Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Gaya Hidup yang Memengaruhi Kejadian Hipertensi Usia Produktif (15-59 Tahun) di Puskesmas Toroh I

HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 8 No. 2 (2024) · hlm. 319–329

DOI
10.15294/higeia.v8i2.79007
ISSN
2541-5581, 2541-5603
Terbit
2024-04-02
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Puskesmas Toroh I pada tahun 2021 menduduki posisi keempat dengan kasus hipertensi tertinggi mencapai 40,08%. Pada tahun 2022 mengalami kenaikan menjadi 68,77% sehingga menduduki posisi pertama di Kabupaten Grobogan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya hidup terhadap kejadian hipertensi usia produktif (15-59 tahun) di Puskesmas Toroh I tahun 2023. Penelitian analitik observasional dengan desain studi cross sectional ini menggunakan data Posbindu PTM bulan Januari sampai Juni tahun 2023 sebagai sumber data. Populasi penelitian berjumlah 2.262 orang dengan sampel sebanyak 393 responden, diambil menggunakan teknik simple random sampling. Data dikelola melalui aplikasi pengolah data, dan dianalisis dengan analisis univariat, analisis bivariat menggunakan uji chi square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel status merokok (p=0,005; PR=1,496; 95% CI=1,184-1,890), aktivitas fisik (p=0,000; PR=2,148; 95% CI=1,782-2,589) dan pola makan (p=0,000; PR=2,433; 95% CI=1,987-2,980) adalah variabel yang berhubungan dengan kejadian hipertensi. Variabel pola makan diketahui menjadi variabel paling dominan yang berhubungan dengan kejadian hipertensi. Toroh I Public Health Center in 2021 was in fourth position with the highest hypertension cases reaching 40,08%. In 2022, it will increase to 68,77% so that it occupies first position in Grobogan Regency. This research aims to determine the lifestyle influence on hypertension incidence in productive age (15-59 years) at the Toroh I Public Health Center in 2023. This observational analytic research with a cross sectional study design used Posbindu PTM data from January to June 2023. The research population were 2.262 people with a sample of 393 respondents, taken using simple random sampling technique. Data was managed through data processing applications with univariate analysis, bivariate analysis using the chi square test and multivariate analysis using logistic regression. The results showed that the variables were smoking status (p=0,005; PR=1,496; 95% CI=1,184-1,890), physical activity (p=0,000; PR=2,148; 95% CI=1,782-2,589) and dietary pattern (p=0,000; PR=2,433; 95% CI=1,987-2,980) is a variable associated with hypertension incidence. Dietary pattern variables were known to be the most dominant variables associated with hypertension incidence.

