Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

INDUKSI PERBANYAKAN TUNAS Rosa damascena Mill. DENGAN PENAMBAHAN AUKSIN DAN SITOKININ

Life Science · Vol. 2 No. 1 (2013)

ISSN
2528-5009, 2252-6277
Terbit
2013-05-17
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimasi auksin dan sitokinin pada induksi perbanyakan tunas mawar damaskus. Penelitian perbanyakan tunas menggunakan rancangan acak lengkap faktorial terdiri dari dua faktor yaitu variasi konsentrasi BA (1, 2, 3, dan 4 ppm) dan konsentrasi NAA (0,1; 0,3; 0,5 dan 0,7 ppm). Tunas lateral diinduksi pada media Murashige & Skoog dengan penambahan kombinasi BA dan NAA (16 kombinasi) selama enam minggu, yang diukur berdasarkan dua parameter yaitu rentang waktu muncul tunas pertama dan jumlah tunas. Data dianalisis menggunakan anava dua jalan dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan BA, NAA dan kombinasinya berpengaruh terhadap rentang waktu muncul tunas pertama, tetapi hanya BA yang berpengaruh terhadap jumlah tunas. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kombinasi BA 3 ppm+NAA 0,3 ppm optimal untuk induksi rentang waktu muncul tunas pertama yakni 4 hari MST, sedangkan jumlah tunas terbanyak dihasilkan oleh BA 1 ppm dengan 7 tunas.This research aimed to know the optimation of auxin and cytokinin on damask rose multiple shoot induction. Shoot multiplication did by fledged random design factorial consist of two factors those were various BA concentration (1, 2, 3, and 4 ppm) and NAA concentration (0.1; 0.3; 0.5 and 0.7 ppm). Axillary shoots were induced on Murashige & Skoog medium supplemented with various BA and NAA combinations (16 combinations) for six weeks, measured based on two parameters, shoot initial timing and shoot numbers. Data was analized by two way anova and DMRT. The result showed that BA, NAA and it’s combination were significantly influenced on shoot initial timing induction, but only BA was significantly influenced on shoot numbers. Based on data analysis, 3 ppm+NAA 0,3 ppm BA combination was optimal for shoot initial timing induction in 4 days after plant and 1 ppm BA gave the highest shoot numbers with 7 shoots per nodal.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 88 tautan kepenulisan bersama · 5 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Diponegoro University
  • Soegijapranata Catholic University
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Amin RetnoningsihAfiliasi tidak diketahui2
Noor Aini HabibahAfiliasi tidak diketahui2
Dheny PrasetyaAfiliasi tidak diketahui2
Noor Aini HabibahAfiliasi tidak diketahui2
Henna Rya SunokoDiponegoro University1
Budi WidianarkoSoegijapranata Catholic University1
HolilahAfiliasi tidak diketahui1
Rizky AndaresaAfiliasi tidak diketahui1
Nur Fadhilah Al HadianaAfiliasi tidak diketahui1
Adelia Tri OktavianiAfiliasi tidak diketahui1
Adelia MasnapitaAfiliasi tidak diketahui1
Andi SantosoAfiliasi tidak diketahui1
Yeyet KurniasihAfiliasi tidak diketahui1
Krispinus Kedati PukanState University of Semarang1
Junica FitrianaAfiliasi tidak diketahui1
Agung SuwarnoAfiliasi tidak diketahui1
Sri Ambar FitriyaniAfiliasi tidak diketahui1
Nana Kariada Tri MartutiState University of Semarang1
Ananto AjiAfiliasi tidak diketahui1
Lutfian NazarAfiliasi tidak diketahui1
Gisna AuliyaAfiliasi tidak diketahui1
SajidinAfiliasi tidak diketahui1
Firli NurainiAfiliasi tidak diketahui1
Saiful RidloState University of Semarang1
Anindita Firdatul JannahAfiliasi tidak diketahui1
Kuntoro BudiyantoAfiliasi tidak diketahui1
Euis Komariah SiswatiAfiliasi tidak diketahui1
Tyas Agung PribadiAfiliasi tidak diketahui1
Andreas Junaedi Raja Guk GukAfiliasi tidak diketahui1
Tri Lestari HandayaniAfiliasi tidak diketahui1
Mualimin -Afiliasi tidak diketahui1
Priyantini WidiyaningrumAfiliasi tidak diketahui1
Indriastuti IndriastutiAfiliasi tidak diketahui1
Bambang PriyonoState University of Semarang1
Fatkhurrohman FatkhurrohmanAfiliasi tidak diketahui1
Aprilianingtyas AnggraeniAfiliasi tidak diketahui1
Kurnia Nor LitasariAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/UnnesJLifeSci/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">INDUKSI PERBANYAKAN TUNAS Rosa damascena Mill. DENGAN PENAMBAHAN AUKSIN DAN SITOKININ</dc:title>
	<dc:creator>Khoiriah, Nidaul</dc:creator>
	<dc:creator>Suwarsi Rahayu, Enni</dc:creator>
	<dc:creator>Herlina, Lina</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimasi auksin dan sitokinin pada induksi perbanyakan tunas mawar damaskus. Penelitian perbanyakan tunas menggunakan rancangan acak lengkap faktorial terdiri dari dua faktor yaitu variasi konsentrasi BA (1, 2, 3, dan 4 ppm) dan konsentrasi NAA (0,1; 0,3; 0,5 dan 0,7 ppm). Tunas lateral diinduksi pada media Murashige &amp;amp; Skoog dengan penambahan kombinasi BA dan NAA (16 kombinasi) selama enam minggu, yang diukur berdasarkan dua parameter yaitu rentang waktu muncul tunas pertama dan jumlah tunas. Data dianalisis menggunakan anava dua jalan dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan BA, NAA dan kombinasinya berpengaruh terhadap rentang waktu muncul tunas pertama, tetapi hanya BA yang berpengaruh terhadap jumlah tunas. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kombinasi BA 3 ppm+NAA 0,3 ppm optimal untuk induksi rentang waktu muncul tunas pertama yakni 4 hari MST, sedangkan jumlah tunas terbanyak dihasilkan oleh BA 1 ppm dengan 7 tunas.This research aimed to know the optimation of auxin and cytokinin on damask rose multiple shoot induction. Shoot multiplication did by fledged random design factorial consist of two factors those were various BA concentration (1, 2, 3, and 4 ppm) and NAA concentration (0.1; 0.3; 0.5 and 0.7 ppm). Axillary shoots were induced on Murashige &amp;amp; Skoog medium supplemented with various BA and NAA combinations (16 combinations) for six weeks, measured based on two parameters, shoot initial timing and shoot numbers. Data was analized by two way anova and DMRT. The result showed that BA, NAA and it’s combination were significantly influenced on shoot initial timing induction, but only BA was significantly influenced on shoot numbers. Based on data analysis, 3 ppm+NAA 0,3 ppm BA combination was optimal for shoot initial timing induction in 4 days after plant and 1 ppm BA gave the highest shoot numbers with 7 shoots per nodal.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2013-05-17</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/UnnesJLifeSci/article/view/2845</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Life Science; Vol 2 No 1 (2013)</dc:source>
	<dc:source>2528-5009</dc:source>
	<dc:source>2252-6277</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/UnnesJLifeSci/article/view/2845/2636</dc:relation>
</oai_dc:dc>