Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Distribusi Vertikal dan Keanekaragaman Makrofauna Tanah di Kawasan Dieng

Life Science · Vol. 6 No. 2 (2017) · hlm. 40–48

ISSN
2528-5009, 2252-6277
Terbit
2017-10-02
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keanekaragaman makrofauna tanah berdasarkan distribusi vertikal tanah di kawasan Dieng. Penelitian dilaksanakan di kawasan Dieng, Laboratorium Biologi UNNES dan Laboratorium Mekanika Tanah UNDIP. Pengambilan sampel makrofauna tanah dilakukan di berbagai ketinggian, pada tempat ternaung dan terdedah, serta pengukuran faktor fisika-kimia tanah. Penelitian menggunakan dua metode yaitu jebakan dan sortir tangan. Sampel selanjutnya diidentifikasi dan data yang diperoleh dianalisis dengan indeks keanekaragaman, kemerataan dan dominansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tiap stasiun jumlah makrofauna tanah berbeda-beda antara tempat ternaung dan terdedah maupun makrofauna permukaan dan di dalam tanahnya. Indeks keanekaragaman makrofauna permukaan tanah pada tiap stasiun lebih tinggi dibandingkan dengan makrofauna dalam tanahnya, indeks keanekaragaman pada tempat ternaung juga lebih tinggi daripada tempat terdedah. Berdasarkan hasil penelitian,dapat disimpulkan bahwa keanekaragaman makrofauna tanah di kawasan Dieng dengan faktor ketinggian tertentu kurangberpengaruh terhadap indeks keanekaragamannya. Indeks keanekaragaman makrofauna tanah pada stasiun 1, stasiun 2 dan stasiun 3 adalah rendah sampai sedang. Indeks keanekaragaman berkisar antara 0,62 sampai 1,04. Keanekaragaman makrofauna tanah selain dipengaruhi oleh sifat fisika dan kimia tanah, dipengaruhi juga oleh jenis lahan, jenis tanaman, jenis pupuk serta jenis hewan yang terkait dengan makanannya.Saran dari penelitian adalah masyarakat dapat lebih memperhatikan keberadaan makrofauna tanah dengan menjaga lingkungan tanah Dieng sehingga kestabilan dan komunitas makrofauna tanahnya tetap terjaga. The purpose of the research is to determine the diversity of soil macrofauna based on thevertical distribution of soil in the Dieng area. The research was conducted inthe Dieng area, UNNES Biology Laboratory and Soil Mechanics Laboratory UNDIP.Macrofauna soil sampling conducted in various heights, in shady conditions and exposure, as well as the measurement of soil physico-chemical factors.The study used two methods: the traps and hand sorting.Samples are further identified and the data were analyzed with diversity index, evenness and dominance.The results showed that at each station the number of soil macrofauna varies between shady conditions and exposure as well as macrofauna surface and in the soil. Macrofauna diversity index at each station ground level is higher than the macrofauna in the soil, diversity index in shady conditions are higher than the exposure conditions. Based on the results, it can be concluded that the diversity of soil macrofauna in Dieng area by a factor of a certain height less influence on the index of diversity. Soil macrofauna diversity index at station 1, station 2 and station 3 is low to moderate. Diversity index ranged from 0,62 to 1,04. Diversity of soil macrofauna in addition affected by the physical and chemical properties of the soil, influenced also by the type of land, species of plants, type of fertilizer and animal species associated with food. Suggestions from the study is that people can more attention to the presence of macrofauna soil by maintaining soil environment Dieng so that stability and soil macrofauna community is maintained.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 86 tautan kepenulisan bersama · 3 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • University of Technology Malaysia
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Nana Kariada Tri MartutiAfiliasi tidak diketahui5
Dyah Rini IndriyantiState University of Semarang3
Margareta RahayuningsihAfiliasi tidak diketahui3
Sri NgabektiState University of Semarang3
Tyas Agung PribadiAfiliasi tidak diketahui3
Nur Rahayu UtamiAfiliasi tidak diketahui2
R. RahmawatiState University of Semarang1
Muji SlametAfiliasi tidak diketahui1
Fahrul HuyopUniversity of Technology Malaysia1
Novita WindasariAfiliasi tidak diketahui1
Tia PrasetyaningtyasAfiliasi tidak diketahui1
okvita sariAfiliasi tidak diketahui1
Khasan FakhriAfiliasi tidak diketahui1
Syarifah Naila HusnaAfiliasi tidak diketahui1
Akhid DarwiAfiliasi tidak diketahui1
Yogo UtomoAfiliasi tidak diketahui1
Destia Ayu Kusuma WardaniAfiliasi tidak diketahui1
Septima Raras budiatiAfiliasi tidak diketahui1
Titi FatmawatiAfiliasi tidak diketahui1
Ansa Ikrar TrisdiharAfiliasi tidak diketahui1
Masitoh .Afiliasi tidak diketahui1
Umi Salmah Al HasyimiaAfiliasi tidak diketahui1
Ning SetiatiAfiliasi tidak diketahui1
