Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Efikasi Ekstrak Daun Lengkuas Terhadap Mortalitas Larva Nyamuk Anopheles aconitus

Life Science · Vol. 1 No. 1 (2012)

ISSN
2528-5009, 2252-6277
Terbit
2012-06-29
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Malaria ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Penggunaan bahan kimia secara kumulatif berdampak negatif terhadap manusia dan lingkungan, diperlukan upaya untuk mendapatkan alternatif yang aman untuk insektisida. Berdasarkan pertimbangan ini, para ahli menggunakan insektisida nabati. Salah satu tanaman potensial adalah daun lengkuas (Alpinia galanga SW.). Daun lengkuas memiliki bahan aktif berupa tanin, saponin, alkaloid, terpenoid dan flavonoid yang dapat digunakan untuk mengendalikan serangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun lengkuas terhadap kematian larva nyamuk, efektivitas (LC50-24 jam dan LC90-24 jam) ekstrak daun lengkuas terhadap kematian larva nyamuk dan mortalitas larva nyamuk pada berbagai tingkat konsentrasi ekstrak daun lengkuas. Metode analisis data yang digunakan ada 3 (tiga), yaitu Uji One Way Anava dengan taraf kepercayaan 95%, analisis regresi dan analisis probit. Hasil perhitungan dengan menggunakan nilai yang diperoleh dengan analisis probit LC50-24 jam dan LC90-24 jam ekstrak daun dari lengkuas adalah 4,4% dan 5,1%. Pengujian Anava satu arah menunjukkan bahwa antar kelompok rata lengkuas daun data konsentrasi ekstrak satu sama lain tidak saling identik atau berbeda secara signifikan. Malaria is transmitted through the bite of female Anopheles mosquito. Use of chemicals cumulatively have a negative impact on humans and the environment, required an effort to get a safe alternative to insecticides. Based on these considerations, the experts use plant-based insecticides. One of the potential plant is the leaf galangal (Alpinia galanga SW.). Leaf galangal has an active ingredient in the form of tannin, saponin, alkaloid, terpenoid and flavonoid that can be used to control insects. The study aims to determine the effect of leaf extract of galangal against mosquito larvae mortality, the efficacy (LC50-24 hours and LC90-24 hours) galangal leaf extract against mosquito larvae mortality and mortality of mosquito larvae to know the difference A. aconitus at various levels of concentration of leaf extract of galangal. Data analysis methods used there are 3, namely Test Anava One Way with 95% confidence level, regression analysis and probit analysis. From the results of calculations using values ​​obtained by probit analysis LC50-24 hour and LC90-24 hours a leaf extract from galangal is 4,4% and 5,1%. In one direction Anava testing showed that the average inter-group galangal leaf extract concentration data with each other are not mutually identical or significantly different.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 109 tautan kepenulisan bersama · 3 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • University of Technology Malaysia
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Sri NgabektiState University of Semarang5
Margareta RahayuningsihAfiliasi tidak diketahui4
Cahyo YuwonoAfiliasi tidak diketahui4
Tri RustiadiAfiliasi tidak diketahui4
Dyah Rini IndriyantiState University of Semarang3
Saiful RidloState University of Semarang3
Nana Kariada Tri MartutiAfiliasi tidak diketahui2
Ning SetiatiAfiliasi tidak diketahui2
Agus DarmawanAfiliasi tidak diketahui2
Ranu Baskora Aji PutraAfiliasi tidak diketahui2
Dwi Gansar Santi WijayantiAfiliasi tidak diketahui2
Mugiyo HartonoAfiliasi tidak diketahui2
Nasuka NasukaAfiliasi tidak diketahui2
Nonik RahestiAfiliasi tidak diketahui2
Rumini RuminiAfiliasi tidak diketahui2
Fajar Awang IrawanAfiliasi tidak diketahui2
R. RahmawatiState University of Semarang1
Muji SlametAfiliasi tidak diketahui1
Fahrul HuyopUniversity of Technology Malaysia1
Novita WindasariAfiliasi tidak diketahui1
Tyas Agung PribadiAfiliasi tidak diketahui1
Tia PrasetyaningtyasAfiliasi tidak diketahui1
