Jurnal
Peran Khutbah Jum’at dalam Mengantisipasi Radikalisme Beragama
Jurnal Pengabdian Hukum Indonesia (Indonesian Journal of Legal Community Engagement) JPHI · Vol. 1 No. 2 (2019) · hlm. 178–183
- ISSN
- 2654-8313, 2654-8305
- Terbit
- 2019-02-24
- Penerbit
- Universitas Negeri Semarang
- Bahasa
- eng
Abstrak
Khutbah Jum’at dapat digunakan sebagai sarana ampuh dalam menangkal tumbuh berkembangnya ideologi/paham radikalisme di masyarakat. Kalisegoro yang secara basis masyarakatnya merupakan masyarakat pedesaan (rural), mengalami kegagapan saat banyaknya serbuan modernisme dan heterogenitas masyarakat yang datang dari latar belakang budaya. Kondisi demikian bisa dimanfaatkan oleh kalangan tertentu untuk menanamkan paham radikalisme yang bisa berujung pada tindakan terorisme. berbagai Aksi teror selalu saja diawali dengan menjalarnya paham/aliran radikalisme. Untuk itulah perlu dilakukan upaya preventif dalam menghadang penyebaran aliran-aliran radikalisme tersebut. Upaya preventif ini harus dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan penguatan/upgrading konten khutbah Jum’at. Kegiatan ini diharapkan dapat memberi solusi (1) menyusun materi khutbah jum’at antiradikalisme guna mewujudkan Islam yang Rohmatan Lil Alamin, dengan prinsip tawasuth (tengah-tengah), tasamuh (toleransi), tawazun (seimbang) dan i’tidal (tegak lurus); (2) memberi modal dasar/upgrading bagi Khotib dalam menyajikan materi antiradikalisme; dan (3) Pelaksanaan Khutbah Jumat antiradikalisme di Masjid Kelurahan Kalisegoro. Adapun luaran yang hendak dihasilkan dari kegiatan ini adalah dihasilkannya: (1) Materi Khutbah Jum’at Antiradikalisme; (2) Penguatan dan Upgrading Khotib agar menyampaikan materi Khutbah Jum’at yang Rohmatan Lil Alamin, dengan prinsip tawasuth (tengah-tengah), tasamuh (toleransi), tawazun (seimbang) dan i’tidal (tegak lurus); dan (3). Menghasilkan artikel yang dimuat dalam jurnal ilmiah.
Jaringan kolaborasi para penulis
30 penulis · 73 tautan kepenulisan bersama
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- State University of Semarang
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Ridwan Arifin | Afiliasi tidak diketahui | 4 |
| Windiahsari Windiahsari | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Aprila Niravita | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Salsabila Triandani | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Rizqan Naelufar | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Muhammad Azil Maskur | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Eram Tunggul Pawenang | State University of Semarang | 1 |
| Nadhira Madania Dimarti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Muhammad Azam | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Dani Muhtada | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sudijono Sastroatmodjo | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sartono Sahlan | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Bayangsari Wedhatami | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Anis Widyawati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sonny Saptoajie Wicaksono | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Adib Nor Fuad | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Bayu Rizki Yoga Pratomo | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Fahrur Rozi | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 1 |
| Puji Astuti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Zulfa Sakhiyya | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Heru Saputra | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Dolendra Paudel | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Muhammad Haidar Ghoni | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ahmad Zaharuddin Sani Ahmad Sabri | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Cahya Wulandari | State University of Semarang | 1 |
| Hana Hidayatuzzakia | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Roziya Abu | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.