Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Hubungan Faktor Maternal Ibu dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Kabupaten Grobogan

Indonesian Journal of Public Health and Nutrition · Vol. 5 No. 1 (2025) · pp. 117–126

DOI
10.15294/ijphn.v5i1.28999
ISSN
2776-9968, 2798-4265
Published
2025-08-04
Publisher
Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah kondisi terhambatnya pertumbuhan pada balita, dimana panjang atau tinggi badan menurut usia berada di bawah –2 Standar Deviasi (SD) pada kurva WHO Hasil Sensus Status Gizi Indonesia (SSGI) dari penimbangan massal pada Februari dan Agustus 2023 mencatat prevalensi stunting sebesar 7,58 %, meningkat signifikan sebesar 4,17 % dibandingkan tahun 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain case control. Populasi penelitian ini adalah seluruh balita usia 24–59 bulan yang terdaftar di Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan tahun 2024, dengan sampel minimal 45 balita pada kelompok kasus dan 45 balita pada kelompok kontrol. Variabel dalam penelitian ini antara lain usia ibu, status gizi ibu saat hamil, riwayat anemia ibu saat hamil, dan pendidikan ibu. Analisis univariat digunakan untuk menampilkan distribusi data dasar, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan signifikan antara status gizi ibu saat hamil (p=0,006), anemia ibu saat hamil (p=0,010), usia ibu (0,010) dan pendidikan ibu saat hamil (p=0,003) dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Kabupaten Grobogan. Kesimpulan: Studi ini menemukan bahwa faktor-faktor maternal seperti gizi buruk, anemia selama kehamilan, usia ibu yang berisiko, dan tingkat pendidikan yang rendah secara signifikan terkait dengan stunting pada anak-anak berusia 24–59 bulan di Kabupaten Grobogan.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 114 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • State University of Semarang
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
R. SusantiAffiliation unknown5
Nugrahaningsih WHAffiliation unknown3
Fitri IndrawatiAffiliation unknown2
Luqman AlwiAffiliation unknown2
Diah Rahmah PermatasariAffiliation unknown2
Aufiena Nur Ayu MerzistyaAffiliation unknown2
Retno Sri IswariState University of Semarang2
Sumarti SumartiAffiliation unknown2
N. K. DewiAffiliation unknown1
A. M. A. AhmedAffiliation unknown1
Sri Achadi NugraheniAffiliation unknown1
Suryani As'adAffiliation unknown1
Pingkan FristiwiAffiliation unknown1
Fatimah Asri Fadhilah AuliaAffiliation unknown1
Shafa Alya KamilaAffiliation unknown1
widowati saputraAffiliation unknown1
RR. Sri Ratna RahayuAffiliation unknown1
Palgunadi PalgunadiAffiliation unknown1
Annisa Aulia SavitriAffiliation unknown1
Ikhsan RamadhanAffiliation unknown1
Jacklyn Mahardeka Putri ShermanAffiliation unknown1
Nasywa Vebhe PranandariAffiliation unknown1
Widya Kusuma WardhaniAffiliation unknown1
Jemima Pradipta ApituleyAffiliation unknown1
Yuli YanaAffiliation unknown1
Dini Eka AnggraeniAffiliation unknown1
Alfina Dewi NugrahanyAffiliation unknown1
Devi TriandariAffiliation unknown1
Evi WidowatiAffiliation unknown1
Al Asyhar Aahyu AzadyAffiliation unknown1
Anisa Yulia NafsiAffiliation unknown1
Nur SiyamAffiliation unknown1
Lukman FauziAffiliation unknown1
Maulina IstighfarohAffiliation unknown1
Retno WulandariAffiliation unknown1
Eky Fadhildansyah AzharAffiliation unknown1
Nur WahidahAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/journals/IJPHN/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Hubungan  Faktor  Maternal  Ibu  dengan  Kejadian  Stunting  pada Balita Usia 24-59 Bulan di Kabupaten Grobogan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Lala, Salsabila Kinaya Pranindita</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Yuniastuti, Ari </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Rahayu, Sri Ratna  </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">stunting</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">maternal factors</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">toddlers</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en"> Latar Belakang: Stunting adalah kondisi terhambatnya pertumbuhan pada balita, dimana panjang atau tinggi badan menurut usia berada di bawah –2 Standar Deviasi (SD) pada kurva WHO Hasil Sensus Status Gizi Indonesia (SSGI) dari penimbangan massal pada Februari dan Agustus 2023 mencatat prevalensi stunting sebesar 7,58 %, meningkat signifikan sebesar 4,17 % dibandingkan tahun 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain case control. Populasi penelitian ini adalah seluruh balita usia 24–59 bulan yang terdaftar di Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan tahun 2024, dengan sampel minimal 45 balita pada kelompok kasus dan 45  balita pada kelompok kontrol. Variabel dalam penelitian ini antara lain usia ibu, status gizi ibu saat hamil, riwayat anemia ibu saat hamil, dan pendidikan ibu. Analisis univariat digunakan untuk menampilkan distribusi data dasar, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan signifikan antara status gizi ibu saat hamil (p=0,006), anemia ibu saat hamil (p=0,010), usia ibu (0,010) dan pendidikan ibu saat hamil (p=0,003) dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Kabupaten Grobogan. Kesimpulan: Studi ini menemukan bahwa faktor-faktor maternal seperti gizi buruk, anemia selama kehamilan, usia ibu yang berisiko, dan tingkat pendidikan yang rendah secara signifikan terkait dengan stunting pada anak-anak berusia 24–59 bulan di Kabupaten Grobogan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2025-08-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/journals/IJPHN/article/view/28999</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/ijphn.v5i1.28999</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Indonesian Journal of Public Health and Nutrition; Vol. 5 No. 1 (2025); 117-126</dc:source>
	<dc:source>2776-9968</dc:source>
	<dc:source>2798-4265</dc:source>
	<dc:source>10.15294/ijphn.v5i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/journals/IJPHN/article/view/28999/5536</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 Indonesian Journal of Public Health and Nutrition</dc:rights>
</oai_dc:dc>