Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Determinan Pemanfaatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis)

HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 7 No. 4 (2024) · hlm. 610–624

DOI
10.15294/higeia.v7i4.68109
ISSN
2541-5581, 2541-5603
Terbit
2024-06-05
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Abstrak Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) merupakan salah satu program pemerintah dalam pengelolaan jangka panjang pada penyakit hipertensi dan diabetes melitus. Persentase jumlah kunjungan peserta Prolanis di Puskesmas Jurangombo sebesar 70,5% pada bulan April sampai September 2022, persentase tersebut masih di bawah target 75% sebagaimana telah ditetapkan dalam buku panduan Prolanis. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang berhubungan dan faktor dominan terhadap pemanfaatan Prolanis di Puskesmas Jurangombo. Penelitian berjenis analitik observasional dengan rancangan cross-sectional. Sampel yang ditetapkan sebesar 68 responden dengan rumus Slovin dengan teknik purposive sampling. Penelitian dilaksanakan pada bulan September-Oktober 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel jenis kelamin (p=0,012), status pekerjaan (p=0,005), dan persepsi petugas kesehatan (p=0,049) berhubungan dengan pemanfaatan Prolanis di Puskesmas Jurangombo. Uji regresi logistik menunjukkan jenis kelamin memiliki nilai PR=5,444 (1,315-22,542), status pekerjaan PR=0,266 (0,061-1,162), dukungan keluarga PR=19,709 (2,382-163,039), dan dukungan antar peserta Prolanis PR=0,152 (0,025-0,930). Simpulan penelitian ini faktor keluarga merupakan faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap pemanfaatan Prolanis. Abstract The Chronic Disease Management Program (Prolanis) is one of the government's programs in long-term management of hypertension and diabetes mellitus. The percentage number visits by Prolanis participants at the Jurangombo Health Center was 70.5% from April-September 2022, this percentage is still below the target of 75% as set in the Prolanis guidebook. The study aimed to determine the related factors and the dominant factors for used Prolanis at the Jurangombo Health Center. This research was observational analytical with a cross-sectional design. The sample 68 respondents with the Slovin formula with purposive sampling techniques. The research was conducted in September-October 2022. The results showed variables of sex (p=0.012, employment status (p=0.005), and perceptions of health workers (p=0.049) related to the use of Prolanis in the Jurangombo Health Center. Logistic regression tests showed gender had a PR value=5.444 (1.315-22.542), employment status PR=0.266 (0.061-1.162), family support PR=19.709 (2.382-163.039), and support between Prolanis participants PR=0.152 (0.025-0.930). Conclusion this research the family factor is the most dominant factor that influences the use of Prolanis. Keywords: Prolanis, Utilization, Gender, Health Care Worker Perceptions, Family Support

