Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Pemetaan dan Determinan Stunting pada Balita di Kabupaten Cilacap Tahun 2021

HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 7 No. 4 (2024) · hlm. 474–485

DOI
10.15294/higeia.v7i4.67761
ISSN
2541-5581, 2541-5603
Terbit
2024-06-05
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Abstrak Prevalensi stunting di Kabupaten Cilacap pada tahun 2021 mencapai 17,9%. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan dan sebaran determinan stunting pada balita di Kabupaten Cilacap. Jenis penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan ekologi studi dan pemetaan menggunakan data sekunder berupa laporan gizi Kabupaten Cilacap tahun 2021. Penelitian ini dilaksanakan selama periode tahun 2021. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh kecamatan di Kabupaten Cilacap dengan sampel penelitian 24 kecamatan di Kabupaten Cilacap menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi BBLR (p-value = 0,119), prevalensi ibu hamil anemia (p-value = 0,093) dan prevalensi ibu hamil KEK (p-value = 0,796) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian stunting, sedangkan prevalensi bayi mendapatkan ASI Eksklusif (p-value = 0,028) dan prevalensi IMD (p-value = 0,009) berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian stunting pada balita di Kabupaten Cilacap. Kecamatan Kroya, Nusawungu dan Adipala berisiko tinggi stunting karena prevalensi bayi mendapat ASI Eksklusif dan prevalensi IMD rendah. Kata kunci: Pemetaan, stunting, BBLR, kehamilan Abstract The prevalence of stunting in Cilacap Regency in 2021 reached 17,9%. The purpose of this study was to determine the relationship and distribution of stunting determinants in toddlers in the Cilacap Regency. This research was conducted during the 2021 period.This study used an cross- sectional design with an ecological and mapping approach using secondary data nutrition reports Cilacap Regency in 2021. The population was all subdistrict in Cilacap Regency with a sample of 24 subdistricts in Cilacap Regency, taken by total sampling. The results showed that prevalence LBW (p-value = 0,119), prevalence pregnancy with anemia (p-value = 0,093) and prevalence pregnancy with CED (p-value = 0,796), did not significantly influence the incidence of stunting, but prevalence breastfeeding exclusively (p-value = 0,028) and prevalence early initiation of breastfeeding (p-value = 0,009) has a significant on the incidence of stunting. Kroya, Nusawungu and Adipala sub-districts were in high risk of stunting because the prevalence breastfeeding exclusively and prevalence of early initiation of breastfeeding are low. Keywords: Mapping, stunting, LBW, pregnancy

