Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Status Gizi, Asupan Zat Gizi, dan Stres dengan Gangguan Siklus Menstruasi pada Remaja Vegetarian

Indonesian Journal of Public Health and Nutrition · Vol. 4 No. 2 (2024) · hlm. 233–242

DOI
10.15294/ijphn.v4i2.9718
ISSN
2776-9968, 2798-4265
Terbit
2024-07-28
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Latar Belakang: Riskesdas tahun 2010 menyebutkan sebanyak 13,7% wanita Indonesia mengalami gangguan siklus menstruasi, di Jawa Tengah prevalensinya 13,1% yang terjadi paling banyak pada usia remaja. Wanita vegetarian disebut mengalami peningkatan frekuensi gangguan siklus menstruasi 26,5% lebih besar dari wanita non-vegetarian. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan status gizi, asupan zat gizi, dan stres dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja vegetarian.Metode: Jenis penelitian ini yaitu observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Besar sampel yang ditetapkan sebanyak 59 remaja putri vegetarian anggota Indonesia Vegetarian Society (IVS) Regional Semarang usia 15-24 tahun dengan teknik pengambilan sampel yaitu teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner, timbangan digital, microtoise, dan buku foto bahan makanan. Analisis bivariat dilakukan dengan menggunakan uji statistik chi-square dan uji fisher.Hasil: Ditemukan sebanyak 37,28% remaja vegetarian mengalami gangguan siklus menstruasi. Ada hubungan yang signifikan antara status gizi (p= 0,004), asupan lemak (p= 0,01), dan asupan zat besi (p= 0,002) dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja vegetarian. Namun, tidak ada hubungan antara asupan protein (p= 0,809) dan stres (p= 0,087) dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja vegetarian.Kesimpulan: Status gizi, asupan lemak, dan asupan zat besi berhubungan dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja vegetarian.

Kata kunci

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 80 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Oktia Woro Kasmini HandayaniAfiliasi tidak diketahui4
Mahalul AzamAfiliasi tidak diketahui2
Yuni WijayantiAfiliasi tidak diketahui2
Lukman FauziAfiliasi tidak diketahui2
Alfiana Ainun NisaAfiliasi tidak diketahui2
Bertakalswa HermawatiAfiliasi tidak diketahui2
Eko FaridaAfiliasi tidak diketahui2
Janu PurwonoAfiliasi tidak diketahui1
Igadhini VitriyanaAfiliasi tidak diketahui1
Komala Dewi SetiowatiAfiliasi tidak diketahui1
Audiva Cahya AsriAfiliasi tidak diketahui1
Melly OctaviyaniAfiliasi tidak diketahui1
Pradita NurmaliaAfiliasi tidak diketahui1
Tandiyo RahayuAfiliasi tidak diketahui1
Sofwan IndarjoState University of Semarang1
Muhammad AzinarAfiliasi tidak diketahui1
Maulina IstighfarohAfiliasi tidak diketahui1
Zahra Amalia GardynaAfiliasi tidak diketahui1
Anna NugrahaniAfiliasi tidak diketahui1
Cahyani Wulan SuciAfiliasi tidak diketahui1
Adzra Syifa AndhiniAfiliasi tidak diketahui1
Akhmad Samsu DukhaAfiliasi tidak diketahui1
Citra Indah SariAfiliasi tidak diketahui1
Raudya Kamillia InsaniAfiliasi tidak diketahui1
Sipa AlfitrianAfiliasi tidak diketahui1
Azizul Wildan RamadhaniAfiliasi tidak diketahui1
Afifa Ghina AthayaAfiliasi tidak diketahui1
Risqi Ayu SafitriAfiliasi tidak diketahui1
Zubaidah Puan ElsyahAfiliasi tidak diketahui1
Iin ArdianaAfiliasi tidak diketahui1
Erika FebriaraAfiliasi tidak diketahui1
Hanna Damai YolandaAfiliasi tidak diketahui1
. JamilaAfiliasi tidak diketahui1
Afi Elsha VeryanaAfiliasi tidak diketahui1
Gayatri Sekar PertiwiAfiliasi tidak diketahui1
Nita SariAfiliasi tidak diketahui1
Andesta SariAfiliasi tidak diketahui1
Lilik Nur Indah SariAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/journals/IJPHN/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Status Gizi, Asupan Zat Gizi, dan Stres dengan Gangguan Siklus Menstruasi pada Remaja Vegetarian</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Vidira Sukma Jeni, Vicky</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Budiono, Irwan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Menstrual cycle disturbance</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">nutrient intake</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">nutritional status</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">stress</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">vegetarian</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Latar Belakang: Riskesdas tahun 2010 menyebutkan sebanyak 13,7% wanita Indonesia mengalami gangguan siklus menstruasi, di Jawa Tengah prevalensinya 13,1% yang terjadi paling banyak pada usia remaja. Wanita vegetarian disebut mengalami peningkatan frekuensi gangguan siklus menstruasi 26,5% lebih besar dari wanita non-vegetarian. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan status gizi, asupan zat gizi, dan stres dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja vegetarian.Metode: Jenis penelitian ini yaitu observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Besar sampel yang ditetapkan sebanyak 59 remaja putri vegetarian anggota Indonesia Vegetarian Society (IVS) Regional Semarang usia 15-24 tahun dengan teknik pengambilan sampel yaitu teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner, timbangan digital, microtoise, dan buku foto bahan makanan. Analisis bivariat dilakukan dengan menggunakan uji statistik chi-square dan uji fisher.Hasil: Ditemukan sebanyak 37,28% remaja vegetarian mengalami gangguan siklus menstruasi. Ada hubungan yang signifikan antara status gizi (p= 0,004), asupan lemak (p= 0,01), dan asupan zat besi (p= 0,002) dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja vegetarian. Namun, tidak ada hubungan antara asupan protein (p= 0,809) dan stres (p= 0,087) dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja vegetarian.Kesimpulan: Status gizi, asupan lemak, dan asupan zat besi berhubungan dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja vegetarian.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2024-07-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/journals/IJPHN/article/view/9718</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/ijphn.v4i2.9718</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Indonesian Journal of Public Health and Nutrition; Vol. 4 No. 2 (2024); 233-242</dc:source>
	<dc:source>2776-9968</dc:source>
	<dc:source>2798-4265</dc:source>
	<dc:source>10.15294/ijphn.v4i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/journals/IJPHN/article/view/9718/1002</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2024 Indonesian Journal of Public Health and Nutrition</dc:rights>
</oai_dc:dc>