Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

EFEKTIFITAS SALEP EKSTRAK BATANG PATAH TULANG (Euphorbia tirucalli) PADA PENYEMBUHAN LUKA SAYAT TIKUS PUTIH (Rattus novergicus)

Life Science · Vol. 3 No. 2 (2015)

ISSN
2528-5009, 2252-6277
Published
2015-01-29
Publisher
Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

Senyawa aktif yang terkandung dalam batang patah tulang yaitu glikosida, sapogenin dan asam elagat. Senyawa yang membantu mempercepat penyembuhan luka sayat yaitu senyawa sapogenin, karena senyawa sapogenin bermanfaat mempengaruhi pembentukan kolagen (tahap awal perbaikan jaringan). Tujuan penelitian adalah mengkaji ekstrak batang patah tulang dalam bentuk salep pada penyembuhan luka sayat tikus putih serta menentukan dosis dan waktu tercepat pada penyembuhan luka sayat. Penelitian menggunakan design post test yaitu dengan mengambil data setelah perlakuan, rancangan yang digunakan rancangan acak lengkap (RAL). Sampel yang digunakan yaitu 20 ekor tikus putih jantan galur Wistar umur 2 bulan yang dibagi menjadi 4 kelompok yaitu dengan poviodin iodine 10% sebagai kontrol positif, salep dengan dosis 5%, 10% dan 20%. Perlakuan diberikan selama 13 hari. Pengambilan data dengan mendokumentasikan dan mencatat waktu penyembuhan luka sayat. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan waktu tercepat pada penyembuhan luka sayat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salep dosis 5% dan 10% hasilnya tidak ada perbedaan. perlakuan salep dosis 10% lebih optimal dalam mempercepat penyembuhan luka sayat tikus putih dilihat pada hari ke-9 luka sudah sembuh dengan adanya jaringan baru. Sedangkan pada dosis 20% kurang optimal dalam mempercepat penyembuhan luka sayat dilihat pada hari ke-13. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian salep dosis 10% dosis paling optimal dalam mempercepat penyembuhan luka sayat tikus putih dengan melihat waktu penyembuhan tercepat pada tikus putih.Active compounds contained in the stem fractures are glycosides, sapogenin and elagat acid. Compounds that help speed healing cuts that sapogenin compounds, as useful sapogenin compounds affect the formation of collagen ( the early stages of tissue repair ). The purpose of the study is to assess the fracture stem extract in the form of ointment in healing cuts mice and to determine the dose and the fastest time in the healing of cuts. Research using post-test design is to take data after treatment, the design used a completely randomized design ( CRD ). The samples used were 20 white male rats of the Wistar strain aged 2 months were divided into 4 groups, with 10 % poviodin iodine as a positive control, an ointment at a dose of 5 %, 10 % and 20 %. Treatment was given for 13 days. Data retrieval with document and record cuts healing time. Data were analyzed descriptively by comparing the fastest time in the healing of cuts. The results showed that the dose ointment 5 % and 10 % the result is no difference. Treatment ointment 10 % more optimal dose in accelerating the healing of cuts seen white mice on day 9, the wound had healed with the new tissue. While at 20 % less than optimal dose in accelerating healing cuts seen at day 13. Based on the results of this study concluded that the administration of a dose of 10 % ointment most optimal dose in accelerating the healing of cuts of white mice by looking at the fastest healing time in rats.

