Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Pseudo-Kebijakan Otonomi Desa: Analisis Kritis Berdasarkan Praktek di Lapangan

Jurnal Pengabdian Hukum Indonesia (Indonesian Journal of Legal Community Engagement) JPHI · Vol. 4 No. 1 (2021) · hlm. 1–17

DOI
10.15294/jphi.v4i1.50942
ISSN
2654-8313, 2654-8305
Terbit
2021-10-29
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Kemandirian Desa merupakan tujuan utama dari pemeberian otonomi desa oleh Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa (“UU Desa”). Sejumlah rekognisi terhadap hak asal-usul desa diberikan oleh UU Desa tersebut. Secara teknis, untuk mewujudkan kemandirian desa supaya makmur dan sejahtera, maka Pemerintah Indonesia membuat kebijakan afirmasi yang sangat kuat dengan dibentuknya Kementerian Desa dan juga dana desa. Penelitian ini menganalisis tentang perwujudan otonomi desa di Indonesia dengan menggunakan metode penelitian studi kasus di Desa Selorejo, Girimarto, Wonogiri, Jawa Tengah. Artikel ini mengklaim, bahwa perwujudan otonomi desa di Indonesia bersifat semu. Hal ini ditunjukkan oleh keharusan desa mengikuti visi-misi Bupati dalam menginisiasi program-program pembangunan desa. Selain itu, intervensi pihak luar desa baik dari pemerintah yang lebih tinggi maupun korporasi dalam pembangunan desa juga sangat besar. Fakta lainnya yang mempengaruhi otonomi desa adalah kuatnya birokrasi pelaporan dana desa, sehingga menjadikan aparatur desa gamang dan takut dalam menyusun program pembangunan desa dan pelaksanaannya. Sebagai akibatnya, kemandirian desa yang dicita-citakan oleh UU Desa berjalan lambat dan kurang inisiatif. Berdasarkan temuan pengabdian ini, maka direkomendasikan agar ada pihak ketiga, seperti perguruan tinggi dan NGOs yang netral untuk melakukan program advokasi dan pemberdayaan kapasitas aparatur dan warga desa, sehingga mereka memiliki kemampuan mengorganisir diri secara independent dalam menyusun dan melaksanakan program-program desa.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 96 tautan kepenulisan bersama · 1 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Universitas Media Nusantara Citra
  • Gunadarma University
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Dewi SulistianingsihState University of Semarang11
Saru ArifinAfiliasi tidak diketahui8
Tegar Islami PutraAfiliasi tidak diketahui6
MUHAMMAD SHIDQON PRABOWOAfiliasi tidak diketahui5
Arief YuliantoUniversitas Media Nusantara Citra4
Natal KristionoAfiliasi tidak diketahui4
Wijang SakitriAfiliasi tidak diketahui3
Sucihatiningsih Dian Wisika PrajantiState University of Semarang3
Partono ThomasAfiliasi tidak diketahui3
Triska Rahmatul AiniAfiliasi tidak diketahui3
Yuli Prasetyo AdhiAfiliasi tidak diketahui3
Rusdarti RusdartiAfiliasi tidak diketahui3
Rahmawati Mohd. YusoffAfiliasi tidak diketahui2
Ahmad SehabuddinAfiliasi tidak diketahui2
Jarot Tri Bowo SantosoAfiliasi tidak diketahui2
Joko WidodoAfiliasi tidak diketahui2
Heri YantoAfiliasi tidak diketahui2
Ketut SudarmaAfiliasi tidak diketahui2
Eta Yuni LestariAfiliasi tidak diketahui2
Moh Aris MunandarAfiliasi tidak diketahui2
Rodiyah RodiyahAfiliasi tidak diketahui2
Moh. Imam GusthomiAfiliasi tidak diketahui2
Amalia Nadifta UlfaAfiliasi tidak diketahui1
Indah NurhidayatiAfiliasi tidak diketahui1
Putri PermatasariAfiliasi tidak diketahui1
Haryani SaptaningtyasAfiliasi tidak diketahui1
Agung WibowoGunadarma University1
Erlin Dara PravitasariAfiliasi tidak diketahui1
Eullia Tri Mukti HezakAfiliasi tidak diketahui1
Suminah SuminahAfiliasi tidak diketahui1
Suwarto SuwartoAfiliasi tidak diketahui1
Suryani Latifah MuwahhidAfiliasi tidak diketahui1
Ahmad JaenudinAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad FeriadyAfiliasi tidak diketahui1
Kusumantoro KusumantoroAfiliasi tidak diketahui1
Wahyu Beny Mukti SetiyawanAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/JPHI/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pseudo-Kebijakan Otonomi Desa:  Analisis Kritis Berdasarkan Praktek di Lapangan</dc:title>
	<dc:creator>Martitah, Martitah</dc:creator>
	<dc:creator>Yudhanti, Ristina</dc:creator>
	<dc:creator>Sumarto, Slamet</dc:creator>
	<dc:creator>Widiyanto, Widiyanto</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kemandirian Desa merupakan tujuan utama dari pemeberian otonomi desa oleh Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa (“UU Desa”). Sejumlah rekognisi terhadap hak asal-usul desa diberikan oleh UU Desa tersebut. Secara teknis, untuk mewujudkan kemandirian desa supaya makmur dan sejahtera, maka Pemerintah Indonesia membuat kebijakan afirmasi yang sangat kuat dengan dibentuknya Kementerian Desa dan juga dana desa. Penelitian ini menganalisis tentang perwujudan otonomi desa di Indonesia dengan menggunakan metode penelitian studi kasus di Desa Selorejo, Girimarto, Wonogiri, Jawa Tengah. Artikel ini mengklaim, bahwa perwujudan otonomi desa di Indonesia bersifat semu. Hal ini ditunjukkan oleh keharusan desa mengikuti visi-misi Bupati dalam menginisiasi program-program pembangunan desa. Selain itu, intervensi pihak luar desa baik dari pemerintah yang lebih tinggi maupun korporasi dalam pembangunan desa juga sangat besar. Fakta lainnya yang mempengaruhi otonomi desa adalah kuatnya birokrasi pelaporan dana desa, sehingga menjadikan aparatur desa gamang dan takut dalam menyusun program pembangunan desa dan pelaksanaannya. Sebagai akibatnya, kemandirian desa yang dicita-citakan oleh UU Desa berjalan lambat dan kurang inisiatif. Berdasarkan temuan pengabdian ini, maka direkomendasikan agar ada pihak ketiga, seperti perguruan tinggi dan NGOs yang netral untuk melakukan program advokasi dan pemberdayaan kapasitas aparatur dan warga desa, sehingga mereka memiliki kemampuan mengorganisir diri secara independent dalam menyusun dan melaksanakan program-program desa.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2021-10-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/JPHI/article/view/50942</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/jphi.v4i1.50942</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Hukum Indonesia (Indonesian Journal of Legal Community Engagement); Vol 4 No 1 (2021): .; 1-17</dc:source>
	<dc:source>2654-8313</dc:source>
	<dc:source>2654-8305</dc:source>
	<dc:source>10.15294/jphi.v4i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/JPHI/article/view/50942/20118</dc:relation>
</oai_dc:dc>