Jaringan kolaborasi para penulis

36 penulis · 58 tautan kepenulisan bersama

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Bertakalswa HermawatiAfiliasi tidak diketahui3
Jayanti Evananda FebrianAfiliasi tidak diketahui2
Yunita Dyah Puspita SantikAfiliasi tidak diketahui2
Fitri IndrawatiAfiliasi tidak diketahui2
Anisa FitriInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Arvia Dhitya MaharhaniAfiliasi tidak diketahui2
Devita Uzlah SibaraniAfiliasi tidak diketahui1
Sherly GusnawanAfiliasi tidak diketahui1
Hermi Nur LaelaAfiliasi tidak diketahui1
Arum SiwiendrayantiState University of Semarang1
Fitriana PuspitaraniAfiliasi tidak diketahui1
Isnaningsih IsnaningsihAfiliasi tidak diketahui1
Fitriyana FitriyanaAfiliasi tidak diketahui1
Rudatin WindraswaraAfiliasi tidak diketahui1
Annisa Arum Kartika DewiAfiliasi tidak diketahui1
Atiya InayahAfiliasi tidak diketahui1
Siti Yuliana SyafriatiAfiliasi tidak diketahui1
Nila KusumawatiAfiliasi tidak diketahui1
Aswi Nur SyahbaniAfiliasi tidak diketahui1
Ragil AndrianiAfiliasi tidak diketahui1
Isnaini Alfazcha ZukhrufAfiliasi tidak diketahui1
Azizah Nur AbdillahAfiliasi tidak diketahui1
Afifah Maulidia Az Zahro'Afiliasi tidak diketahui1
Nanda Putri DewantiAfiliasi tidak diketahui1
Siti Lailatin NasifahAfiliasi tidak diketahui1
Ella Wahyu IrawanAfiliasi tidak diketahui1
Erna Zuliana MuanifahAfiliasi tidak diketahui1
Intan Tasya Az ZahraAfiliasi tidak diketahui1
Dwi Salsabilla PutriAfiliasi tidak diketahui1
Nur Arifatun NuzzilahAfiliasi tidak diketahui1
Sinta Dwi HabsariAfiliasi tidak diketahui1
‪Eram Tunggul Pawenang‬State University of Semarang1
Ririn Wardani ZuhrufAfiliasi tidak diketahui1
Fiki GhoniatussilmiAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Gaya Hidup yang Memengaruhi Kejadian Hipertensi Usia Produktif (15-59 Tahun) di Puskesmas Toroh I</dc:title>
	<dc:creator>Wulandari, Dela Putri</dc:creator>
	<dc:creator>Sukendra, Dyah Mahendrasari</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Puskesmas Toroh I pada tahun 2021 menduduki posisi keempat dengan kasus hipertensi tertinggi mencapai 40,08%. Pada tahun 2022 mengalami kenaikan menjadi 68,77% sehingga menduduki posisi pertama di Kabupaten Grobogan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya hidup terhadap kejadian hipertensi usia produktif (15-59 tahun) di Puskesmas Toroh I tahun 2023. Penelitian analitik observasional dengan desain studi cross sectional ini menggunakan data Posbindu PTM bulan Januari sampai Juni tahun 2023 sebagai sumber data. Populasi penelitian berjumlah 2.262 orang dengan sampel sebanyak 393 responden, diambil menggunakan teknik simple random sampling. Data dikelola melalui aplikasi pengolah data, dan dianalisis dengan analisis univariat, analisis bivariat menggunakan uji chi square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel status merokok (p=0,005; PR=1,496; 95% CI=1,184-1,890), aktivitas fisik (p=0,000; PR=2,148; 95% CI=1,782-2,589) dan pola makan (p=0,000; PR=2,433; 95% CI=1,987-2,980) adalah variabel yang berhubungan dengan kejadian hipertensi. Variabel pola makan diketahui menjadi variabel paling dominan yang berhubungan dengan kejadian hipertensi.
&amp;nbsp;
Toroh I Public Health Center in 2021 was in fourth position with the highest hypertension cases reaching 40,08%. In 2022, it will increase to 68,77% so that it occupies first position in Grobogan Regency. This research aims to determine the lifestyle influence on hypertension incidence in productive age (15-59 years) at the Toroh I Public Health Center in 2023. This observational analytic research with a cross sectional study design used Posbindu PTM data from January to June 2023. The research population were 2.262&amp;nbsp; people with a sample of 393 respondents, taken using simple random sampling technique. Data was managed through data processing applications with univariate analysis, bivariate analysis using the chi square test and multivariate analysis using logistic regression. The results showed that the variables were smoking status (p=0,005; PR=1,496; 95% CI=1,184-1,890), physical activity (p=0,000; PR=2,148; 95% CI=1,782-2,589) and dietary pattern (p=0,000; PR=2,433; 95% CI=1,987-2,980) is a variable associated with hypertension incidence. Dietary pattern variables were known to be the most dominant variables associated with hypertension incidence.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2024-04-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/79007</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/higeia.v8i2.79007</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development); Vol 8 No 2 (2024): April 2024; 319-329</dc:source>
	<dc:source>2541-5581</dc:source>
	<dc:source>2541-5603</dc:source>
	<dc:source>10.15294/higeia.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/79007/27048</dc:relation>
</oai_dc:dc>