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 148 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Aufiena Nur Ayu MerzistyaAfiliasi tidak diketahui4
Fitri IndrawatiAfiliasi tidak diketahui3
Lukman FauziAfiliasi tidak diketahui3
Ari YuniastutiState University of Semarang3
Luqman AlwiAfiliasi tidak diketahui2
Diah Rahmah PermatasariAfiliasi tidak diketahui2
Anisa Yulia NafsiAfiliasi tidak diketahui2
Hima Sakina FirdhausyAfiliasi tidak diketahui2
Amelia Fitra KhasanahAfiliasi tidak diketahui2
Salsabila Kinaya PraninditaAfiliasi tidak diketahui2
Zuyyinatun MuflikhahAfiliasi tidak diketahui2
Widya Hary CahyatiAfiliasi tidak diketahui2
Palgunadi PalgunadiAfiliasi tidak diketahui1
Annisa Aulia SavitriAfiliasi tidak diketahui1
Ikhsan RamadhanAfiliasi tidak diketahui1
Jacklyn Mahardeka Putri ShermanAfiliasi tidak diketahui1
Nasywa Vebhe PranandariAfiliasi tidak diketahui1
Widya Kusuma WardhaniAfiliasi tidak diketahui1
Jemima Pradipta ApituleyAfiliasi tidak diketahui1
Yuli YanaAfiliasi tidak diketahui1
Dini Eka AnggraeniAfiliasi tidak diketahui1
Alfina Dewi NugrahanyAfiliasi tidak diketahui1
Devi TriandariAfiliasi tidak diketahui1
Evi WidowatiAfiliasi tidak diketahui1
Al Asyhar Aahyu AzadyAfiliasi tidak diketahui1
Nur SiyamAfiliasi tidak diketahui1
Maulina IstighfarohAfiliasi tidak diketahui1
Retno WulandariAfiliasi tidak diketahui1
Eky Fadhildansyah AzharAfiliasi tidak diketahui1
Nur WahidahAfiliasi tidak diketahui1
Sumarti SumartiAfiliasi tidak diketahui1
Amilaa Rodhiyana ZaenAfiliasi tidak diketahui1
Lintang Wening Ing TyasAfiliasi tidak diketahui1
Sultan Aulia RahmatAfiliasi tidak diketahui1
Asyifa Rahma TrisnaningsihAfiliasi tidak diketahui1
Fania Rizky RamadianiAfiliasi tidak diketahui1
Nadiya Arawinda AndarAfiliasi tidak diketahui1
A Made Dea Rona AlmasAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Determinan Pemanfaatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis)</dc:title>
	<dc:creator>Sabrina, Legal Yuniar</dc:creator>
	<dc:creator>Rahayu, Sri Ratna</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak
Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) merupakan salah satu program pemerintah dalam pengelolaan jangka panjang pada penyakit hipertensi dan diabetes melitus. Persentase jumlah kunjungan peserta Prolanis di Puskesmas Jurangombo sebesar 70,5% pada bulan April sampai September 2022, persentase tersebut masih di bawah target 75% sebagaimana telah ditetapkan dalam buku panduan Prolanis. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang berhubungan dan faktor dominan terhadap pemanfaatan Prolanis di Puskesmas Jurangombo. Penelitian berjenis analitik observasional dengan rancangan cross-sectional. Sampel yang ditetapkan sebesar 68 responden dengan rumus Slovin dengan teknik purposive sampling. Penelitian dilaksanakan pada bulan September-Oktober 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel jenis kelamin (p=0,012), status pekerjaan (p=0,005), dan persepsi petugas kesehatan (p=0,049) berhubungan dengan pemanfaatan Prolanis di Puskesmas Jurangombo. Uji regresi logistik menunjukkan jenis kelamin memiliki nilai PR=5,444 (1,315-22,542), status pekerjaan PR=0,266 (0,061-1,162), dukungan keluarga PR=19,709 (2,382-163,039), dan dukungan antar peserta Prolanis PR=0,152 (0,025-0,930). Simpulan penelitian ini faktor keluarga merupakan faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap pemanfaatan Prolanis.
Abstract
The Chronic Disease Management Program (Prolanis) is one of the government's programs in long-term management of hypertension and diabetes mellitus. The percentage number visits by Prolanis participants at the Jurangombo Health Center was 70.5% from April-September 2022, this percentage is still below the target of 75% as set in the Prolanis guidebook. The study aimed to determine the related factors and the dominant factors for used Prolanis at the Jurangombo Health Center. This research was observational analytical with a cross-sectional design. The sample 68 respondents with the Slovin formula with purposive sampling techniques. The research was conducted in September-October 2022. The results showed variables of sex (p=0.012, employment status (p=0.005), and perceptions of health workers (p=0.049) related to the use of Prolanis in the Jurangombo Health Center. Logistic regression tests showed gender had a PR value=5.444 (1.315-22.542), employment status PR=0.266 (0.061-1.162), family support PR=19.709 (2.382-163.039), and support between Prolanis participants PR=0.152 (0.025-0.930). Conclusion this research the family factor is the most dominant factor that influences the use of Prolanis.
Keywords: Prolanis, Utilization, Gender, Health Care Worker Perceptions, Family Support</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2024-06-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/68109</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/higeia.v7i4.68109</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development); Vol 7 No 4 (2023): October 2023; 610-624</dc:source>
	<dc:source>2541-5581</dc:source>
	<dc:source>2541-5603</dc:source>
	<dc:source>10.15294/higeia.v7i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/68109/26782</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)</dc:rights>
</oai_dc:dc>