Jurnal
Distribusi Kejadian DBD Berdasarkan Kepadatan Penduduk dan Jentik Nyamuk di Puskesmas Kedungmundu
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 8 No. 3 (2024) · hlm. 396–408
- ISSN
- 2541-5581, 2541-5603
- Terbit
- 2024-11-21
- Penerbit
- Universitas Negeri Semarang
- Bahasa
- eng
Abstrak
Puskesmas Kedungmundu merupakan puskesmas dengan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) tertinggi di Kota Semarang. Pada tahun 2022 kasus DBD mengalami kenaikan >2 kali dari tahun 2021 dengan nilai IR 66,99 per 100.000 penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi kejadian DBD berdasarkan kepadatan penduduk dan jentik nyamuk di wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif rancangan cross sectional dengan pendekatan studi geografis menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah total kasus DBD di Puskesmas Kedungmundu pada tahun 2022. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober-November 2023. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode total sampling. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis univariat dan analisis pemetaan dengan metode klasifikasi dan overlay menggunakan QGIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan penduduk dan jentik nyamuk mempengaruhi tingginya kejadian DBD di suatu wilayah. Sendangmulyo merupakan kelurahan dengan kasus tertinggi serta angka kepadatan penduduk dan jentik nyamuk tergolong kategori tinggi. Kedungmundu Health Center is the health center with the highest Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) cases in Semarang City. In 2022, DHF cases increased >2 times from 2021 with an IR value of 66.99 per 100,000 population. This study aims to determine the distribution of DHF incidents based on population density and mosquito larvae in the Kedungmundu Health Center. This type of research uses a descriptive research cross sectional design with a geographic study approach using a Geographic Information System (GIS). The sample was the total number of DHF in the Kedungmundu Health Center in 2022. The research was conducted in October-November 2023. The sampling technique in this study used the total sampling method. The data in this study were analyzed using univariate analysis and mapping analysis with classification and overlay methods using QGIS. This study concluded that population density and mosquito larvae influence the high incidence of DHF in an area. Sendangmulyo is the sub-district with the highest cases and population density and mosquito larvae are in the high category.
Jaringan kolaborasi para penulis
40 penulis · 67 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- State University of Semarang
- Institut Agama Islam Negeri Kendari
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Bertakalswa Hermawati | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Yunita Dyah Puspita Santik | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Fitri Indrawati | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Anisa Fitri | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 2 |
| Arvia Dhitya Maharhani | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Devita Uzlah Sibarani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sherly Gusnawan | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Hermi Nur Laela | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Arum Siwiendrayanti | State University of Semarang | 1 |
| Fitriana Puspitarani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Isnaningsih Isnaningsih | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Fitriyana Fitriyana | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Rudatin Windraswara | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Annisa Arum Kartika Dewi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Atiya Inayah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Siti Yuliana Syafriati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nila Kusumawati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Aswi Nur Syahbani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ragil Andriani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Isnaini Alfazcha Zukhruf | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Azizah Nur Abdillah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Afifah Maulidia Az Zahro' | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Dela Putri Wulandari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nanda Putri Dewanti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Siti Lailatin Nasifah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ella Wahyu Irawan | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Erna Zuliana Muanifah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Intan Tasya Az Zahra | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Dwi Salsabilla Putri | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nur Arifatun Nuzzilah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sinta Dwi Habsari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Eram Tunggul Pawenang | State University of Semarang | 1 |
| Ririn Wardani Zuhruf | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Fiki Ghoniatussilmi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Rizky Ayu Fandika | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Agcrista Permata Kusuma | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Widya Hary Cahyati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Yunita Dyah PS | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.