Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Kejadian DBD di Kota Semarang Tahun 2019-2021

HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 7 No. 3 (2023) · hlm. 376–385

DOI
10.15294/higeia.v7i3.65192
ISSN
2541-5581, 2541-5603
Terbit
2023-07-18
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Abstrak Demam Berdarah Dengue/Dengue Hemorrhagic Fever (DBD/ DHF) merupakan penyakit disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti. Indonesia sebagai salah satu negara tropis berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, DBD telah menjadi masalah endemis di 33 provinsi dan 436 kabupaten/kota. DBD merupakan salah satu penyakit infeksi yang menyebabkan wabah di berbagai daerah di Indonesia dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Kota Semarang merupakan salah satu wilayah endemis DBD dengan kasus DBD tertinggi kedua di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancang bangun case series. Sumber data pada penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu dari Buku Saku Kesehatan Jawa Tengah Tahun 2019-2021, data Badan Pusat Statistik Kota Semarang, dan website resmi Dinas Kesehatan Kota Semarang Tahun 2019-2021 yaitu jumlah kasus DBD berupa angka kesakitan dan angka kematian per Kecamatan. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan kejadian DBD di Kota Semarang yang mengalami kenaikan pada tahun 2019 setelah mengalami penurunan di tahun sebelumnya yaitu 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus DBD di Kota Semarang pada tahun 2019-2021 mengalami fluktuasi. Abstract Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease caused by the bite of the Aedes aegypti mosquito. Indonesia as a tropical country based on the report of the Ministry of Health of the Republic of Indonesia, DHF has become an endemic problem in 33 provinces and 436 districts/cities. DHF is an infectious disease that causes outbreaks in various regions in Indonesia with high morbidity and mortality rates. Semarang City is one of the DHF endemic areas with the second highest DHF cases in Indonesia. This research is a descriptive study with a case series design. The source of data in this study used secondary data, namely from the Central Java Health Pocket Book for 2019-2021, data from the Central Bureau of Statistics for the City of Semarang, and the official website of the Semarang City Health Service for 2019-2021, namely the number of DHF cases in the form of morbidity and mortality rates per District. The aim of this research is to describe the incidence of DHF in Semarang City which has increased in 2019 after experiencing a decrease in the previous year, namely 2018. The results of the study show that DHF cases in Semarang City in 2019-2021 have fluctuated.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 86 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Diponegoro University
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Oktia Woro Kasmini HandayaniAfiliasi tidak diketahui5
Nur SiyamAfiliasi tidak diketahui4
Intan ZainafreeAfiliasi tidak diketahui4
Mahalul AzamAfiliasi tidak diketahui3
Evi WidowatiAfiliasi tidak diketahui3
Ari YuniastutiState University of Semarang3
Dina Nur Anggraini NingrumAfiliasi tidak diketahui3
Yuni WijayantiAfiliasi tidak diketahui3
Wandah WibawantoAfiliasi tidak diketahui2
Margareta RahayuningsihAfiliasi tidak diketahui2
Russiska RussiskaAfiliasi tidak diketahui2
Hanif Pandu SuhitoAfiliasi tidak diketahui2
Sri Ratna RahayuAfiliasi tidak diketahui2
Selvia Mayka SyahputriAfiliasi tidak diketahui1
Karima Jafina Azka AnjaliAfiliasi tidak diketahui1
Agus RiyantoDiponegoro University1
Devita Uzlah SibaraniAfiliasi tidak diketahui1
Ika UtamiAfiliasi tidak diketahui1
Tri Septa AnggrainiAfiliasi tidak diketahui1
Arum SiwiendrayantiState University of Semarang1
Siti Ainun NadhirohAfiliasi tidak diketahui1
Eka Radiyani OktaviaAfiliasi tidak diketahui1
Fatehah Rahma AgustinAfiliasi tidak diketahui1
Nandito Mapian MagaiAfiliasi tidak diketahui1
Sigit Ambar WidyawatiAfiliasi tidak diketahui1
Ni'mal MunaAfiliasi tidak diketahui1
Mirnawati MirnawatiAfiliasi tidak diketahui1
Nurfitriani NurfitrianiAfiliasi tidak diketahui1
Febriana Maya ZulfiariniAfiliasi tidak diketahui1
Merlinda Permata SariAfiliasi tidak diketahui1
Tika MaelaniAfiliasi tidak diketahui1
Karnowo HasanAfiliasi tidak diketahui1
Tri WahyuniAfiliasi tidak diketahui1
Susi NuryantiAfiliasi tidak diketahui1
Habibah Yulia RestiAfiliasi tidak diketahui1
Annisa PramitasariAfiliasi tidak diketahui1
Salsabila Kinaya PraninditaAfiliasi tidak diketahui1
Dhea Istiva AyuAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kejadian DBD di Kota Semarang Tahun 2019-2021</dc:title>
	<dc:creator>Hermania, Chindy</dc:creator>
	<dc:creator>Cahyati, Widya Hary</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak
Demam Berdarah Dengue/Dengue Hemorrhagic Fever (DBD/ DHF) merupakan penyakit disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti. Indonesia sebagai salah satu negara tropis berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, DBD telah menjadi masalah endemis di 33 provinsi dan 436 kabupaten/kota. DBD merupakan salah satu penyakit infeksi yang menyebabkan wabah di berbagai daerah di Indonesia dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Kota Semarang merupakan salah satu wilayah endemis DBD dengan kasus DBD tertinggi kedua di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancang bangun case series. Sumber data pada penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu dari Buku Saku Kesehatan Jawa Tengah Tahun 2019-2021, data Badan Pusat Statistik Kota Semarang, dan website resmi Dinas Kesehatan Kota Semarang Tahun 2019-2021 yaitu jumlah kasus DBD berupa angka kesakitan dan angka kematian per Kecamatan. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan kejadian DBD di Kota Semarang yang mengalami kenaikan pada tahun 2019 setelah mengalami penurunan di tahun sebelumnya yaitu 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus DBD di Kota Semarang pada tahun 2019-2021 mengalami fluktuasi.
Abstract
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease caused by the bite of the Aedes aegypti mosquito. Indonesia as a tropical country based on the report of the Ministry of Health of the Republic of Indonesia, DHF has become an endemic problem in 33 provinces and 436 districts/cities. DHF is an infectious disease that causes outbreaks in various regions in Indonesia with high morbidity and mortality rates. Semarang City is one of the DHF endemic areas with the second highest DHF cases in Indonesia. This research is a descriptive study with a case series design. The source of data in this study used secondary data, namely from the Central Java Health Pocket Book for 2019-2021, data from the Central Bureau of Statistics for the City of Semarang, and the official website of the Semarang City Health Service for 2019-2021, namely the number of DHF cases in the form of morbidity and mortality rates per District. The aim of this research is to describe the incidence of DHF in Semarang City which has increased in 2019 after experiencing a decrease in the previous year, namely 2018. The results of the study show that DHF cases in Semarang City in 2019-2021 have fluctuated.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2023-07-18</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/65192</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/higeia.v7i3.65192</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development); Vol 7 No 3 (2023): July 2023; 376-385</dc:source>
	<dc:source>2541-5581</dc:source>
	<dc:source>2541-5603</dc:source>
	<dc:source>10.15294/higeia.v7i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/65192/24968</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)</dc:rights>
</oai_dc:dc>