Jurnal
Mortalitas dan Kerusakan Jaringan pada Setiap Gejala Infeksi Larva Oryctes rhinoceros L. Akibat Perlakuan Cendawan Metarhizium anisoplia
Life Science · Vol. 6 No. 1 (2017) · hlm. 9–17
- ISSN
- 2528-5009, 2252-6277
- Terbit
- 2017-04-01
- Penerbit
- Universitas Negeri Semarang
- Bahasa
- eng
Abstrak
Kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros L.) merupakan hama utama tanaman kelapa di Indonesia. Pengendalian O. rhinoceros dapat dilakukan dengan menggunakan cendawan entomopatogen M. anisopliae. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian cendawan M. anisopliae terhadap mortalitas larva O. rhinoceros dan menganalisis kerusakan jaringan larva O. rhinoceros pada setiap gejala infeksi akibat perlakuan cendawan M. anisopliae. Hasil penelitian menunjukkan Pemberian konsentrasi M. anisopliae yang berbeda dapat menyebabkan mortalitas pada larva O. rhinoceros. Larva pada hari ke 12 setelah aplikasi pada perlakuan P3 (4 gram M. anisopliae) sudah mengalami kematian sebesar 100%. Sedangkan larva pada perlakuan P1 (1 gram M. anisopliae) membutuhkan waktu yang lebih lama. M. anisopliae merusak jaringan larva O. rhinoceros dengan tingkatan kerusakan yang berbeda pada setiap tahapan gejala infeksi. Gejala infeksi yang muncul yakni bercak cokelat (melanisasi), kaku (mumifikasi), muncul hifa putih (mikosis) dan muncul koloni cendawan berwarna hijau tua. Horn beetle (Oryctes rhinoceros L.) is the main pest of coconut plants in Indonesia. Control of O. rhinoceros can be performed using entomopathogenic fungus M. anisopliae (Moslim et al., 2009). The aim of this study was to analyze the effect of M. anisopliae fungus on mortality of O. rhinoceros larvae and to analyze tissue damage of O. rhinoceros larvae in each infection symptom due to the treatment of M. anisopliae fungus. The results of the study showed that different concentrations of M. anisopliae can cause mortality in O. rhinoceros larvae. Larvae on the 12th day after application on P3 treatment (4 grams of M. anisopliae) have experienced 100% death. Whereas larvae in P1 treatment (1 gram M. anisopliae) took longer. M. anisopliae damages the tissue of O. rhinoceros larvae with different levels of damage at each stage of the infection symptoms. Symptoms of infection that appear are brown spots (melanisasi), stiffness (mummification), white hyphae appear (mycosis) and dark green colonies appear.
Jaringan kolaborasi para penulis
40 penulis · 175 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- State University of Semarang
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Priyantini Widiyaningrum | Afiliasi tidak diketahui | 23 |
| Sri Ngabekti | State University of Semarang | 9 |
| Saiful Ridlo | State University of Semarang | 8 |
| Margareta Rahayuningsih | Afiliasi tidak diketahui | 6 |
| Parmin Parmin | State University of Semarang | 5 |
| Niken Subekti | State University of Semarang | 5 |
| Sri Sukaesih | State University of Semarang | 5 |
| Arif Widiyatmoko | State University of Semarang | 4 |
| Maria Ayu Puspita | Afiliasi tidak diketahui | 4 |
| Cahyo Yuwono | Afiliasi tidak diketahui | 4 |
| Tri Rustiadi | Afiliasi tidak diketahui | 4 |
| Pramesti Dewi | Afiliasi tidak diketahui | 4 |
| Tyas Agung Pribadi | Afiliasi tidak diketahui | 4 |
| Sri Mulyani Endang Susilowati | Afiliasi tidak diketahui | 4 |
| Nana Kariada Tri Martuti | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Melissa Salma Darmawan | State University of Semarang | 2 |
| Nunung Eni Elawati | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Aura Tirsa Melinda | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Orchida Puspa Jelita | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Delia Alifia Farreza | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Bayu Tri Prasojo | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Edy Cahyono | State University of Semarang | 2 |
| Agus Darmawan | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Ranu Baskora Aji Putra | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Dwi Gansar Santi Wijayanti | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Mugiyo Hartono | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Nasuka Nasuka | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Ari Yuniastuti | State University of Semarang | 2 |
| Siti Alimah | State University of Semarang | 2 |
| Aditya Marianti | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Nonik Rahesti | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Muhammad Abdullah | State University of Semarang | 2 |
| R. Susanti | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Nur Kusuma Dewi | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Andreas Priyono Budi Prasetyo | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Retno Sri Iswari | State University of Semarang | 2 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.