) · hlm. 244–254
- ISSN
- 2541-5581, 2541-5603
- Terbit
- 2023-04-30
- Penerbit
- Universitas Negeri Semarang
- Bahasa
- eng
Abstrak
Abstrak: Berdasarkan data RISKESDAS tahun 2018 menjelaskan bahwa 48,9% remaja putri di Indonesia mengalami anemia. Langkah pemerintah dalam upaya mencegah anemia pada remaja putri melalui program pembagian Tablet Tambah Darah(TTD) sesuai dengan PERMENKES RI No. 88 tahun 2014 tentang standar TTD bagi wanita usia subur dan ibu hamil. Capaian tertinggi TTD diterima oleh remaja putri di sekolah yaitu pada tingkat SMP sebesar 87,6%. Dari capaian tersebut hanya 1,4% remaja putri yang patuh mengkonsumsi TTD, sedangkan pada tahun 2024 pemerintah menargetkan kepatuhan TTD remaja putri menjadi 58%. Tujuan dalam penelitian ini mencari faktor yang mempengaruhi konsumsi TTD pada remaja putri. Penelitian ini dilaksankan di SMPN 22 Semarang sebagai sekolah percontohan kesehatan reproduksi dan seksualitas di Kota Semarang pada bulan November 2022. Metode penelitian ini survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuisiner. Sampel dalam penelitian ini 210 responden. Dari hasil penelitian hanya 25,2% remaja putri yang patuh mengkonsumsi TTD. Hasil analisis bivariat faktor yang berpengaruh adalah pengetahuan(0,000), sikap(0,014), dukungan orang tua(0,000), dukungan guru(0,024), dan dukungan tenaga kesehatan(0,000). Kemudian, faktor yang tidak berpengaruh adalah akses mendapatkan TTD(1,000) dan dukungan sekolah(1,000). Faktor paling dominan dalam penelitian ini adalah pengetahuan remaja putri mengenai TTD(p value 0,000; OR=5,982; 95%CI:2,875-12,445). Abstract: Based on RISKESDAS data for 2018, it was explained that 48.9% of young women in Indonesia had anemia. The government's steps in an effort to prevent anemia in young women are through the distribution of Blood Supplement Tablets (TTD) according to PERMENKES RI No. 88 of 2014 concerning the high blood pressure standards for women of childbearing age and pregnant women. The highest achievement of TTD was received by young women at school, namely at the junior high school level of 87.6%. From this achievement, only 1.4% of young women comply with taking iron supplements, while in 2024 the government is targeting that young women will comply with iron supplements to be 58%. The aim of this study was to look for factors that influence iron supplement consumption in young women. This research was conducted at SMPN 22 Semarang as a pilot school for reproductive health and sexuality in Semarang City in November 2022. The research method was an analytic survey with a cross sectional approach. Data collection was carried out using a questionnaire. The sample in this research is 210 respondents. From the results of the study, only 25.2% of young women were obedient in taking iron tablets. Then, the influencing factors were knowledge (0.000), attitude (0.014), parental support (0.000), teacher support (0.024), and health worker support (0.000). Then, the factors that have no effect are access to iron tablets (1,000) and school support (1,000). The most dominant factor in this study was the young women's knowledge of low blood pressure (p value 0.000; OR=5.982; 95% CI: 2.875-12.445).
Jaringan kolaborasi para penulis
40 penulis · 72 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- State University of Semarang
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Arulita Ika Fibriana | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Putri Nur Tamalla | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Mahalul Azam | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Alfiana Ainun Nisa | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Triana Ayu Hapsari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Elisa Happy Amalia | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Andita Kusumaningrum | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Gita Dheasabel | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Maria Indriana | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Hauna Anja Ramadhanty | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Hamimah Hamimah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Lu'luk Ni'matutstsania | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Asti Widyastuti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sofwan Indarjo | State University of Semarang | 1 |
| Irwan Budiono | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Lukman Fauzi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Maulina Istighfaroh | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Zahra Amalia Gardyna | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Anna Nugrahani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Dita Erviana | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Herry Koesyanto | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sifa Ul Janah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Frimadewi Kharisma Pradani PH | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Hikmah Ayu Isnadia | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Adinda Yustika Seftiani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sholihatul Mukarromah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Yunita Kristina Kambu | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Vinna Fitri Anis Annisa | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sofi Astrianti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Arumia Prasya Atikassyifa | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Kurnia Rahmawati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Novia Tri Wardani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ayu Nabiha Septiyani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Safira Almadani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Anis Kiswanti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Yetik Marlinda | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Maskuniawan Maskuniawan | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Rizqi Farasari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.