Collaboration network of the authors

40 authors · 107 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • State University of Semarang
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Aditya MariantiAffiliation unknown8
Endah PeniatiState University of Semarang4
Nugrahaningsih WHAffiliation unknown4
R. SusantiAffiliation unknown3
Lailatun Nisa' Nisa'Affiliation unknown2
Yudi PriyantoAffiliation unknown2
Ari YuniastutiState University of Semarang2
Putri WulandiniAffiliation unknown1
Roni SaputraAffiliation unknown1
Wiwi SartikaAffiliation unknown1
Ngurah Made Dharna PutraAffiliation unknown1
Eny Hartadiyati WHAffiliation unknown1
Liya Aliyah NurainiAffiliation unknown1
Khilya Mufrida AmalaAffiliation unknown1
Fitria ShalsabilaAffiliation unknown1
Kartika WidiyaningrumAffiliation unknown1
Bagus Hammam FalahAffiliation unknown1
Arif HidayatAffiliation unknown1
Istikhomah IstikhomahAffiliation unknown1
Ita Dwi RafitaAffiliation unknown1
Izzatun NufusAffiliation unknown1
Mira Putri AgustinAffiliation unknown1
Addina Nur LuthfianiAffiliation unknown1
Muhammad Abdul JabarAffiliation unknown1
Shifa RamadhantiAffiliation unknown1
Sisilia Prita Dewi PurnamaningrumAffiliation unknown1
Nirmala Al FatiahAffiliation unknown1
WH NugrahaningsihAffiliation unknown1
Sujatha RamasamyAffiliation unknown1
Vivi Anggraeni LaraswatiAffiliation unknown1
Senda Kartika RakainsaAffiliation unknown1
Kartika WidyaningrumAffiliation unknown1
Mohd Salim Bin MohamedAffiliation unknown1
Djuna LamondoAffiliation unknown1
Annisaa BasarAffiliation unknown1
Mirtaati NaimahAffiliation unknown1
Yofi Ersyada DamayantiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/UnnesJLifeSci/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EFEKTIFITAS SALEP EKSTRAK BATANG PATAH TULANG (Euphorbia tirucalli) PADA PENYEMBUHAN LUKA SAYAT TIKUS PUTIH (Rattus novergicus)</dc:title>
	<dc:creator>Qomariah, Siti</dc:creator>
	<dc:creator>Lisdiana, Lisdiana</dc:creator>
	<dc:creator>Christijanti, Wulan</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Senyawa aktif yang terkandung dalam batang patah tulang yaitu glikosida, sapogenin dan asam elagat. Senyawa yang membantu mempercepat penyembuhan luka sayat yaitu senyawa sapogenin, karena senyawa sapogenin bermanfaat mempengaruhi pembentukan kolagen (tahap awal perbaikan jaringan). Tujuan penelitian adalah mengkaji ekstrak batang patah tulang dalam bentuk salep pada penyembuhan luka sayat tikus putih serta menentukan dosis dan waktu tercepat pada penyembuhan luka sayat. Penelitian menggunakan design post test yaitu dengan mengambil data setelah perlakuan, rancangan yang digunakan rancangan acak lengkap (RAL). Sampel yang digunakan yaitu 20 ekor tikus putih jantan galur Wistar umur 2 bulan yang dibagi menjadi 4 kelompok yaitu dengan poviodin iodine 10% sebagai kontrol positif, salep dengan dosis 5%, 10% dan 20%. Perlakuan diberikan selama 13 hari. Pengambilan data dengan mendokumentasikan dan mencatat waktu penyembuhan luka sayat. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan waktu tercepat pada penyembuhan luka sayat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salep dosis 5% dan 10% hasilnya tidak ada perbedaan. perlakuan salep dosis 10% lebih optimal dalam mempercepat penyembuhan luka sayat tikus putih dilihat pada hari ke-9 luka sudah sembuh dengan adanya jaringan baru. Sedangkan pada dosis 20% kurang optimal dalam mempercepat penyembuhan luka sayat dilihat pada hari ke-13. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian salep dosis 10% dosis paling optimal dalam mempercepat penyembuhan luka sayat tikus putih dengan melihat waktu penyembuhan tercepat pada tikus putih.Active compounds contained in the stem fractures are glycosides , sapogenin and elagat acid . Compounds that help speed healing cuts that sapogenin compounds , as useful sapogenin compounds affect the formation of collagen ( the early stages of tissue repair ) . The purpose of the study is to assess the fracture stem extract in the form of ointment in healing cuts mice and to determine the dose and the fastest time in the healing of cuts . Research using post-test design is to take data after treatment , the design used a completely randomized design ( CRD ) . The samples used were 20 white male rats of the Wistar strain aged 2 months were divided into 4 groups, with 10 % poviodin iodine as a positive control , an ointment at a dose of 5 % , 10 % and 20 % . Treatment was given for 13 days . Data retrieval with document and record cuts healing time . Data were analyzed descriptively by comparing the fastest time in the healing of cuts . The results showed that the dose ointment 5 % and 10 % the result is no difference . Treatment ointment 10 % more optimal dose in accelerating the healing of cuts seen white mice on day 9, the wound had healed with the new tissue. While at 20 % less than optimal dose in accelerating healing cuts seen at day 13 . Based on the results of this study concluded that the administration of a dose of 10 % ointment most optimal dose in accelerating the healing of cuts of white mice by looking at the fastest healing time in rats .</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2015-01-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/UnnesJLifeSci/article/view/4563</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Life Science; Vol 3 No 2 (2014)</dc:source>
	<dc:source>2528-5009</dc:source>
	<dc:source>2252-6277</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/UnnesJLifeSci/article/view/4563/4208</dc:relation>
</oai_dc:dc>