Jurnal
Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 7 No. 3 (2023) · hlm. 386–396
- ISSN
- 2541-5581, 2541-5603
- Terbit
- 2023-07-18
- Penerbit
- Universitas Negeri Semarang
- Bahasa
- eng
Abstrak
Abstrak Latar Belakang: Stunting ditandai dengan adanya gangguan pertumbuhan tinggi badan dengan hasil pengukuran indeks TB/U kurang dari -2 SD. Kecamatan Kalikajar menjadi wilayah dengan stunting tertinggi di Kabupaten Wonosobo. Penelitian dilakukan untuk mengetahui determinan penyebab stunting pada balita usia 24-59 bulan di Kecamatan Kalikajar. Metode: Menggunakan desain case control. Sampel berjumlah 84, terbagi menjadi 42 sampel kasus dan 42 sampel kontrol. Variabel bebas yang digunakan meliputi penghasilan keluarga, asupan makanan beragam, sumber air bersih, jamban sehat, pendidikan ibu, usia ibu saat melahirkan, jarak kelahiran anak, dan jumlah kelahiran anak (paritas). Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil: Penghasilan keluarga (p=0,010; OR=3,333; 95%CI=1,284-8,653), asupan makanan beragam (p=0,000; OR=9,750; 95%CI=2,595-36,638), sumber air bersih (p=0,078), jamban sehat (p=0,004; OR=5,846; 95%Cl=1,754-19,485), pendidikan ibu (p=0,500), usia ibu saat melahirkan (p=0,500), jarak kelahiran anak (p=0,180), dan jumlah kelahiran anak (p=0,369). Kesimpulan: Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stunting di Kecamatan Kalikajar adalah penghasilan keluarga, asupan makanan beragam, dan jamban sehat dimana faktor asupan makanan beragam menjadi faktor yang paling berpengaruh. Abstract Background: Stunting is characterized by a disturbance in the growth of height with a measurement result of a height/age index of less than -2 SD. Kalikajar District is the area with the highest stunting in Wonosobo Regency. This research was conducted to determine the factors of the causes of stunting in toddlers aged 24-59 months in Kalikajar District. Method: Using a case control design. There were 84 samples, divided into 42 case samples and 42 control samples. The independent variables used included family income, varied food intake, clean water sources, healthy latrines, mother's education, mother's age at giving birth, birth spacing, and parity. Data analysis used the chi-square test. Results: Family income (p=0.010; OR=3.333; 95%CI=1.284-8.653), diverse food intake (p=0.000; OR=9.750; 95%CI=2.595-36.638), clean water sources (p=0.078) ), healthy latrines (p=0.004; OR=5.846; 95%Cl=1.754-19.485), mother's education (p=0.500), mother's age at giving birth (p=0.500), birth spacing (p=0.180), and number of children born (p=0.369). Conclusion: The risk factors associated with the incidence of stunting in Kalikajar District are family income, varied food intake, and healthy latrines where the factor of various food intakes is the most influential factor.
Jaringan kolaborasi para penulis
40 penulis · 108 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- State University of Semarang
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Oktia Woro Kasmini Handayani | Afiliasi tidak diketahui | 4 |
| Alfiana Ainun Nisa | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Mahalul Azam | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Yuni Wijayanti | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Lukman Fauzi | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Bertakalswa Hermawati | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Eko Farida | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Puput Ediyarsari | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Janu Purwono | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Igadhini Vitriyana | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Komala Dewi Setiowati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Audiva Cahya Asri | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Melly Octaviyani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Pradita Nurmalia | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Tandiyo Rahayu | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sofwan Indarjo | State University of Semarang | 1 |
| Muhammad Azinar | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Maulina Istighfaroh | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Zahra Amalia Gardyna | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Anna Nugrahani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Efa Nugroho | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Siswanti Siswanti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Linuria Asra Laily | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Annisa Novanda Maharani Utami | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Tutuk Wijayantiningrum | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Adzra Syifa Andhini | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Akhmad Samsu Dukha | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Citra Indah Sari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Raudya Kamillia Insani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sipa Alfitrian | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Vicky Vidira Sukma Jeni | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Azizul Wildan Ramadhani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Afifa Ghina Athaya | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Risqi Ayu Safitri | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Zubaidah Puan Elsyah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Iin Ardiana | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Erika Febriara | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Hanna Damai Yolanda | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.