Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Pengaruh Konsentrasi ZPT NAA dan BAP Terhadap Pertumbuhan Tunas Bawang Merah (Allium cepa L. var. ascalonicum) Secara In Vitro

Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences · Vol. 49 No. 1 (2026) · pp. 17–28

DOI
10.15294/jm.v49i1.64568
ISSN
2774-7832
Published
2026-10-05
Publisher
Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

Teknik perbanyakan bawang merah secara in vitro dianggap lebih menguntungkan karena dapat menghasilkan bibit yang lebih sehat bebas patogen dan tidak bergantung musim. Faktor keberhasilan dalam kultur in vitro diantaranya zat pengatur tumbuh (ZPT) yang digunakan dan lingkungan kultur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi ZPT NAA dan BAP terhadap pertumbuhan tunas bawang merah secara in vitro. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dua faktor yaitu konsentrasi NAA (0 ppm; 0,01 ppm; dan 0,1 ppm) dan konsentrasi BAP (0 ppm; 1 ppm; 2 ppm; dan 3 ppm). Eksplan umbi bawang merah diinkubasi selama 4 minggu. Parameter yang diamati adalah pertambahan jumlah daun, panjang daun, jumlah akar, dan panjang akar. Data dianalisis dengan Anova dua arah, diuji lanjut menggunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil uji Anova dua arah menunjukkan bahwa konsentrasi NAA secara tungal berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah akar dan jumlah akar. Konsentrasi BAP secara tunggal berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah daun, panjang daun, dan jumlah akar. Kombinasi NAA dengan BAP berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan jumlah daun, panjang daun, jumlah akar, dan panjang akar. Hasil uji BNT menunjukkan bahwa konsentrasi NAA yang optimal dalam pertumbuhan jumlah akar dan panjang akar yaitu konsentrasi NAA 0,1 ppm. Konsentrasi BAP yang opimal dalam pertumbuhan jumlah daun, panjang daun, dan jumlah akar yaitu konsentrasi BAP 1 ppm. Kombinasi NAA dengan BAP yang optimal dalam pertumbuhan jumlah daun dan panjang daun yaitu kombinasi NAA 0 ppm dengan BAP 1 ppm. Kombinasi NAA dengan BAP yang optimal dalam pertumbuhan jumlah akar yaitu kombinasi NAA 0,1 ppm dengan BAP 1 ppm. Sedangkan kombinasi NAA dengan BAP yang optimal dalam pertumbuhan panjang akar yaitu NAA 0,1 ppm dengan BAP 2 ppm.

Collaboration network of the authors

16 authors · 39 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • State University of Semarang
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Enni Suwarsi RahayuState University of Semarang3
Furzani Pa’eeAffiliation unknown2
Atiqah BahrunnisaAffiliation unknown1
Talitha WidiatningrumAffiliation unknown1
Nur WijawatiAffiliation unknown1
Fajar MusafaAffiliation unknown1
Khoirul MukhtarAffiliation unknown1
Y. Ulung AnggraitoAffiliation unknown1
Anisa Dewi Sri PuspitasariAffiliation unknown1
Adninta Husnu AmaliaAffiliation unknown1
Nurul Huda Am Zen AriefAffiliation unknown1
Yustinus Ulung AnggraitoAffiliation unknown1
Dinda MelatiAffiliation unknown1
Na Dame Maulibulung SinagaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/journals/JM/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Pengaruh Konsentrasi ZPT NAA dan BAP Terhadap Pertumbuhan Tunas Bawang Merah (Allium cepa L. var. ascalonicum) Secara In Vitro</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Rohmah , Sholihatur </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Habibah, Noor Aini</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Teknik perbanyakan bawang merah secara in vitro dianggap lebih menguntungkan karena dapat menghasilkan bibit yang lebih sehat bebas patogen dan tidak bergantung musim. Faktor keberhasilan dalam kultur in vitro diantaranya zat pengatur tumbuh (ZPT) yang digunakan dan lingkungan kultur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi ZPT NAA dan BAP terhadap pertumbuhan tunas bawang merah secara in vitro. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dua faktor yaitu konsentrasi NAA (0 ppm; 0,01 ppm; dan 0,1 ppm) dan konsentrasi BAP (0 ppm; 1 ppm; 2 ppm; dan 3 ppm). Eksplan umbi bawang merah diinkubasi selama 4 minggu. Parameter yang diamati adalah pertambahan jumlah daun, panjang daun, jumlah akar, dan panjang akar. Data dianalisis dengan Anova dua arah, diuji lanjut menggunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil uji Anova dua arah menunjukkan bahwa konsentrasi NAA secara tungal berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah akar dan jumlah akar. Konsentrasi BAP secara tunggal berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah daun, panjang daun, dan jumlah akar. Kombinasi NAA dengan BAP berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan jumlah daun, panjang daun, jumlah akar, dan panjang akar. Hasil uji BNT menunjukkan bahwa konsentrasi NAA yang optimal dalam pertumbuhan jumlah akar dan panjang akar yaitu konsentrasi NAA 0,1 ppm. Konsentrasi BAP yang opimal dalam pertumbuhan jumlah daun, panjang daun, dan jumlah akar yaitu konsentrasi BAP 1 ppm. Kombinasi NAA dengan BAP yang optimal dalam pertumbuhan jumlah daun dan panjang daun yaitu kombinasi NAA 0 ppm dengan BAP 1 ppm. Kombinasi NAA dengan BAP yang optimal dalam pertumbuhan jumlah akar yaitu kombinasi NAA 0,1 ppm dengan BAP 1 ppm. Sedangkan kombinasi NAA dengan BAP yang optimal dalam pertumbuhan panjang akar yaitu NAA 0,1 ppm dengan BAP 2 ppm.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2026-10-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/journals/JM/article/view/64568</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/jm.v49i1.64568</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences; Vol. 49 No. 1 (2026): Volume 49 Nomor 1 April 2026; 17-28</dc:source>
	<dc:source>2774-7832</dc:source>
	<dc:source>10.15294/jm.v49i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/journals/JM/article/view/64568/11662</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences</dc:rights>
</oai_dc:dc>