Indah Budi DamayantiAfiliasi tidak diketahui1
Gandhung Herdha LiliantoAfiliasi tidak diketahui1
Evi SetyowatiAfiliasi tidak diketahui1
Nisa ArkiantiAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad AbdullahState University of Semarang1
Mahendra Noor FebriyantoAfiliasi tidak diketahui1
Lutfia Nur HadiyantiState University of Semarang1
Solichin SolichinAfiliasi tidak diketahui1
Irma NurhayatiAfiliasi tidak diketahui1
Partaya PartayaAfiliasi tidak diketahui1
Isnaini PutriAfiliasi tidak diketahui1
Nuryana MahsunahAfiliasi tidak diketahui1
Rosichon UbadillahAfiliasi tidak diketahui1
Nur DamayantiAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/UnnesJLifeSci/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Distribusi Vertikal dan Keanekaragaman Makrofauna Tanah di Kawasan Dieng</dc:title>
	<dc:creator>Rizqiyah, Nur Itsna</dc:creator>
	<dc:creator>Priyono, Bambang</dc:creator>
	<dc:creator>Dewi, Nur Kusuma</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keanekaragaman makrofauna tanah berdasarkan distribusi vertikal tanah di kawasan Dieng. Penelitian dilaksanakan di kawasan Dieng, Laboratorium Biologi UNNES dan Laboratorium Mekanika Tanah UNDIP. Pengambilan sampel makrofauna tanah dilakukan di berbagai ketinggian, pada tempat ternaung dan terdedah, serta pengukuran faktor fisika-kimia tanah. Penelitian menggunakan dua metode yaitu jebakan dan sortir tangan. Sampel selanjutnya diidentifikasi dan data yang diperoleh dianalisis dengan indeks keanekaragaman, kemerataan dan dominansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tiap stasiun jumlah makrofauna tanah&amp;nbsp; berbeda-beda antara tempat ternaung dan terdedah maupun makrofauna permukaan dan di dalam tanahnya. Indeks keanekaragaman makrofauna permukaan tanah pada tiap stasiun lebih tinggi dibandingkan dengan makrofauna dalam tanahnya, indeks keanekaragaman pada tempat ternaung juga lebih tinggi daripada tempat terdedah. Berdasarkan hasil penelitian,dapat disimpulkan bahwa keanekaragaman makrofauna tanah di kawasan Dieng dengan faktor ketinggian tertentu kurangberpengaruh terhadap indeks keanekaragamannya. Indeks keanekaragaman makrofauna tanah pada stasiun 1, stasiun 2 dan stasiun 3 adalah rendah sampai sedang. Indeks keanekaragaman berkisar antara 0,62 sampai 1,04. Keanekaragaman makrofauna tanah selain dipengaruhi oleh sifat fisika dan kimia tanah, dipengaruhi juga oleh jenis lahan, jenis tanaman, jenis pupuk serta jenis hewan yang terkait dengan makanannya.Saran dari penelitian adalah masyarakat dapat lebih memperhatikan keberadaan makrofauna tanah dengan menjaga lingkungan tanah Dieng sehingga kestabilan dan komunitas makrofauna tanahnya tetap terjaga.
&amp;nbsp;
The purpose of the research is to determine the diversity of soil macrofauna based on thevertical distribution of soil in the Dieng area. The research was conducted inthe Dieng area, UNNES Biology Laboratory and Soil Mechanics Laboratory UNDIP.Macrofauna soil sampling conducted in various heights, in shady conditions and exposure, as well as the measurement of soil physico-chemical factors.The study used two methods: the traps and hand sorting.Samples are further identified and the data were analyzed with diversity index, evenness and dominance.The results showed that at each station the number of soil macrofauna varies between shady conditions and exposure as well as macrofauna surface and in the soil. Macrofauna diversity index at each station ground level is higher than the macrofauna in the soil, diversity index in shady conditions are higher than the exposure conditions. Based on the results, it can be concluded that the diversity of soil macrofauna in Dieng area by a factor of a certain height less influence on the index of diversity. Soil macrofauna diversity index at station 1, station 2 and station 3 is low to moderate. Diversity index ranged from 0,62 to 1,04. Diversity of soil macrofauna in addition affected by the physical and chemical properties of the soil, influenced also by the type of land, species of plants, type of fertilizer and animal species associated with food. Suggestions from the study is that people can more attention to the presence of macrofauna soil by maintaining soil environment Dieng so that stability and soil macrofauna community is maintained.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2017-10-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/UnnesJLifeSci/article/view/25343</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Life Science; Vol 6 No 2 (2017): October 2017; 40-48</dc:source>
	<dc:source>2528-5009</dc:source>
	<dc:source>2252-6277</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/UnnesJLifeSci/article/view/25343/11369</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Life Science</dc:rights>
</oai_dc:dc>