Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Faktor yang Berhubungan dengan Kegagalan Pengobatan Tuberkulosis Paru di Kabupaten Klaten

HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 7 No. 4 (2024) · hlm. 538–549

DOI
10.15294/higeia.v7i4.69070
ISSN
2541-5581, 2541-5603
Terbit
2024-06-05
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Abstrak Pada tahun 2021, capaian keberhasilan pengobatan tuberkulosis di Kabupaten Klaten yaitu 80,99%. Itu artinya, kegagalan pengobatan sebesar 19,01%, dan masih belum memenuhi target (keberhasilan 90%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan kegagalan pengobatan pasien tuberkulosis paru. Penelitian ini dilakukan bulan September 2022 hingga Maret 2023 dengan jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Populasi yaitu pasien tuberkulosis paru yang menjalani pengobatan pada bulan Januari tahun 2021 hingga bulan Juni 2022. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 710 responden. Data dianalisis menggunakan aplikasi pengolah data dengan uji chi-square/fisher exact test dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah mengontrol variabel lain, secara signifikan rejimen pengobatan, jenis kelamin, dan usia mempengaruhi kegagalan pengobatan tuberkulosis paru berturut-turut 3.43, 1.70, dan 1.63 kali lebih besar meningkatkan risiko terjadinya kegagalan pengobatan pada pasien tuberkulosis paru (p<0.05). Peningkatan kualitas fasilitas layanan kesehatan dan promosi kesehatan kepada masyarakat terkait kewaspadaan terhadap tuberkulosis dan pendidikan kepada pasien serta keluarganya mengenai tuberkulosis dan pengobatannya, maka risiko terjadinya kegagalan pengobatan pada pasien tuberkulosis dapat dikendalikan. Abstract In 2021, the success rate of tuberculosis treatment in Klaten Regency is 80.99%. That means, unsuccessful treatment was 19.01%, and still not meeting the target (90% success). The purpose of this study was to determine what factors were associated with unsuccessful treatment in pulmonary tuberculosis patients. This research was conducted from September 2022 to March 2023 as an analytic observational study with a cross-sectional design. The population is pulmonary tuberculosis patients who are undergoing treatment from January 2021 to June 2022. The sample in this study was 710 respondents. Data were analyzed using a data processing application with the chi-square/fisher exact test and logistic regression. The results showed that after controlling for other variables, treatment regimen, gender, and age significantly affected treatment unsuccessful of pulmonary tuberculosis respectively 3.43, 1.70, and 1.63 times more likely to increase the risk of unsuccessful treatment in pulmonary tuberculosis patients (p<0.05). Improving the quality of health service facilities and promoting health to the public regarding awareness of tuberculosis and educating patients and their families about tuberculosis and its treatment, so that the risk of unsuccessful treatment in tuberculosis patients can be controlled.