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 130 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Mahalul AzamAfiliasi tidak diketahui6
Hanif Pandu SuhitoAfiliasi tidak diketahui4
Widya Hary CahyatiAfiliasi tidak diketahui4
Oktia Woro Kasmini HandayaniAfiliasi tidak diketahui3
Luqman AlwiAfiliasi tidak diketahui3
Nadiya Arawinda AndarAfiliasi tidak diketahui3
Sholikun SholikunAfiliasi tidak diketahui2
Ari YuniastutiState University of Semarang2
Tandiyo RahayuAfiliasi tidak diketahui2
Intan ZainafreeAfiliasi tidak diketahui2
Usman IqbalAfiliasi tidak diketahui2
Sultan Aulia RahmatAfiliasi tidak diketahui2
Sri Ratna RahayuAfiliasi tidak diketahui2
Asyifa Rahma TrisnaningsihAfiliasi tidak diketahui2
Azhar Fauzan FadhilAfiliasi tidak diketahui1
Dyah Ayu Shinta RatnasariAfiliasi tidak diketahui1
Syifa Nurisma PutriAfiliasi tidak diketahui1
Amalia An NidhaAfiliasi tidak diketahui1
Qonita Nur QolbyAfiliasi tidak diketahui1
Tyas PurwaningsihAfiliasi tidak diketahui1
Devita Uzlah SibaraniAfiliasi tidak diketahui1
Regina Marsha NathanielaAfiliasi tidak diketahui1
Puji SutarjoAfiliasi tidak diketahui1
Suharna SuharnaAfiliasi tidak diketahui1
Diah Rahmah PermatasariAfiliasi tidak diketahui1
Fania Rizky RamadianiAfiliasi tidak diketahui1
A Made Dea Rona AlmasAfiliasi tidak diketahui1
Silvie Sasria MaharaniAfiliasi tidak diketahui1
Dani MiarsoAfiliasi tidak diketahui1
Mala RizqiyaAfiliasi tidak diketahui1
Agtika Yasyfa Nur AzizahAfiliasi tidak diketahui1
Siti Endah WahyuningsihAfiliasi tidak diketahui1
Gisela Habibah AisyahAfiliasi tidak diketahui1
Palgunadi PalgunadiAfiliasi tidak diketahui1
Amelia Fitra KhasanahAfiliasi tidak diketahui1
Diyana SalsabilaAfiliasi tidak diketahui1
Noor HidayahAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pemetaan dan Determinan Stunting pada Balita di Kabupaten Cilacap Tahun 2021</dc:title>
	<dc:creator>Tyas, Lintang Wening Ing</dc:creator>
	<dc:creator>Ningrum, Dina Nur Anggraini</dc:creator>
	<dc:creator>Kukilowati, Novita</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">
Abstrak
Prevalensi stunting di Kabupaten Cilacap pada tahun 2021 mencapai 17,9%. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan dan sebaran determinan stunting pada balita di Kabupaten Cilacap. Jenis penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan ekologi studi dan pemetaan menggunakan data sekunder berupa laporan gizi Kabupaten Cilacap tahun 2021. Penelitian ini dilaksanakan selama periode tahun 2021. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh kecamatan di Kabupaten Cilacap dengan sampel penelitian 24 kecamatan di Kabupaten Cilacap menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi BBLR (p-value = 0,119), prevalensi ibu hamil anemia (p-value = 0,093) dan prevalensi ibu hamil KEK (p-value = 0,796) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian stunting, sedangkan prevalensi bayi mendapatkan ASI Eksklusif (p-value = 0,028) dan prevalensi IMD (p-value = 0,009) berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian stunting pada balita di Kabupaten Cilacap. Kecamatan Kroya, Nusawungu dan Adipala berisiko tinggi stunting karena prevalensi bayi mendapat ASI Eksklusif dan prevalensi IMD rendah.
Kata kunci : Pemetaan, stunting, BBLR, kehamilan
&amp;nbsp;
Abstract
The prevalence of stunting in Cilacap Regency in 2021 reached 17,9%. The purpose of this study was to determine the relationship and distribution of stunting determinants in toddlers in the Cilacap Regency. This research was conducted during the 2021 period.This study used an cross- sectional design with an ecological and mapping approach using secondary data nutrition reports Cilacap Regency in 2021. The population was all subdistrict in Cilacap Regency with a sample of 24 subdistricts in Cilacap Regency, taken by total sampling. The results showed that prevalence LBW (p-value = 0,119), prevalence pregnancy with anemia (p-value = 0,093) and prevalence pregnancy with CED (p-value = 0,796), did not significantly influence the incidence of stunting, but prevalence breastfeeding exclusively (p-value = 0,028) and prevalence early initiation of breastfeeding (p-value = 0,009) has a significant on the incidence of stunting. Kroya, Nusawungu and Adipala sub-districts were in high risk of stunting because the prevalence breastfeeding exclusively and prevalence of early initiation of breastfeeding are low.
Keywords : Mapping, stunting, LBW, pregnancy</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2024-06-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/67761</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/higeia.v7i4.67761</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development); Vol 7 No 4 (2023): October 2023; 474-485</dc:source>
	<dc:source>2541-5581</dc:source>
	<dc:source>2541-5603</dc:source>
	<dc:source>10.15294/higeia.v7i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/67761/26767</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)</dc:rights>
</oai_dc:dc>