Mikronuklei merupakan penanda yang baik dari paparan genotoksik pada manusia dan merupakan indikator dari ketidakstabilan kromosom. Pada proses pembentukan mikronuklei (MN) dengan teknik cytokinesis-block micronucleus (CBMN), sitokinesis diblok dengan sitokalasin B, sehingga dapat mengidentifikasi fragmen (patahan) kromosom pada tahap mitosis menjadi MN. Frekuensi terbentuknya MN dipengaruhi oleh dosis radiasi, jenis kelamin, usia, dan gaya hidup. Penelitian ini menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak faktorial, dengan tiga faktor variabel bebas yaitu paparan dosis radiasi sinar X, usia pendonor, dan jenis kelamin pendonor. Perlakuan dalam penelitian ini dengan menggunakan dosis radiasi sinar X sebesar 0 Gy, 0,5 Gy, 2 Gy, dan 4 Gy. Sel darah limfosit diperoleh dari responden laki-laki dan perempuan pada usia 26-35 tahun, 36-45 tahun, dan 46-55 tahun, ada satu sampel pada masing-masing usia. Analisis yang digunakan adalah analisis varians tiga faktor, uji normalitas dan homogenitas dengan anava menggunakan IBM SPSS Statistic 20 for Windows. Diperoleh hasil F hitung > F tabel (5%) pada perlakuan dosis radiasi terhadap frekuensi pembentukan MN, usia, jenis kelamin, dosis radiasi dengan usia, dosis radiasi dengan jenis kelamin, dosis radiasi dengan usia dengan jenis kelamin. Diartikan bahwa terdapat perbedaan frekuensi MN yang signifikan berdasarkan perlakuan dosis radiasi sinar X, usia, dan jenis kelamin. F hitung F table (5%) in the treatment of radiation doses to the formation of MN frequency, age, gender, age radiation dose, radiation dose by gender, age radiation dose by gender. Means that there are significant differences in the frequency of MN which is based on X-ray radiation dose treatment, age, and gender. F value<F table (5%) in the treatment of age by sex, mean that the age of the same sex do not interact in the absence of radiation dose, so no significant effect on the frequency of MN formation.
Collaboration network of the authors
19 authors ·
38 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
State University of Semarang
Affiliation unknown
Different organisations
Same organisation
Affiliation unknown
Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.