Melola Discovery

← Melola Discovery

Akses terbuka Jurnal

Analisis Spasial Kesehatan Lingkungan dan Perilaku di Masa Pandemi untuk Penentuan Zona Kerentanan dan Risiko

Indonesian Journal of Public Health and Nutrition · Vol. 1 No. 2 (2021) · hlm. 164–171

DOI
10.15294/ijphn.v1i2.47435
ISSN
2776-9968, 2798-4265
Terbit
2021-07-31
Penerbit
Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
Bahasa
eng
Lisensi
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstrak

Latar belakang: Jawa Tengah merupakan 10 besar provinsi kasus Covid-19 terbanyak di Indonesia dengan jumlah kasus di Kabupaten Semarang sebanyak 308 orang positif dan 37 orang meninggal yang tersebar di 19 kecamatan, dengan Kecamatan Bandungan sebagai salah satu zona berisiko. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan peta persebaran aspek lingkungan dan perilaku masyarakat yang berkaitan dengan kejadian coronavirus disease. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan Analisis Data Sekunder (ADS) dan instrumen yang digunakan lembar pencatatan. Objek dalam penelitian ini adalah aspek kesehatan lingkungan dan perilaku yaitu kepadatan penduduk, gizi seimbang, aktivitas fisik, air bersih dan cuci tangan pakai sabun. Subjek penelitian ini kejadian Covid-19 pada seluruh desa di Kecamatan Bandungan. Analisis data menggunakan Sistem Informasi Geografis. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa kepadatan penduduk (9 desa), gizi seimbang (5 desa), aktivitas fisik (5 desa), air bersih (5 desa), cuci tangan pakai sabun (6 desa) berkontribusi terhadap persebaran kasus Covid-19. Kesimpulan: Wilayah Kecamatan Bandungan didominasi tingkat kerentanan sangat rentan (6 desa) dan rentan (1 desa) serta daerah risiko tinggi (4 desa) dan daerah risiko sedang (4 desa).

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 60 tautan kepenulisan bersama · 3 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Mahidol University
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Ali MasyharAfiliasi tidak diketahui3
Arum SiwiendrayantiState University of Semarang2
Shobiechah Aldillah WulandhariMahidol University2
Siti Lailatun NikmahAfiliasi tidak diketahui2
Syatriawan LaguraAfiliasi tidak diketahui2
Nadela JusticeaAfiliasi tidak diketahui2
Juniza Indah SetiawatiAfiliasi tidak diketahui2
Sofwan IndarjoState University of Semarang1
Dina WahyuniAfiliasi tidak diketahui1
Yuni WijayantiAfiliasi tidak diketahui1
Ferry NurhandokoAfiliasi tidak diketahui1
Adinda Mayhana PramestiAfiliasi tidak diketahui1
Miftakhul JanahAfiliasi tidak diketahui1
Herry KoesyantoAfiliasi tidak diketahui1
Rita MartiwiAfiliasi tidak diketahui1
Sugiharto SugihartoAfiliasi tidak diketahui1
Miana Ciputra HandariAfiliasi tidak diketahui1
Diah Putri LestianiAfiliasi tidak diketahui1
Noviyani Dwi RaharjantiAfiliasi tidak diketahui1
Nur Riezqiyah AfifahAfiliasi tidak diketahui1
Ardha Nur MajidaAfiliasi tidak diketahui1
Rizki OktavianiAfiliasi tidak diketahui1
Sinta Saadatun NikmahAfiliasi tidak diketahui1
Aliefta Rochma PrajaningtyastitiAfiliasi tidak diketahui1
Dwi AndrianiAfiliasi tidak diketahui1
Nurik FetianaAfiliasi tidak diketahui1
Putri Soviana IlfaAfiliasi tidak diketahui1
Rizky Eli MintariAfiliasi tidak diketahui1
Meila Himmatul 'UlyaAfiliasi tidak diketahui1
Ganis Kesuma WardaniAfiliasi tidak diketahui1
Laras WidyastutiAfiliasi tidak diketahui1
Putri FitasariAfiliasi tidak diketahui1
Santika DewiAfiliasi tidak diketahui1
Wevri ApriliaAfiliasi tidak diketahui1
Shahrani Deviana AliAfiliasi tidak diketahui1
Safira Aufi FauziyahAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad Azil MaskurAfiliasi tidak diketahui1
Nadhira Madania DimartiAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/IJPHN/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Spasial Kesehatan Lingkungan dan Perilaku di Masa Pandemi untuk Penentuan Zona Kerentanan dan Risiko</dc:title>
	<dc:creator>Hayati, Alfia Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Pawenang, Eram Tunggul</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang: Jawa Tengah merupakan 10 besar provinsi kasus Covid-19 terbanyak di Indonesia dengan jumlah kasus di Kabupaten Semarang sebanyak 308 orang positif dan 37 orang meninggal yang tersebar di 19 kecamatan, dengan Kecamatan Bandungan sebagai salah satu zona berisiko. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan peta persebaran aspek lingkungan dan perilaku masyarakat yang berkaitan dengan kejadian coronavirus disease. 
Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan Analisis Data Sekunder (ADS) dan instrumen yang digunakan lembar pencatatan. Objek dalam penelitian ini adalah aspek kesehatan lingkungan dan perilaku yaitu kepadatan penduduk, gizi seimbang, aktivitas fisik, air bersih dan cuci tangan pakai sabun. Subjek penelitian ini kejadian Covid-19 pada seluruh desa di Kecamatan Bandungan. Analisis data menggunakan Sistem Informasi Geografis.
Hasil: Hasil menunjukkan bahwa kepadatan penduduk (9 desa), gizi seimbang (5 desa), aktivitas fisik (5 desa), air bersih (5 desa), cuci tangan pakai sabun (6 desa) berkontribusi terhadap persebaran kasus Covid-19.
Kesimpulan: Wilayah Kecamatan Bandungan didominasi tingkat kerentanan sangat rentan (6 desa) dan rentan (1 desa) serta daerah risiko tinggi (4 desa) dan daerah risiko sedang (4 desa).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2021-07-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/IJPHN/article/view/47435</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/ijphn.v1i2.47435</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Indonesian Journal of Public Health and Nutrition; Vol 1 No 2 (2021): Regular Issue; 164 - 171</dc:source>
	<dc:source>2776-9968</dc:source>
	<dc:source>2798-4265</dc:source>
	<dc:source>10.15294/ijphn.v1i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/IJPHN/article/view/47435/19524</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Indonesian Journal of Public Health and Nutrition</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>