Jurnal
Seminar Edukasi sebagai Sarana Meningkatkan Kesadaran Masyarakat dan Keterjangkauan Akses Hemodialisis
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 8 No. 2 (2024) · hlm. 235–245
- ISSN
- 2541-5581, 2541-5603
- Terbit
- 2024-10-25
- Penerbit
- Universitas Negeri Semarang
- Bahasa
- eng
Abstrak
Peningkatan pasien hemodialisis tidak diimbangi dengan ketersediaan layanan akses hemodialisis. Hal itu membuat pasien tidak nyaman dan menurunkan kepatuhan serta dapat meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas pasien. Di Kabupaten Kudus, pasien hemodialisis selama ini dirujuk ke Semarang. Namun, saat ini RSU Kumala Siwi Kudus menyediakan layanan akses hemodialisis. Meskipun demikian, masih banyak yang belum mengetahui hal tersebut. Oleh karena itu, diperlukan edukasi untuk memastikan pasien di Kudus dan sekitarnya mendapatkan layanan hemodialisis yang baik dan terjangkau. Dalam pengabdian ini, dilakukan kegiatan seminar edukasi bertemakan kesehatan ginjal dengan fokus pada akses hemodialisis dengan target utama tenaga kesehatan. Materi yang dibawakan berupa pengenalan tentang penyakit ginjal, fungsi ginjal dan proses hemodialisis, akses hemodialisis, nutrisi dan pola makan yang sehat, pengelolaan dan pencegahan komplikasi, dan hak-hak pasien hemodialisis. Dalam kegiatan ini juga terdapat kuesioner pre-test dan post-test serta peninjauan rujukan dan tindakan terkait hemodialisis sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan sebagai bentuk evaluasi. Terdapat peningkatan pemahaman peserta dan juga jumlah rujukan dan tindakan akses hemodialisis setelah dilaksanakan kegiatan ini. The increase in hemodialysis patients is not accompanied by the availability of hemodialysis access services. This makes patients uncomfortable and reduces compliance, and can increase morbidity and mortality rates. In Kudus Regency, hemodialysis patients have been referred to Semarang. However, Kumala Siwi Kudus General Hospital is now providing hemodialysis access service, yet there are still many who don't know about this. Therefore, a socialization is needed to ensure the availability and affordability of hemodialysis access services there. Educational seminar focuses on kidney health, specifically on hemodialysis access, to health workers was carried out. The topics include introduction to kidney disease, kidney function and the hemodialysis process, access to hemodialysis, nutrition and healthy eating patterns, management and prevention of complications, and the rights of hemodialysis patients. There were pre-test and post-test questionnaires as well as a review in references and procedures related to hemodialysis before and after the educational seminar. There was an increase in participants' understanding and the number of referrals and procedures for hemodialysis access after the educational seminar.
Jaringan kolaborasi para penulis
40 penulis · 162 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- State University of Semarang
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Dina Nur Anggraini Ningrum | Afiliasi tidak diketahui | 8 |
| Fitri Indrawati | Afiliasi tidak diketahui | 5 |
| Palgunadi Palgunadi | Afiliasi tidak diketahui | 5 |
| Aufiena Nur Ayu Merzistya | Afiliasi tidak diketahui | 4 |
| Amelia Fitra Khasanah | Afiliasi tidak diketahui | 4 |
| Lukman Fauzi | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Ari Yuniastuti | State University of Semarang | 3 |
| Widya Hary Cahyati | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Annisa Aulia Savitri | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Ikhsan Ramadhan | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Jacklyn Mahardeka Putri Sherman | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Nasywa Vebhe Pranandari | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Widya Kusuma Wardhani | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Jemima Pradipta Apituley | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Anisa Yulia Nafsi | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Hima Sakina Firdhausy | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Salsabila Kinaya Pranindita | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Zuyyinatun Muflikhah | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Adiska Rani Ditya Candra | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Yuli Yana | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Dini Eka Anggraeni | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Alfina Dewi Nugrahany | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Devi Triandari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Evi Widowati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Al Asyhar Aahyu Azady | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nur Siyam | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Maulina Istighfaroh | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Retno Wulandari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Eky Fadhildansyah Azhar | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nur Wahidah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sumarti Sumarti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.