Jaringan kolaborasi para penulis

31 penulis · 51 tautan kepenulisan bersama

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • State University of Semarang
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Bertakalswa HermawatiAfiliasi tidak diketahui3
Jayanti Evananda FebrianAfiliasi tidak diketahui2
Yunita Dyah Puspita SantikAfiliasi tidak diketahui2
Fitri IndrawatiAfiliasi tidak diketahui2
Anisa FitriInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Arvia Dhitya MaharhaniAfiliasi tidak diketahui2
Devita Uzlah SibaraniAfiliasi tidak diketahui1
Sherly GusnawanAfiliasi tidak diketahui1
Hermi Nur LaelaAfiliasi tidak diketahui1
Arum SiwiendrayantiState University of Semarang1
Fitriana PuspitaraniAfiliasi tidak diketahui1
Isnaningsih IsnaningsihAfiliasi tidak diketahui1
Fitriyana FitriyanaAfiliasi tidak diketahui1
Rudatin WindraswaraAfiliasi tidak diketahui1
Annisa Arum Kartika DewiAfiliasi tidak diketahui1
Atiya InayahAfiliasi tidak diketahui1
Siti Yuliana SyafriatiAfiliasi tidak diketahui1
Nila KusumawatiAfiliasi tidak diketahui1
Aswi Nur SyahbaniAfiliasi tidak diketahui1
Ragil AndrianiAfiliasi tidak diketahui1
Isnaini Alfazcha ZukhrufAfiliasi tidak diketahui1
Azizah Nur AbdillahAfiliasi tidak diketahui1
Dela Putri WulandariAfiliasi tidak diketahui1
Nanda Putri DewantiAfiliasi tidak diketahui1
Siti Lailatin NasifahAfiliasi tidak diketahui1
Ella Wahyu IrawanAfiliasi tidak diketahui1
Erna Zuliana MuanifahAfiliasi tidak diketahui1
Intan Tasya Az ZahraAfiliasi tidak diketahui1
Dwi Salsabilla PutriAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Faktor yang Berhubungan dengan Kegagalan Pengobatan Tuberkulosis Paru di Kabupaten Klaten</dc:title>
	<dc:creator>Az Zahro', Afifah Maulidia</dc:creator>
	<dc:creator>Sukendra, Dyah Mahendrasari</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak
Pada tahun 2021, capaian keberhasilan pengobatan tuberkulosis di Kabupaten Klaten yaitu 80,99%. Itu artinya, kegagalan pengobatan sebesar 19,01%, dan masih belum memenuhi target (keberhasilan 90%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan kegagalan pengobatan pasien tuberkulosis paru. Penelitian ini dilakukan bulan September 2022 hingga Maret 2023 dengan jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Populasi yaitu pasien tuberkulosis paru yang menjalani pengobatan pada bulan Januari tahun 2021 hingga bulan Juni 2022. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 710 responden. Data dianalisis menggunakan aplikasi pengolah data dengan uji chi-square/fisher exact test dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah mengontrol variabel lain, secara signifikan rejimen pengobatan, jenis kelamin, dan usia mempengaruhi kegagalan pengobatan tuberkulosis paru berturut-turut 3.43, 1.70, dan 1.63 kali lebih besar meningkatkan risiko terjadinya kegagalan pengobatan pada pasien tuberkulosis paru (p&amp;lt;0.05). Peningkatan kualitas fasilitas layanan kesehatan dan promosi kesehatan kepada masyarakat terkait kewaspadaan terhadap tuberkulosis dan pendidikan kepada pasien serta keluarganya mengenai tuberkulosis dan pengobatannya, maka risiko terjadinya kegagalan pengobatan pada pasien tuberkulosis dapat dikendalikan.
&amp;nbsp;
Abstract
In 2021, the success rate of tuberculosis treatment in Klaten Regency is 80.99%. That means, unsuccessful treatment was 19.01%, and still not meeting the target (90% success). The purpose of this study was to determine what factors were associated with unsuccessful treatment in pulmonary tuberculosis patients. This research was conducted from September 2022 to March 2023 as an analytic observational study with a cross-sectional design. The population is pulmonary tuberculosis patients who are undergoing treatment from January 2021 to June 2022. The sample in this study was 710 respondents. Data were analyzed using a data processing application with the chi-square/fisher exact test and logistic regression. The results showed that after controlling for other variables, treatment regimen, gender, and age significantly affected treatment unsuccessful of pulmonary tuberculosis respectively 3.43, 1.70, and 1.63 times more likely to increase the risk of unsuccessful treatment in pulmonary tuberculosis patients (p&amp;lt;0.05). Improving the quality of health service facilities and promoting health to the public regarding awareness of tuberculosis and educating patients and their families about tuberculosis and its treatment, so that the risk of unsuccessful treatment in tuberculosis patients can be controlled.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2024-06-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/69070</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/higeia.v7i4.69070</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development); Vol 7 No 4 (2023): October 2023; 538-549</dc:source>
	<dc:source>2541-5581</dc:source>
	<dc:source>2541-5603</dc:source>
	<dc:source>10.15294/higeia.v7i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/69070/26776</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)</dc:rights>
</oai_dc:dc>