Melola Discovery

← Melola Discovery

Akses terbuka Jurnal

Status Merokok Sebagai Prediktor Kejadian Gagal Konversi BTA Sputum pada Pasien Tuberkulosis Paru Fase Intensif (Studi Kasus di RSUP Dr. Kariadi Kota Semarang)

Indonesian Journal of Public Health and Nutrition · Vol. 1 No. 1 (2021) · hlm. 42–49

DOI
10.15294/ijphn.v1i1.45425
ISSN
2776-9968, 2798-4265
Terbit
2021-04-01
Penerbit
Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
Bahasa
eng
Lisensi
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstrak

Latar belakang: Indonesia menempati urutan ke-3 pengkonsumsi rokok di dunia yaitu 28% (65 juta penduduk Indonesia) atau 1 dari 4 penduduk. Perilaku merokok menjadi fakor risiko terjadinya gagal konversi pada pasien tuberculosis paru setelah fase intensif. Metode: Desain penelitian menggunakan case control. Data diperoleh dari data primer dan data sekunder pasien RSUP Dr. Kariadi Semarang. Sampel pada penelitian ini sebanyak 35 kasus dan 35 kontrol yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Status gagal konversi diperoleh dari catatan medis pasien. Instrumen penelitian menggunakan lembar dokumentasi dan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat, dan bivariat menggunakan aplikasi SPSS. Hasil: Hasil analisis menunjukan bahwa perilaku merokok yang berhubungan dengan kejadian gagal konversi BTA sputum pada penderita tuberkulosis setelah menjalani pengobatan fase intensif usia (p-value=0,030), jenis kelamin (pvalue=0,031), perokok (p-value=0,002), uisa mulai merokok ≤ 15 tahun (pvalue=0,000), dan status perokok pasif (p-value=0,001). Kesimpulan: Dalam sampel penelitian ini, kemungkinan gagal konversi lebih tinggi pada kelompok orang yang merokok selama menjalani pengobatan fase intensif dari pada perokok yang berhenti merokok dan yang tidak pernah merokok.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 111 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Dina Nur Anggraini NingrumAfiliasi tidak diketahui7
Muhammad AzinarAfiliasi tidak diketahui5
RR. Sri Ratna RahayuAfiliasi tidak diketahui4
Ari YuniastutiState University of Semarang4
Widya Hary CahyatiAfiliasi tidak diketahui4
Irwan BudionoAfiliasi tidak diketahui4
Oktia Woro Kasmini HandayaniAfiliasi tidak diketahui3
Yuni WijayantiAfiliasi tidak diketahui3
Hanif Pandu SuhitoAfiliasi tidak diketahui2
Nintorio Vieira FernandesAfiliasi tidak diketahui2
Fitri IndrawatiAfiliasi tidak diketahui2
Tandiyo RahayuAfiliasi tidak diketahui2
Intan ZainafreeAfiliasi tidak diketahui2
Alfiana Ainun NisaAfiliasi tidak diketahui2
Casmuti CasmutiAfiliasi tidak diketahui2
Saniya Ilma ArifaAfiliasi tidak diketahui1
Sholikun SholikunAfiliasi tidak diketahui1
Nurul Dwi AstutiAfiliasi tidak diketahui1
Ningrum PangestuAfiliasi tidak diketahui1
Tiara Ayu Huurun IenAfiliasi tidak diketahui1
Andayani AndayaniAfiliasi tidak diketahui1
Nur Lissa UtamiAfiliasi tidak diketahui1
Ira AbawiAfiliasi tidak diketahui1
Trinanda Agustina Sapta NingrumAfiliasi tidak diketahui1
Isyfina Fikrotul MunaAfiliasi tidak diketahui1
Dian Safitri Rara DefiAfiliasi tidak diketahui1
Lukman FauziAfiliasi tidak diketahui1
Erli WidiastutiAfiliasi tidak diketahui1
Zuyyinatun MuflikhahAfiliasi tidak diketahui1
Dhea Istiva AyuAfiliasi tidak diketahui1
Sri HintariAfiliasi tidak diketahui1
Bambang Budi RaharjoAfiliasi tidak diketahui1
Anastasia Kinanti SekarAfiliasi tidak diketahui1
Hanik Anur MariaAfiliasi tidak diketahui1
Amalia Augustina FadlilahAfiliasi tidak diketahui1
Meilinda Ayu SaputriAfiliasi tidak diketahui1
Lina ShofiyanahAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/IJPHN/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Status Merokok Sebagai Prediktor Kejadian Gagal Konversi BTA Sputum pada Pasien Tuberkulosis Paru Fase Intensif (Studi Kasus di RSUP Dr. Kariadi Kota Semarang)</dc:title>
	<dc:creator>Saefurrohim, Muhamad Zakki</dc:creator>
	<dc:creator>Fibriana, Arulita Ika</dc:creator>
	<dc:creator>Azam, Mahalul</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang: Indonesia menempati urutan ke-3 pengkonsumsi rokok di dunia yaitu 28% (65 juta penduduk Indonesia) atau 1 dari 4 penduduk. Perilaku merokok menjadi fakor risiko terjadinya gagal konversi pada pasien tuberculosis paru setelah fase intensif. Metode: Desain penelitian menggunakan case control. Data diperoleh dari data primer dan data sekunder pasien RSUP Dr. Kariadi Semarang. Sampel pada penelitian ini sebanyak 35 kasus dan 35 kontrol yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Status gagal konversi diperoleh dari catatan medis pasien. Instrumen penelitian menggunakan lembar dokumentasi dan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat, dan bivariat menggunakan aplikasi SPSS. Hasil: Hasil analisis menunjukan bahwa perilaku merokok yang berhubungan dengan kejadian gagal konversi BTA sputum pada penderita tuberkulosis setelah menjalani pengobatan fase intensif usia (p-value=0,030), jenis kelamin (pvalue=0,031), perokok (p-value=0,002), uisa mulai merokok ≤ 15 tahun (pvalue=0,000), dan status perokok pasif (p-value=0,001). Kesimpulan: Dalam sampel penelitian ini, kemungkinan gagal konversi lebih tinggi pada kelompok orang yang merokok selama menjalani pengobatan fase intensif dari pada perokok yang berhenti merokok dan yang tidak pernah merokok.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2021-04-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/IJPHN/article/view/45425</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/ijphn.v1i1.45425</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Indonesian Journal of Public Health and Nutrition; Vol 1 No 1 (2021): Regular Issue; 42-49</dc:source>
	<dc:source>2776-9968</dc:source>
	<dc:source>2798-4265</dc:source>
	<dc:source>10.15294/ijphn.v1i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/IJPHN/article/view/45425/18690</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Indonesian Journal of Public Health and Nutrition</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>