Jurnal
Pertumbuhan Kalus Rejasa (Elaeocarpus grandiflorus) dari Eksplan Tangkai Daun pada Kondisi Gelap
Life Science · Vol. 8 No. 1 (2019) · hlm. 17–24
- ISSN
- 2528-5009, 2252-6277
- Terbit
- 2019-04-25
- Penerbit
- Universitas Negeri Semarang
- Bahasa
- eng
Abstrak
Rejasa (Elaeocarpus grandiflorus) is a Salatiga identity plant which is now rarely found. Rejasa produces secondary metabolites that have the potential as drugs. This study tested the growth of rejasa callus in the medium with the addition of various types and concentrations of growth regulators. The independent variables used were the type and concentration of growth regulators (2,4-dichlorophenoxyacetic acid (2,4-D) with concentrations of 1.5; 2.5 and 3.5 ppm and Picloram with a concentration of 3.5; 5; and 7.5 ppm). The dependent variable in this study was the growth of callus regeneration (percentage of callus growth, time of callus formation and morphology of callus) observed for five months in dark conditions. Explants used were young petiolus and the medium used in this study was medium Murashige and Skoog (MS). The results showed the lowest percentage of callus induction was found in explants with the addition of Picloram growth regulators with a concentration of 7.5 ppm (14%). Explants maintained in the medium with the addition of Picloram with a concentration of 5 ppm resulted in the highest percentage of callus induction. The time of callus induction is in the range of 10-22 days. The explants with the addition of Picloram growth regulator substances with a concentration of 5 ppm had the best callus induction time, which was 12 days. Most of the callus formed was friable and yellowish. Based on the results of this research, the best medium for callus induction of rejasa in dark conditions was medium with the addition of 5 ppm Picloram. Rejasa (Elaeocarpus grandiflorus) adalah tanaman identitas Salatiga yang mulai jarang ditemukan. Pertumbuhan populasinya memiliki perkembangan yang lambat. Perkembangan generatif melalui perkecambahan biji terjadi dalam tingkat yang sangat rendah. Dalam kelangkaannya, rejasa memiliki khasiat sebagai tanaman obat melalui metabolit sekunder yang dihasilkan. Penelitian ini menguji pertumbuhan kalus rejasa dalam variasi jenis dan konsentrasi zat pengatur tumbuh. Variabel bebas yang digunakan adalah jenis dan konsentrasi zat pengatur tumbuh (2,4-dichlorophenoxyacetic acid (2,4-D) dengan konsentrasi 1,5; 2,5; dan 3,5 ppm serta pikloram dengan konsentrasi 3,5; 5; dan 7,5 ppm). Variabel terikat dalam penelitian ini adalah pertumbuhan kalus rejasa (persentase tumbuh kalus, waktu berkalus, dan morfologi kalus) dalam medium yang diamati selama 5 bulan. Eksplan yang digunakan adalah tangkai muda yang ditanam dalam medium agar Murashige & Skoog dengan penambahan zat pengatur tumbuh 2,4-D dan pikloram dalam berbagai konsentrasi dan dipelihara dalam kondisi gelap. Hasil penelitian menunjukkan persentase induksi kalus paling rendah terdapat pada eksplan dengan penambahan zat pengatur tumbuh pikloram dengan konsentrasi 7,5 ppm (14%). Eksplan yang dipelihara pada medium dengan penambahan pikloram konsentrasi 5 ppm memghasilkan persentasi induksi kalus tertinggi. Waktu induksi kalus berada dalam rentang 10-22 hari. Eksplan dengan penambahan zat pengatur tumbuh pikloram konsentrasi 5 ppm memiliki rerata waktu induksi kalus paling baik yaitu 12 hari. Kalus yang terbentuk dominan berwarna kekuningan dengan jenis meremah. Berdasarkan hasil penelitiaan, medium yang paling baik untuk induksi kalus dalam kondisi gelap adalah medium MS dengan penambahan zat pengatur tumbuh pikloram konsentrasi 5 ppm.
Jaringan kolaborasi para penulis
40 penulis · 108 tautan kepenulisan bersama · 2 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- State University of Semarang
- Universitas Sumatera Utara
- Diponegoro University
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Pramesti Dewi | Afiliasi tidak diketahui | 4 |
| Enni Suwarsi Rahayu | State University of Semarang | 4 |
| Dewi Mustikaningtyas | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti | State University of Semarang | 3 |
| Amin Retnoningsih | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Yustinus Ulung Anggraito | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Siti Harnina Bintari | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Edi Kurniawan | Universitas Sumatera Utara | 2 |
| Furzani Pa’ee | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Christina Litaay | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Sri Ngabekti | State University of Semarang | 2 |
| Lina Herlina | Diponegoro University | 2 |
| Sholihatur Rohmah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Fira Putri Nur Awwalia | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Atiqah Bahrunnisa | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ghani Walandipa | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nadya Audina Nurkhafiya Sadikin | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Anisa Dewi Sri Puspitasari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Adninta Husnu Amalia | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Niken Subekti | State University of Semarang | 1 |
| Ning Setiati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Mutiarani Kartika Dewi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Tristiana Hidayatul Wahidah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Siti Sulaiha | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ely Rudyatmi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Reny Rahayu | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Andin Irsadi | State University of Semarang | 1 |
| Nugroho Edi Kartijono | State University of Semarang | 1 |
| Afia Firna Wahida | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nurul Huda Am Zen Arief | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Dinda Melati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Na Dame Maulibulung Sinaga | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ulfah Mediaty Arief | State University of Semarang | 1 |
| Delano Hafis Afdam | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.