okvita sariAfiliasi tidak diketahui1
Nur Rahayu UtamiAfiliasi tidak diketahui1
Khasan FakhriAfiliasi tidak diketahui1
Yogo UtomoAfiliasi tidak diketahui1
Titi FatmawatiAfiliasi tidak diketahui1
Masitoh .Afiliasi tidak diketahui1
Indah Budi DamayantiAfiliasi tidak diketahui1
Nur Kusuma DewiAfiliasi tidak diketahui1
Nur Itsna RizqiyahAfiliasi tidak diketahui1
Evi SetyowatiAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad AbdullahState University of Semarang1
Mahendra Noor FebriyantoAfiliasi tidak diketahui1
Irma NurhayatiAfiliasi tidak diketahui1
Partaya PartayaAfiliasi tidak diketahui1
Ratna Dewi PuspitasariAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/UnnesJLifeSci/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Efikasi Ekstrak Daun Lengkuas Terhadap Mortalitas Larva Nyamuk Anopheles aconitus</dc:title>
	<dc:creator>Husna, Syarifah Naila</dc:creator>
	<dc:creator>Priyono, Bambang</dc:creator>
	<dc:creator>Darwi, Akhid</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Malaria ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Penggunaan bahan kimia secara kumulatif berdampak negatif terhadap manusia dan lingkungan, diperlukan upaya untuk mendapatkan alternatif yang aman untuk insektisida. Berdasarkan pertimbangan ini, para ahli menggunakan insektisida nabati. Salah satu tanaman potensial adalah daun lengkuas (Alpinia galanga SW.). Daun lengkuas memiliki bahan aktif berupa tanin, saponin, alkaloid, terpenoid dan flavonoid yang dapat digunakan untuk mengendalikan serangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun lengkuas terhadap kematian larva nyamuk, efektivitas (LC50-24 jam dan LC90-24 jam) ekstrak daun lengkuas terhadap kematian larva nyamuk dan mortalitas larva nyamuk pada berbagai tingkat konsentrasi ekstrak daun lengkuas. Metode analisis data yang digunakan ada 3 (tiga), yaitu Uji One Way Anava dengan taraf kepercayaan 95%, analisis regresi dan analisis probit. Hasil perhitungan dengan menggunakan nilai yang diperoleh dengan analisis probit LC50-24 jam dan LC90-24 jam ekstrak daun dari lengkuas adalah 4,4% dan 5,1%. Pengujian Anava satu arah menunjukkan bahwa antar kelompok rata lengkuas daun data konsentrasi ekstrak satu sama lain tidak saling identik atau berbeda secara signifikan. Malaria is transmitted through the bite of female Anopheles mosquito. Use of chemicals cumulatively have a negative impact on humans and the environment, required an effort to get a safe alternative to insecticides. Based on these considerations, the experts use plant-based insecticides. One of the potential plant is the leaf galangal (Alpinia galanga SW.). Leaf galangal has an active ingredient in the form of tannin, saponin, alkaloid, terpenoid and flavonoid that can be used to control insects. The study aims to determine the effect of leaf extract of galangal against mosquito larvae mortality, the efficacy (LC50-24 hours and LC90-24 hours) galangal leaf extract against mosquito larvae mortality and mortality of mosquito larvae to know the difference A. aconitus at various levels of concentration of leaf extract of galangal. Data analysis methods used there are 3, namely Test Anava One Way with 95% confidence level, regression analysis and probit analysis. From the results of calculations using values ​​obtained by probit analysis LC50-24 hour and LC90-24 hours a leaf extract from galangal is 4,4% and 5,1%. In one direction Anava testing showed that the average inter-group galangal leaf extract concentration data with each other are not mutually identical or significantly different.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2012-06-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/UnnesJLifeSci/article/view/978</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Life Science; Vol 1 No 1 (2012)</dc:source>
	<dc:source>2528-5009</dc:source>
	<dc:source>2252-6277</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/UnnesJLifeSci/article/view/978/1007</dc:relation>
</oai_dc:dc>