Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

INOVASI KESENIAN RAKYAT DI ERA GLOBAL

Journal of Indonesian Social Studies Education · Vol. 1 No. 1 (2023) · hlm. 1–16

Terbit
2023-08-04
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Di era global, banyak kesenian rakyat yang mengalami kemunduran. Namun, tidak dengan musik rampak di Kabupaten Pekalongan yang dalam tiga tahun terakhir ini mengalami perkembangan setelah adanya inovasi oleh kelompok Kesatuan Gerak Positif (KGP). Penelitian ini bertujuan mengetahui inovasi musik rampak yang dilakukan oleh kelompok KGP. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Lokasi penelitian berada di Kabupaten Pekalongan. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok KGP melakukan inovasi dikarenakan kesenian rakyat di Desa Kertijayan yang monoton dan kurang berkembang, berkembangnya kesenian kontemporer yang mengancam keberadaan kesenian rakyat, serta seringnya diadakan pentas seni dalam berbagai acara di Pekalongan. Adapun proses inovasi yang dilalui oleh kelompok KGP meliputi munculnya ide baru, pertimbangan dan penentuan penerapan ide baru oleh para pengurus, percobaan penerapan ide baru dalam musik rampak kelompok KGP, tanggapan masyarakat, serta penyesuaian kembali penerapan ide baru. In the global era, a lot of folk art that has been declining. However, not with rampak music in Pekalongan Regency which in the last three years has developed after the innovation by Kesatuan Gerak Positif (KGP) group. This study aims to know rampak music innovation by KGP group. This research use qualitative method with location is in Pekalongan Regency. Data collection techniques with observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques include data collection, data reduction, data presentation, and conclusions. The result of the research shows that the reason of KGP group to innovate rampak music is because of the folk art in Kertijayan village which is monotonous and undeveloped, the development of contemporary art which threatens the existence of folk art, and often held art performances in various events in Pekalongan. The process of innovation of rampak music involves the emergence of new ideas on personnel, considerations and determinations on the implementation of new ideas by administators, experiments on the implementation of new ideas in KGP music rampak, the public response, and then adjustment of the application of new ideas.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 98 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Universitas Halu Oleo
  • State University of Semarang
  • Universitas Indraprasta PGRI
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Hartati Sulistyo RiniAfiliasi tidak diketahui6
Nurul FatimahUniversitas Halu Oleo4
Elly KisminiAfiliasi tidak diketahui3
Thriwaty ArsalAfiliasi tidak diketahui3
Agustinus Sugeng PriyantoAfiliasi tidak diketahui2
Rini IswariAfiliasi tidak diketahui2
Nugroho Trisnu BrataAfiliasi tidak diketahui2
Clara Candra SaputriAfiliasi tidak diketahui1
Khudzaifah .Afiliasi tidak diketahui1
Deni KusdiyantoAfiliasi tidak diketahui1
Eko SupraptonoAfiliasi tidak diketahui1
Ranggri Pratama R PutraAfiliasi tidak diketahui1
Noviani Achmad PutriAfiliasi tidak diketahui1
Radini SintaAfiliasi tidak diketahui1
Asep GinanjarAfiliasi tidak diketahui1
Enni Suwarsi RahayuState University of Semarang1
Amin RetnoningsihAfiliasi tidak diketahui1
Bintang Faisal AkbarAfiliasi tidak diketahui1
Danissa Wirna KarmestiAfiliasi tidak diketahui1
Baitur RahmanAfiliasi tidak diketahui1
Sucihatiningsih Dian Wisika PrajantiState University of Semarang1
Sahara SaharaAfiliasi tidak diketahui1
Abdul MajidUniversitas Halu Oleo1
Hamdan Tri AtmajaAfiliasi tidak diketahui1
Ari IrawanUniversitas Indraprasta PGRI1
Eva BanowatiAfiliasi tidak diketahui1
Erin Yestia NilamAfiliasi tidak diketahui1
Fulia Aji GustamanAfiliasi tidak diketahui1
Ardiansyah Putra WardanaAfiliasi tidak diketahui1
Mimi Hanida Abdul MutalibAfiliasi tidak diketahui1
Azlina AbdullahAfiliasi tidak diketahui1
Mansor Mohd NoorAfiliasi tidak diketahui1
Atika WijayaAfiliasi tidak diketahui1
Fadly HusainAfiliasi tidak diketahui1
Mohammad Solehatul MustofaAfiliasi tidak diketahui1
Aji Kusuma WardaniAfiliasi tidak diketahui1
Deva Andrian AdityaAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/JISSE/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">INOVASI KESENIAN RAKYAT DI ERA GLOBAL</dc:title>
	<dc:creator>Wibowo, Hendro</dc:creator>
	<dc:creator>Luthfi, Asma</dc:creator>
	<dc:creator>Mustofa, Moh. Solehatul</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Di era global, banyak kesenian rakyat yang mengalami kemunduran. Namun, tidak dengan musik rampak di Kabupaten Pekalongan yang dalam tiga tahun terakhir ini mengalami perkembangan setelah adanya inovasi oleh kelompok Kesatuan Gerak Positif (KGP). Penelitian ini bertujuan mengetahui inovasi musik rampak yang dilakukan oleh kelompok KGP. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Lokasi penelitian berada di Kabupaten Pekalongan. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok KGP melakukan inovasi dikarenakan kesenian rakyat di Desa Kertijayan yang monoton dan kurang berkembang, berkembangnya kesenian kontemporer yang mengancam keberadaan kesenian rakyat, serta seringnya diadakan pentas seni dalam berbagai acara di Pekalongan. Adapun proses inovasi yang dilalui oleh kelompok KGP meliputi munculnya ide baru, pertimbangan dan penentuan penerapan ide baru oleh para pengurus, percobaan penerapan ide baru dalam musik rampak kelompok KGP, tanggapan masyarakat, serta penyesuaian kembali penerapan ide baru.
In the global era, a lot of folk art that has been declining. However, not with rampak music in Pekalongan Regency which in the last three years has developed after the innovation by Kesatuan Gerak Positif (KGP) group. This study aims to know rampak music innovation by KGP group. This research use qualitative method with location is in Pekalongan Regency. Data collection techniques with observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques include data collection, data reduction, data presentation, and conclusions. The result of the research shows that the reason of KGP group to innovate rampak music is because of the folk art in Kertijayan village which is monotonous and undeveloped, the development of contemporary art which threatens the existence of folk art, and often held art performances in various events in Pekalongan. The process of innovation of rampak music involves the emergence of new ideas on personnel, considerations and determinations on the implementation of new ideas by administators, experiments on the implementation of new ideas in KGP music rampak, the public response, and then adjustment of the application of new ideas. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2023-08-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/JISSE/article/view/72530</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Journal of Indonesian Social Studies Education; Vol 1 No 1 (2023): Volume 1 Nomor 1 Maret 2023; 1-16</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/JISSE/article/view/72530/24925</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Journal of Indonesian Social Studies Education</dc:rights>
</oai_dc:dc>