Jurnal
PENGUATAN PEMAHAMAN HAK KONSUMEN TENTANG LAYANAN PURNA JUAL KENDARAAN BERMOTOR BAGI SISWA SMK DALAM RANGKA PENYELENGGARAAN PERLINDUNGAN KONSUMEN
Jurnal Pengabdian Hukum Indonesia (Indonesian Journal of Legal Community Engagement) JPHI · Vol. 2 No. 2 (2020) · pp. 101–113
- ISSN
- 2654-8313, 2654-8305
- Published
- 2020-04-29
- Publisher
- Universitas Negeri Semarang
- Language
- eng
Abstract
Usia siswa Sekolah Menengah merupakan usia dimana terjadi peralihan dari remaja ke dewasa. Oleh sebab itu perlu adanya penguatan pemahaman terhadap berbagai hal untuk membuat sebuah keputusan termasuk penguatan pemahaman tentang hak nya sebagai konsumen. Salah satu produk konsumsi dari siswa sekolah menengah ialah produk kendaraan bermotor dimana pelaku usaha dibidang otomotif harus melaksanakan kewajiban yang dimiliki salah satunya adalah kewajiban untuk menberikan layanan purna jual dan garansi yang mana kewajiban pelaku usaha ini menjadi hak konsumen yang harus dilindungi. Jenis Sekolah Menengah salah satunya adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM). Siswa SMK jurusan TBSM didominasi oleh siswa yang memiliki kemampuan dibidang teknik sepeda motor yang memungkinkan mereka melakukan perbaikan motor sendiri sehingga hal ini akan berpengaruh pada keputusan dalam melakukan service, pembelian spare part dan lain sebagainya (layanan purna jual) yang sesuai ketentuan pelaku usaha atau tidak. Karena keputusan yang keliru akan berdampak pada hilangnya hak konsumen tersebut. Hal ini yang melatar belakangi tim pengabdi melakukan upaya penguatan pemahaman dengan khalayak sasaran siswa Sekolah Menengah Kejuruan jurusan TBSM. Tim pengabdi memiliki tujuan untuk melakukan edukasi kepada siswa SMK jurusan TBSM terkait hak nya selaku konsumen yang memungkinkan hilang karena kesalahan dalam pengambilan keputusan. Guna mencapai tujuan tersebut, tim pengabdi membuat kegiatan dengan metode pemberian edukasi hak konsumen dengan menggandeng pelaku usaha di bidang otomotif untuk lebih memberikan gambaran terkait Standart Operasional Prosedur (SOP) yang harus diikuti baik oleh konsumen maupun pelaku usaha dalam pemberian layanan purna jual dan garansi produk sehingga nantinya tidak akan muncul perselisihan antara konsumen dengan pelaku usaha.
Collaboration network of the authors
26 authors · 77 co-authorship links · 1 across different organisations
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Universitas Halu Oleo
- STKIP Taman Siswa Bima
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Ridwan Arifin | Affiliation unknown | 3 |
| R Benny Riyanto | Affiliation unknown | 3 |
| Karsinah Karsinah | Affiliation unknown | 2 |
| Tegar Islami Putra | Affiliation unknown | 2 |
| Wahyudin Wahyudin | STKIP Taman Siswa Bima | 1 |
| Irawaty Irawaty | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Dina Silvia Puteri | Affiliation unknown | 1 |
| Anindya Ardiansari | Affiliation unknown | 1 |
| Duhita Driyah Suprapti | Affiliation unknown | 1 |
| Isnani Isnani | Affiliation unknown | 1 |
| Niken Diah Paramita | Affiliation unknown | 1 |
| Windiahsari Windiahsari | Affiliation unknown | 1 |
| Alamul Fikri Al Farouq | Affiliation unknown | 1 |
| Dian Farah Syarifah | Affiliation unknown | 1 |
| Sunu Herawan | Affiliation unknown | 1 |
| Edgina Belva | Affiliation unknown | 1 |
| Asa Faradiba Hilmi | Affiliation unknown | 1 |
| Ermiyani Sagala | Affiliation unknown | 1 |
| Fiki Elfanda Yusuf | Affiliation unknown | 1 |
| Dede Indraswara | Affiliation unknown | 1 |
| Bintang Rafli Ananta | Affiliation unknown | 1 |
| Zainurohmah Zainurohmah | Affiliation unknown | 1 |
| Galih Niken Anggoto Sulaksmi | Affiliation unknown | 1 |
| Adinda Zeranica Putri Fakhis | Affiliation unknown | 1 |
| Mohammad Raziq Fakhrullah | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.