Jurnal
Toksisitas Ekstrak Biji Srikaya dan Pengaruhnya terhadap Viabilitas Rayap Kayu Kering
Life Science · Vol. 1 No. 1 (2012)
- ISSN
- 2528-5009, 2252-6277
- Terbit
- 2012-06-29
- Penerbit
- Universitas Negeri Semarang
- Bahasa
- eng
Abstrak
Penelitian bertujuan menguji toksisitas ekstrak biji srikaya dan pengaruhnya terhadap kelangsungan hidup rayap kayu kering. Rayap (280) dibagi menjadi 7 kelompok. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Ekstrak biji srikaya yang konsentrasi dengan berbagai dosis yaitu 8,5 mg/L; 9 mg/L; 9,5 mg/L; 10 mg/L, 10,5 mg/L, 11mg/L, 11,5 mg/L dengan setiap kelompok terdiri dari 10 rayap, empat ulangan. Semua rayap dari setiap kelompok diperlakukan dengan ekstrak biji srikaya dan diamati selama 96 jam. Data kelangsungan hidup rayap dianalisis dengan ANOVA. Untuk hasil yang signifikan kemudian dilanjutkan dengan pengujian LSD pada tingkat kesalahan 5%. Hasil uji ANOVA untuk kelompok perlakuan 8,5 mg/L; 9 mg/L; 9,5 mg/L; 10 mg/L; 10,5 mg/L; 11 mg/L dan 11,5 mg/L pada setiap kelompok perlakuan berbeda nyata (p<0,05). Ekstrak biji srikaya yang mempengaruhi untuk kelangsungan hidup rayap kayu kering (Cryptotermes cyanochepalus) Konsentrasi yang paling berpengaruh pada kelangsungan hidup rayap adalah konsentrasi sebesar 11,5 mg/L.The study aims to examine the toxicity of annona’s seed extract and its effect on the viability of dry wood termites. Termites (280) were divided into 7 groups. The Research carried out experimentally by using Completely Randomized Design. Annona’s seed extract concentration with variety of dosage that is 8.5 mg/L, 9mg/L, 9.5 mg/L, 10mg/L, 10.5 mg/L, 11mg/L, 11.5 mg/L with each group consists of 10 termites, four replications. All termites from each group were treated with annona’s seed extract and observed during 96 hours. Data viability termites were analyzed with ANOVA. The treatment groups were 8.5 mg/L, 9mg/L, 9.5 mg/L, 10mg/L, 10.5 mg/L, 11mg/L, and 11.5 mg /L. For significant results then proceed with testing LSD at 5% error level. ANOVA test’s result for treatment groups 8.5 mg/L, 9 mg/L, 9.5 mg/L, 10mg/L, 10.5 mg/L, 11mg/L, and 11.5 mg/L (p<0.05) in each treatment group. It showed a significant difference in treatment given. Annona’s seed extract affects to the viability of dry wood termites (Cryptotermes cyanochepalus). The concentration that most influents on viability of termites is concentration at 11.5 mg/L.
Jaringan kolaborasi para penulis
40 penulis · 99 tautan kepenulisan bersama · 3 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- State University of Semarang
- University of Technology Malaysia
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Margareta Rahayuningsih | Afiliasi tidak diketahui | 4 |
| Sri Ngabekti | State University of Semarang | 4 |
| Nur Kusuma Dewi | Afiliasi tidak diketahui | 4 |
| Dyah Rini Indriyanti | State University of Semarang | 3 |
| Agus Darmawan | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Ranu Baskora Aji Putra | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Cahyo Yuwono | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Dwi Gansar Santi Wijayanti | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Mugiyo Hartono | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Nasuka Nasuka | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Tri Rustiadi | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Rumini Rumini | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Nur Rahayu Utami | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Ning Setiati | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Muhammad Abdullah | State University of Semarang | 2 |
| Mahendra Noor Febriyanto | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| R. Rahmawati | State University of Semarang | 1 |
| Muji Slamet | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Fahrul Huyop | University of Technology Malaysia | 1 |
| Tyas Agung Pribadi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Tia Prasetyaningtyas | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| okvita sari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Khasan Fakhri | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Herlina Oktaviani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Syarifah Naila Husna | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Akhid Darwi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Pramesti Dewi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Elfrida Theresia Siburian | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Yogo Utomo | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Titi Fatmawati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Masitoh . | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Indah Budi Damayanti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nur Itsna Rizqiyah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Gandhung Herdha Lilianto | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Evi Setyowati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Rahmadyan Tefarani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nisa Arkianti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.